Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Diperiksa Petugas Pajak, Ipda Purnomo Tetap Rawat Ratusan Yatim Piatu dan ODGJ, Nonaktifkan Iklan di Youtube

badge-check


					Berangkat dari titik Nol, bangkit sebagai penolong ODGJ dan yaitim piatu dari inisiatif, pikiran, tenaga serta kerja mandiri menjadi orang hebat. Tiba tiba petugas pajak datang kepadanya bertanya soal pajak. Foto: ist Perbesar

Berangkat dari titik Nol, bangkit sebagai penolong ODGJ dan yaitim piatu dari inisiatif, pikiran, tenaga serta kerja mandiri menjadi orang hebat. Tiba tiba petugas pajak datang kepadanya bertanya soal pajak. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LAMONGAN — Nama Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal lewat kanal YouTube “Purnomo Belajar Baik” dengan lebih dari 2,7 juta pelanggan, menjadi sorotan publik setelah keputusan penting yang ia ambil pada akhir September 2026.

Awalnya ia berencana menutup sepenuhnya akun YouTube-nya, namun akhirnya memilih jalan tengah: menonaktifkan pendapatan iklan, tetapi konten tetap berjalan dan terus diunggah.

Kronologi

Pada Senin, 28 September 2026, Ipda Purnomo mengunggah pernyataan yang mengejutkan pengikutnya lewat akun Instagram pribadi @purnomopolisibaik. Ia menyampaikan rencana menutup kanal YouTube-nya.

Pemicunya: kedatangan petugas instansi pemerintah yang membawa surat tugas untuk memeriksa pendapatan yang ia peroleh dari media sosial tersebut. Pemeriksaan ini diduga berkaitan dengan kewajiban perpajakan atas penghasilan dari AdSense YouTube.

Dalam pernyataannya, Purnomo menyampaikan kekhawatirannya agar tidak muncul asumsi bahwa ia memperkaya diri sendiri dari aktivitas yang justru tujuannya membantu sesama.

Demi menghindari fitnah dan keraguan publik, ia sempat berpikir langkah terbaik adalah menghentikan seluruh aktivitas di kanal tersebut.

Namun, kabar itu menyebar cepat dan memicu gelombang dukungan luas. Ratusan panggilan telepon masuk — dari masyarakat, tokoh, hingga para pelanggan setia — memohon agar kanal itu tidak dihapus.

Mereka menyampaikan: pesan kebaikan, kepedulian, dan semangat berbuat baik yang disampaikan Purnomo sudah menjadi inspirasi bagi jutaan orang.

Menghilangkannya berarti mematikan salah satu ruang kebaikan yang paling dirasakan bermanfaat.

Tanpa Pendapatan

Pada Selasa, 29 September 2026, Ipda Purnomo menyampaikan keputusan akhirnya:

“Saya tidak menutup akun ini. Kanal ‘Purnomo Belajar Baik’ tetap berdiri, tetap mengunggah video ajakan berbuat baik. Mulai Oktober 2026, saya hanya menonaktifkan fitur pendapatan iklan. Tidak ada lagi penghasilan yang masuk dari YouTube.”

Ia menegaskan bahwa seluruh pendapatan yang diterima selama ini dari AdSense bukan untuk kepentingan pribadi. Semua disalurkan sepenuhnya untuk operasional kegiatan kemanusiaan yang dikelolanya

Ipda Purnomo merawat ratusan anak yatim piatu serta Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Lamongan dan sekitarnya. Diperkirakan jumlah yang dibantu mencapai ratusan jiwa.

“Kami tidak memperkaya diri. Semua hasilnya kembali kepada mereka yang membutuhkan. Namun demi ketenangan semua, agar tidak ada yang meragukan, saya matikan saja pendapatannya. Isinya tetap kami isi dengan kebaikan.”

Keputusan ini menuai beragam tanggapan. Banyak yang memuji ketulusan dan kerendahan hatinya.

Ada pula yang mempertanyakan: mengapa seseorang yang menyalurkan seluruh penghasilannya untuk sesama justru diperiksa, sementara pihak lain yang jauh lebih besar nilainya luput dari perhatian.

Purnomo sendiri memilih tidak memperpanjang polemik. Ia menyatakan tetap menghormati proses hukum maupun pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang, dan akan memenuhi kewajibannya sebagaimana warga negara lainnya. Namun ia juga berpesan:

“Biarkan kerja kita yang bicara. Bukan pujian, bukan pula penghasilan. Yang terpenting: ada yang terselamatkan, ada yang terbantu, dan kebaikan terus berjalan.”

Status Sekarang

  •  Kanal YouTube “Purnomo Belajar Baik” tetap aktif dan dapat diakses oleh publik
  • Pendapatan iklan dinonaktifkan per 1 Oktober 2026
  • Pemeriksaan terkait pendapatan dan kewajiban perpajakan masih berjalan
  • Pihak instansi terkait belum merilis pernyataan resmi terkait pemeriksaan tersebut
  • Kegiatan sosial dan pemberdayaan yang selama ini berjalan terus berlanjut.

Kisah Ipda Purnomo mengingatkan kita: ada orang yang justru melepaskan keuntungan agar niat baiknya tetap murni dan tak diragukan. Ia tidak berhenti berbuat baik — ia hanya berhenti menerima bayaran untuk itu.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Baru Baru Selesai Jalani Hukuman 2,5 Tahun, Kini Wagub Babel Hellyana Jadi Terdakwa Kasus Ijazah Palsu

29 September 2026 - 16:51 WIB

Seminggu Dua Kali Kebakaran Lahan di Sumobito, Wiku Birawa: Sampai September 157 Kasus

29 September 2026 - 14:51 WIB

Aneh 172 Dokter PPDS Alami Keracunan Makanan, Pihak RSUD Soetomo dan FK Unair Masih Bungkam

29 September 2026 - 13:46 WIB

Video Guru Merekam Rok Siswi di SMP Subang, Dedi Mulyadi: Usut Tuntas, Pecat!

29 September 2026 - 13:10 WIB

Rapat KPRI Jombang: Ketua Hartono Klaim Ada Aset Rp 160 M, Purwanto Tolak Laporan Pertanggungjawaban

29 September 2026 - 12:02 WIB

Jasad Pria Membusuk dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Dau Malang

29 September 2026 - 10:42 WIB

Awas PM2.5, Dokter Piprim: Karhutla Bencana Lingkungan, Juga Ancaman Darurat Kesehatan Anak!

28 September 2026 - 19:57 WIB

18 Napi Kelas Kakap Ini Jadi ‘Harta Karun’ LP Cibinong Dibongkar Ombudsman

28 September 2026 - 19:01 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:47 WIB

Trending di News