Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Assad dan Keluarganya Berada di Moskow, Rusia Tidak Mengkianati Teman

badge-check


					CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90 Perbesar

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

KREDONEWS.COM-Mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad berada di Moskow bersama keluarganya setelah Rusia memberi mereka suaka atas dasar kemanusiaan, sumber Kremlin mengatakan kepada kantor berita Rusia pada hari Minggu, dan kesepakatan telah dilakukan untuk memastikan keamanan pangkalan militer Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya mengatakan bahwa Assad telah meninggalkan Suriah dan memberikan perintah untuk transfer kekuasaan secara damai, setelah pejuang pemberontak menyerbu Damaskus tanpa perlawanan pada hari Minggu, mengakhiri hampir enam dekade kekuasaan tangan besi keluarganya.

“Presiden Suriah Assad dan anggota keluarganya telah tiba di Moskow. Rusia telah memberi mereka suaka atas dasar kemanusiaan,” kantor berita milik swasta Interfax dan media pemerintah mengutip sumber Kremlin yang tidak disebutkan namanya.

Interfax mengutip sumber Kremlin yang sama yang mengatakan Rusia mendukung solusi politik untuk krisis di Suriah, di mana Moskow mendukung Assad selama perang saudara yang panjang.

Sumber itu mengatakan negosiasi harus dilanjutkan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mikhail Ulyanov, duta besar Rusia untuk organisasi internasional di Wina, mengatakan di saluran pesan Telegram-nya: “Berita terkini! Bashar al-Assad dan keluarganya di Moskow. Rusia tidak mengkhianati teman dalam situasi sulit.”

Para pemimpin oposisi Suriah telah sepakat untuk menjamin keamanan pangkalan militer Rusia dan lembaga diplomatik di Suriah, kata sumber tersebut kepada kantor berita. Namun, beberapa blogger perang Rusia mengatakan situasi di sekitar pangkalan tersebut sangat tegang dan sumber tersebut tidak mengatakan berapa lama jaminan keamanan tersebut berlaku.

Moskow, pendukung setia Assad yang dibantunya pada tahun 2015 dalam serangan terbesarnya di Timur Tengah sejak runtuhnya Soviet, tengah berjuang untuk menyelamatkan posisinya. Pengaruh geopolitiknya di kawasan yang lebih luas dan dua pangkalan militer yang penting secara strategis di Suriah dipertaruhkan.

Kesepakatan untuk mengamankan pangkalan udara Hmeimim Rusia di provinsi Latakia Suriah dan fasilitas angkatan lautnya di Tartous di pesisir akan melegakan Moskow.

Fasilitas Tartous merupakan satu-satunya pusat perbaikan dan pengisian ulang Rusia di Mediterania, dan Moskow telah menggunakan Suriah sebagai pos persinggahan untuk menerbangkan kontraktor militernya masuk dan keluar dari Afrika.

Kehilangan Tartous akan menjadi pukulan serius bagi kemampuan Rusia untuk memproyeksikan kekuatan di Timur Tengah, Mediterania, dan Afrika, kata analis militer Barat.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional