Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Anang Sularso Dibunuh di Purwoasri, Dibuang di Keras Kediri, Ditemukan di Megaluh Jombang

badge-check


					Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander saat menggelar konferensi pers di Mapolres Jombang, Selasa, 21 April 2026. Foto: Instagram@polres_jomvang Perbesar

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander saat menggelar konferensi pers di Mapolres Jombang, Selasa, 21 April 2026. Foto: Instagram@polres_jomvang

Penulis: Arief H. Soesatyo  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Polres Jombang menggelar konferensi pers terkait temuan mayat lelaki di aliran Sungai Mrican, Megaluh, Jombang, Selasa, 21 April 2026.

Disebutkan satu pelaku utama berinisial Slamet Mahmudi (43), dan Satu pelaku lain  Mohammad Abdul Mutolib (36), disebut membantu membuang barang bukti.

Korban bernama Anang Sularso (33), warga Kediri, dan kasusnya dikaitkan dengan motif kecemburuan.

Lokasi pembunuhan yang diungkap polisi berada di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Setelah korban tewas, jasadnya dibuang ke sungai di wilayah Kras, Kediri, lalu hanyut hingga ditemukan di Desa Turipinggir, kecamatan Megaluh, Jombang.

Motif  kasus ini berawal dari pembunuhan sebelum jasad dibuang ke sungai di wilayah Megaluh, Jombang.

Dari hasil otopsi, korban berinisial Anang Sularso (33), warga Kediri, dipastikan tewas akibat luka terbuka di leher dan luka benda tajam di wajah; polisi menyebut lokasi pembunuhan berada di Kabupaten Kediri sebelum jasad dibuang ke sungai hingga ditemukan di Jombang.

Slamet Mahmudi disebut sebagai pelaku utama yang menghabisi korban karena motif cemburu. Satu pelaku lain, Mohammad Abdul Mutolib (36), disebut membantu membuang barang bukti.

Dalam sejumlah laporan, korban juga disebut sempat diajak keluar dan minum minuman keras sebelum dibunuh.

Inti temuan
Kasus ini bermula dari penemuan jasad pria tanpa identitas di DAS Mrican, Desa Turipinggir, pada 12 April 2026, dengan kondisi leher tergorok dan tubuh hampir telanjang.

Dalam konferensi pers, Polres Jombang kemudian menyampaikan bahwa kasus tersebut bukan kematian biasa, melainkan pembunuhan yang terkait peristiwa di Kediri.

Keterangan polisi
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyebut korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan kematian diduga belum genap 24 jam saat ditemukan.

Sementara itu, dalam konferensi pers, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan hasil autopsi menunjukkan luka fatal di leher yang memutus pembuluh darah utama.

Perkembangan kasus
Polisi juga menyatakan motif pembunuhan diduga dipicu kecemburuan, dan senjata tajam yang dipakai masih dicari.

Setelah korban tewas di Kediri, jasadnya dibuang ke sungai hingga hanyut ke wilayah Jombang.

Lokasi pembunuhan yang diungkap polisi berada di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Setelah korban tewas, jasadnya dibuang ke sungai di wilayah Kras, Kediri, lalu hanyut hingga ditemukan di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang [3][6]

Kronologi

  • Korban Anang Sularso sempat dilaporkan hilang kontak oleh keluarga sebelum jasadnya ditemukan
  • Minggu, 12 April 2026, warga menemukan mayat pria di aliran Sungai Mrican/area Megaluh, Jombang, dalam kondisi terluka di leher dan hampir tanpa busana
  • Identitas korban kemudian dipastikan sebagai Anang Sularso, warga Kediri
  • Hasil penyelidikan dan autopsi menunjukkan korban mengalami luka terbuka di leher dan luka benda tajam di wajah, sehingga polisi menyimpulkan ini kasus pembunuhan
  • Polisi mengungkap titik pembunuhan berada di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri
  • Setelah kejadian, jasad dibuang ke sungai di wilayah Kras, Kediri, lalu terbawa arus ke Jombang
  • Pada 20–21 April 2026, Polres Jombang mengumumkan penangkapan dua tersangka, termasuk Slamet Mahmudi (43), dalam konferensi pers. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Trending di News