Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Beginilah Cara Gus Yani Meladeni Aksi Massa di Pemkab Gresik dengan Lesehan

badge-check


					Beginilah cara bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani meladeni dengan cara lesehan bersaama, saat aksi massa demo di kantor Pemkab Gresik, Senin 29 September 2025. kredeonews.com/ sanny Perbesar

Beginilah cara bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani meladeni dengan cara lesehan bersaama, saat aksi massa demo di kantor Pemkab Gresik, Senin 29 September 2025. kredeonews.com/ sanny

Penulis: Sanny    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GRESIK — Kejadian menarik terjadi ketika ratusan warga Gresik berkumpul di halaman kantor Pemkab Gresik pada hari Senin, 29 September.

Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor dan mobil, bahkan ada mobil pengantar yang membawa sistem suara. Awalnya, tujuan mereka adalah untuk berdemonstrasi.

Tapi, mereka sangat terkejut dan senang saat mengetahui bahwa orang yang seharusnya mereka protes sudah menunggu. Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, menyambut mereka dengan duduk bersila di teras kantor, tanpa ada jarak.

Warga datang untuk menanyakan tentang terbatasnya peluang kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE yang ada di Kecamatan Manyar. Di sana, banyak perusahaan besar, termasuk Freeport.

Sutrisno, salah satu penduduk Kecamatan Manyar, menyampaikan keinginannya karena ia sering mendengar banyak pabrik baru dibangun di JIIPE.

“Tapi kenyataannya, banyak warga Gresik yang masih menganggur. Apakah kami benar-benar diprioritaskan? ,” tanyanya dengan penuh harapan.

Bupati yang akrab dipanggil Gus Yani menjawab bahwa Pemkab Gresik berusaha semaksimal mungkin agar warga Gresik bisa mendapatkan pekerjaan di JIIPE.

“Kami berkolaborasi dengan pemerintah desa dan menggunakan sistem online Gresik Kerja yang terhubung dengan Dinas Tenaga Kerja. Semua lowongan pekerjaan ada di sana dan bisa diakses oleh masyarakat,” jelasnya.

Namun, seorang warga lainnya, Nurhayati, memberikan tanggapan berbeda dan mengeluhkan sistem online yang berlaku.

“Kalau online, banyak dari kami yang kesulitan. Kadang malah merasa susah. Kami sudah melamar, tapi belum ada panggilan,” keluhnya.

Mendengar keluhan tersebut, Gus Yani menegaskan bahwa mereka tidak pernah membuat proses menjadi sulit. Jika ada yang mengatakan sulit, sebaiknya lihat terlebih dahulu kompetensi pelamar. Perusahaan pasti mencari pekerja yang sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan, jadi bukan salah JIIPE atau pemerintah semata.

“Kami ingin memastikan warga Gresik tetap menjadi prioritas, tapi mereka juga harus memenuhi kualifikasi yang diperlukan oleh perusahaan,” jawabnya.

Menurut bupati, sebagian besar perekrutan di JIIPE saat ini memang sudah mengedepankan warga Gresik. Namun, ada dua kemungkinan jika seseorang belum diterima. Pertama, mungkin belum mendapat kesempatan. Kedua, keterampilan pelamar mungkin belum sesuai.

“Untuk masalah ini, pemerintah daerah lewat Dinas Tenaga Kerja akan mengundang pihak konstruksi, manajemen JIIPE, dan perwakilan warga. Kita akan berdiskusi untuk mencari solusi. Harapannya, warga yang belum mendapatkan pekerjaan dapat segera terpekerjakan,” tegasnya.

Dinas Tenaga Kerja Gresik sudah menjadwalkan pertemuan dengan pihak konstruksi dan manajemen JIIPE pada Rabu, 1 Oktober. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah nyata Pemkab untuk menangani keluhan warga.

“Intinya, kami tidak akan tinggal diam. Kami ingin memastikan bahwa warga Gresik mendapat prioritas,” tutup Gus Yani, dan warga pun memberi tepuk tangan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Trending di News