Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi pada 11–14 Februari 2026

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini gelombang laut tinggi pada 11-14 Februari 2026 yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Diperkirakan gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia bagian barat Kepulauan Nias, Bengkulu, Aceh, Kepulauan Mentawai, Lampung, serta Samudra Hindia bagian selatan Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Gelombang laut dengan ketinggian sejenis juga diperkirakan terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian tengah, utara dan timur, Selat Karimata bagian utara, dan Selat Makassar bagian selatan.

Gelombang yang lebih tinggi, pada kisaran 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Samudra Pasifik bagian utara Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.

Eko Prasetyo Direktur Meteorologi Maritim BMKG mengatakan, umumnya arah angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan 5-20 knot, sedangkan di wilayah selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 3-16 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur dan Samudra Pasifik utara Maluku, yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan,” katanya, dilansir dari Antara.

BMKG juga mengatakan potensi gelombang tinggi itu berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang dengan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, dan kapal ferry jika angin melebihi 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG,” kata Eko.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS Catat Harga Cabai di Jatim Turun Tajam, Rawit Merah Kini Rp45 Ribu per Kg

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

BMKG Ungkap Musim Hujan di Jawa Timur akan Berlangsung Selama Empat Bulan Saja

30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Trending di Nasional