Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Behenti Memperkerjakan Manusia, Iklan Menohok Muncul di San Francisco

badge-check


					Kemajuan AI mengubah dunia dan kekhdiupan manusia, kini sudah muncul sebuah ikaln dari sebuah perusahaan AI, berisi imbauan untuk memperkerjakan manusia. Instagram@balichannel.tech Perbesar

Kemajuan AI mengubah dunia dan kekhdiupan manusia, kini sudah muncul sebuah ikaln dari sebuah perusahaan AI, berisi imbauan untuk memperkerjakan manusia. [email protected]

Penulis: Yuven Sugiarno  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAN FRANCISCO- Artisan AI, sebuah perusahaan rintisan yang berbasis di San Francisco, telah meluncurkan kampanye iklan yang sangat kontroversial dengan slogan “Stop Hiring Humans.” (Berhentilah Memperkerjakan Manusia).

Kampanye ini bertujuan untuk mempromosikan produk mereka yang disebut “AI Employees” atau “Artisans,” yang dirancang untuk menggantikan tenaga kerja manusia dalam berbagai fungsi pekerjaan.

Iklan ini, yang ditampilkan di papan reklame besar, menciptakan reaksi negatif di kalangan publik, terutama di tengah krisis ekonomi dan tunawisma yang melanda San Francisco

CEO Artisan, Jaspar Carmichael-Jack, mengakui bahwa iklan tersebut memang sengaja dibuat provokatif untuk menarik perhatian. Ia menjelaskan bahwa pesan-pesan dalam iklan tersebut mencerminkan pandangan dystopian mengenai masa depan pekerjaan, dan ia berusaha untuk memicu diskusi tentang pergeseran dinamika tenaga kerja akibat kemajuan teknologi AI.
Meskipun banyak orang mengecam iklan ini sebagai simbol ketidakpekaan dan ancaman terhadap pekerjaan manusia, Carmichael-Jack menegaskan bahwa perusahaan mereka tetap menghargai kontribusi manusia dan sedang mencari karyawan baru.
Reaksi publik terhadap kampanye ini sangat beragam. Banyak orang di media sosial menganggapnya sebagai “mimpi buruk distopia” dan menyatakan keprihatinan tentang dampak otomatisasi terhadap lapangan kerja. Beberapa bahkan merusak poster iklan sebagai bentuk protes terhadap pesan yang dianggap melecehkan pekerja manusia.
Meskipun demikian, Artisan melaporkan peningkatan kesadaran merek dan penjualan yang signifikan setelah peluncuran kampanye ini, menunjukkan bahwa strategi kontroversial ini berhasil menarik perhatian media dan publik secara luas.
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Polres Jombang Berikan Beasiswa Putra-Putri Pegawai Negeri Pada Polri Berprestasi

22 Juli 2026 - 15:01 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Sakit Jantung ke Luar Negeri

22 Juli 2026 - 08:58 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Penggemar Sepakbola Takjub Lihat Kaki Jenjang Presenter

21 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

Trending di News