Menu

Mode Gelap

News

Bencana Kebakaran Terbesar dalam Sejarah AS, 16 Orang Tewas Kerugian Rp 2.427 Triliun

badge-check


					Bencana kebakaran terbesar dalam sejarah Amerika Aerikat, terjadi sejak 7 Januari 2025. Sementara ini diumumkan kerugian 16 orang tewas, 134 hilang dan kerugian material Rp 2.427 triliun. instagram@voanews Perbesar

Bencana kebakaran terbesar dalam sejarah Amerika Aerikat, terjadi sejak 7 Januari 2025. Sementara ini diumumkan kerugian 16 orang tewas, 134 hilang dan kerugian material Rp 2.427 triliun. instagram@voanews

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LOS ANGELES- Sheriff LA County, Robert LunA menyatakan ada 16 korban meninggal dunia dan 13 lainnya dilaporkan hilang pada saat terjadi kebakaran besar yang melanda Los Angeles, Amerika Serikat, yang terjadi sejak 7 Januari 2025.

Dia menegaskan apakah 13 orang yang dilaporkan hilang itu terkait langsung atau tidak dalam bencana kebakaran tersebut. Saat ini para pejabat setempat telah mendirikan pusat di mana keluarga dapat melaporkan orang yang hilang, demikian menutip NBC News, 11 Januari 2025.

Kebakaran besar yang melanda Los Angeles pada Januari 2025 telah menghasilkan data statistik yang signifikan terkait dampaknya. Berikut adalah ringkasan data tersebut.

Kebakaran telah menghanguskan kawasan seluas 39.000 hektar lebih lahan di wilayah Los Angeles

Kebakaran Palisades dan Eaton merupakan yang paling merusak, dengan masing-masing membakar 19.970 hektar dan 13.690 hektar. Lebih dari 12.000 bangunan telah hancur akibat kebakaran, termasuk rumah dan infrastruktur lainnya

Sekitar 153.000 penduduk berada di bawah perintah evakuasi, dengan lebih dari 179.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai antara $135 miliar hingga $150 miliar (Rp 2.427 triliun), menjadikannya salah satu bencana kebakaran paling merugikan dalam sejarah AS.

Kebakaran ini dipicu oleh beberapa faktor: Angin kering dan kuat yang berhembus dari pedalaman California ke pesisir, yang meningkatkan risiko kebakaran dengan mengeringkan vegetasi dan menyebarkan api. Suhu yang sangat tinggi dan kelembapan rendah akibat perubahan iklim juga berkontribusi pada penyebaran cepat kebakaran

Petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan besar dalam memadamkan api karena angin kencang yang dapat memicu titik api baru. Meskipun ada upaya untuk mengatasi kebakaran, kondisi cuaca diperkirakan akan tetap kritis dalam beberapa hari ke depan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mafia Izin Pertambangan, Kejati Meringkus Tiga Pejabat Utama ESDM Pemprov Jatim

17 April 2026 - 23:23 WIB

24 Jam Operasi SAR Evakuasi 8 Jenazah, Korban Helikopter Jatuh di Hutan Tapang Tingan Sekadau

17 April 2026 - 22:42 WIB

Jaga Stabilitas dan Ketertiban, FPII Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 18:38 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Trending di News