Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Amran Klaim Stok Daging Aman Hingga Lebaran

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah memastikan ketersediaan daging sapi dan kerbau nasional dalam kondisi aman hingga periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, stok daging nasional saat ini cukup kuat, ditopang oleh produksi dalam negeri, stok awal tahun, serta pengaturan impor yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejalan dengan pernyataannya tersebut, pemerintah telah menetapkan kuota impor daging ruminansia untuk tahun 2026 guna memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai 794,3 ribu ton per tahun.

Dalam kebijakan tersebut, impor sapi dan kerbau bakalan sepenuhnya dialokasikan kepada pelaku usaha swasta sebanyak 700 ribu ekor, yang setara dengan sekitar 189,7 ribu ton daging. Selain itu, swasta juga mendapat alokasi impor daging lembu sebesar 30 ribu ton.

“Ini dilakukan untuk rakyat Indonesia. Dengan begini, kami bisa intervensi. Negara harus hadir, termasuk daging, itu untuk intervensi pasar. Itu tujuannya,” kata Amran mengutip dari keterangan resminya, Jumat (23/1/2026).

Sementara itu, impor daging sapi dan kerbau yang dilakukan oleh badan usaha milik negara (BUMN) diarahkan khusus untuk fungsi stabilisasi harga. Menurut Amran, langkah tersebut dilakukan agar negara memiliki instrumen intervensi ketika terjadi gejolak harga di pasar.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi dan Kerbau per 6 Januari 2026, Bapanas mencatat stok awal tahun masih mencapai 41,7 ribu ton sebagai carry over dari 2025. Dengan tambahan produksi dalam negeri sekitar 421,2 ribu ton per tahun, pasokan dari pemotongan sapi bakalan sebesar 189,7 ribu ton, serta tambahan impor, total ketersediaan daging nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 949,7 ribu ton.

Selain itu, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam bentuk daging sapi dan kerbau juga dinilai masih memadai. Hingga 22 Januari 2026, stok CPP tercatat masing-masing sekitar 8 ribu ton untuk daging sapi dan 3 ribu ton untuk daging kerbau. Stok tersebut dikelola oleh BUMN pangan, dengan ID FOOD memiliki total 11 ribu ton daging sapi dan kerbau, serta Perum Bulog sebanyak 18 ton.

Pemerintah, lanjut Amran, terus memperkuat stok CPP melalui kerja sama dengan BUMN pangan serta menyalurkannya secara aktif melalui operasi pasar, termasuk program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.

Ia menegaskan, apabila terjadi lonjakan harga atau gangguan pasokan daging sapi dan kerbau, pemerintah akan segera turun tangan. Ia juga mengungkapkan adanya indikasi pelanggaran harga acuan di tingkat produsen dan memastikan aparat penegak hukum telah dilibatkan.

“Ingat, yang diimpor oleh BUMN, itu untuk rakyat. Bukan untuk konsumsi BUMN. Tapi untuk intervensi pasar. Kenapa? Kalau terjadi lonjakan harga, yang tanggung jawab siapa? Pemerintah. Karena kalau ada apa-apa, kita bisa intervensi,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pedagang daging sapi se-Jabodetabek melakukan aksi mogok dagang di seluruh pasar dan RPH pada Kamis (22/1/2026). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes dan keprihatinan harga dan permintaan daging belakangan ini.

“Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI Bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama dalam surat pemberitahuan.

Wahyu menjelaskan aksi mogok dagang ini lantaran dengan harga sapi timbang hidup dari feedloter yang terlalu tinggi, begitu pula dengan harga karkas dari RPH yang merangkak naik.

Selain itu, dia menyebut hasil rapat pada 5 Januari 2026 dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah yang tidak terealisasi. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gempa NTT M 7 Terasa di Makassar hingga Bali, 7 Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Pemilik Dapur MBG

14 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Ada 4.770 Rekrutmen CPNS untuk Formasi Sekolah Kedinasan

14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Trending di Nasional