Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Jalan Yani Surabaya Lumpuh Total: Sopir GSJT di Surabaya Tuntut Hapuskan Sistem Barcode Antrean Solar

badge-check


					Bertepatan tanggal Rabu, 30 September 2026, ratusan sopir dan truk berunjuk rasa protes agar dihapus sistem antrean solar gunakan barcode. Foto: ist Perbesar

Bertepatan tanggal Rabu, 30 September 2026, ratusan sopir dan truk berunjuk rasa protes agar dihapus sistem antrean solar gunakan barcode. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA— Jalur Frontage Road Jl. Ahmad Yani arah masuk Kota Surabaya lumpuh total. Kendaraan umum tidak dapat melintas di lajur tersebut, akibat unjuk rasa terbesar pengemudi angkutan barang di Jawa Timur meletus hari ini, Rabu 30 September 2026.

Ratusan pengemudi yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi massal di ruas-ruas jalan utama Surabaya, menuntut penghapusan sistem barcode/QR Code pembelian BBM bersubsidi yang dinilai memberatkkan.

Supriyono, Koordinator GSJT Jawa Timur, bersama Angga Firdiansyah  Koordinator Lapangan/Pelaksana Aksi,  memimpin rombongan dari titik kumpul hingga ke lokasi demonstrasi di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Jumlah kendaraan yang turun ke jalan sekitar 250 hingga 1.000 unit — menyebar dalam pergerakan konvoi

Mereka terdiri dari berbagai jenis: truk towing/derek, Colt Diesel, Fuso, dan truk berbagai ukuran. Konvoi bergerak beriringan, menyatukan arus dari arah Sidoarjo dan sekitarnya menuju pusat Surabaya

Aksi ini menyebabkan terjadi kepadatan terjadi di sepanjang jalur yang dilewati, terutama Jalan Ahmad Yani dan akses ke arah Kantor Gubernur

Tuntutan

Dalam pernyataannya, Supriyono dan Angga Firdiansyah menyampaikan:

“Kami tidak menolak pengawasan, kami menolak sistem yang menyulitkan. Barcode saat mengisi solar lambat, antrean panjang di SPBU, waktu terbuang, biaya naik, pendapatan turun. Kami minta dihapuskan, dikembalikan seperti dulu.”

Mereka menegaskan:

  • Sistem barcode/QR Code menghambat distribusi barang kebutuhan pokok
  • Pengemudi terjebak antrean berjam-jam hanya untuk mengisi BBM
  • Jika tidak direspons, aksi akan diperpanjang
  • Jadwal aksi: 30 September – 2 Oktober 2026

Kronologi

  • Waktu/Fase Keterangan: Sebelum 30 Sep Koordinasi seluruh wilayah Jatim; Supriyono & Angga Firdiansyah menyusun rencana aksi & titik kumpul
  • Pagi 30 Sep, dini hari Truk-truk berkumpul di titik kumpul (Puspa Agro & sekitarnya), berdoa, berkoordinasi formasi
  • 07.00–08.30 WIB Konvoi bergerak menuju Surabaya — jumlah berkembang dari ratusan mendekati ribuan kendaraan
  • 09.00 WIB Tiba di Jl. Ahmad Yani, depan Kantor Dishub Jatim — parkir rapi sepanjang bahu jalan
  • Pagi–Siang 30 Sep Supriyono & Angga Firdiansyah menyampaikan tuntutan ke petugas & media; menunggu Kepala Dishub
  • Siang 30 Sep Polrestabes Surabaya mengamankan lokasi, mengatur rute alternatif bagi warga
  • Sore 30 Sep Belum ada keputusan resmi; massa bersiap menginap jika perlu

Jalur Aksi

Rencana lanjutan Pindah ke Kantor Gubernur → Pertamina Jagir → PT Jasa Raharja — berlanjut hingga 2 Okt
Hingga kini Belum ada konfirmasi Kepala Dishub bertemu langsung; negosiasi masih terbuka.

– Lalu lintas di Jl. Ahmad Yani dan sekitarnya padat & melambat
– Warga disarankan menghindari jalur tersebut atau berangkat lebih awal
– Pengumuman hasil pertemuan dijadwalkan akan disampaikan oleh Supriyono atau Angga Firdiansyah segera setelah ada keputusan pihak berwenang.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Diperiksa Petugas Pajak, Ipda Purnomo Tetap Rawat Ratusan Yatim Piatu dan ODGJ, Nonaktifkan Iklan di Youtube

30 September 2026 - 08:51 WIB

Baru Baru Selesai Jalani Hukuman 2,5 Tahun, Kini Wagub Babel Hellyana Jadi Terdakwa Kasus Ijazah Palsu

29 September 2026 - 16:51 WIB

Seminggu Dua Kali Kebakaran Lahan di Sumobito, Wiku Birawa: Sampai September 157 Kasus

29 September 2026 - 14:51 WIB

Aneh 172 Dokter PPDS Alami Keracunan Makanan, Pihak RSUD Soetomo dan FK Unair Masih Bungkam

29 September 2026 - 13:46 WIB

Video Guru Merekam Rok Siswi di SMP Subang, Dedi Mulyadi: Usut Tuntas, Pecat!

29 September 2026 - 13:10 WIB

Rapat KPRI Jombang: Ketua Hartono Klaim Ada Aset Rp 160 M, Purwanto Tolak Laporan Pertanggungjawaban

29 September 2026 - 12:02 WIB

Jasad Pria Membusuk dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Dau Malang

29 September 2026 - 10:42 WIB

Awas PM2.5, Dokter Piprim: Karhutla Bencana Lingkungan, Juga Ancaman Darurat Kesehatan Anak!

28 September 2026 - 19:57 WIB

18 Napi Kelas Kakap Ini Jadi ‘Harta Karun’ LP Cibinong Dibongkar Ombudsman

28 September 2026 - 19:01 WIB

Trending di News