Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hadirkan Narasumber dari Universitas Brawijaya, 84,97 Persen Desa di Wilayah Jombang Berstatus Tahan Pangan

badge-check


					Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo memimpin rapat koordinasi ketahanan pangan menghadirkan narasumber ahli pertanian dan pangan dari Universitas Barijaya dan Bulog, Selasa 21 Januari 2025. Foto: jombangkab.go,id Perbesar

Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo memimpin rapat koordinasi ketahanan pangan menghadirkan narasumber ahli pertanian dan pangan dari Universitas Barijaya dan Bulog, Selasa 21 Januari 2025. Foto: jombangkab.go,id

Penulis: Wibisoro  | Editor: Priyo Suwarno

KREDNEW.COM, JOMBANG– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang  menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan dan Paparan Hasil Penyusunan Peta Daerah Rawan Pangan,  Selasa 21 Januari 2025, di  ruang rapat Swagata, pendopo kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Rapat ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang  untuk menyinergikan upaya lintas sektor dan mengidentifikasi wilayah-wilayah yang rentan terhadap kerawanan pangan.

Pj Bupati Jombang Dr Drs Teguh Narutomo M.M dihadiri oleh Asisten, Staf Ahli, para Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Jombang.

Rapat juga menghadirkan narasumber utama  peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Prof Dr. Teti Estiasih S.Tp, M.P dari Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang serta dari Bulog.

Agenda utama rapat adalah membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok, serta mengantisipasi potensi kerawanan pangan. Paparan hasil penyusunan peta daerah rawan pangan menjadi fokus utama.

Penyusunan peta daerah rawan pangan ini sangat krusial karena memberikan informasi yang akurat dan berbasis data untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Pemkab Jombang dapat mengidentifikasi wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi dan bantuan secara lebih tepat sasaran.

Faktor-faktor seperti kemiskinan, aksesibilitas terhadap pangan, ketersediaan infrastruktur, dan kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam pemetaan.

“Selain paparan peta, rapat koordinasi juga membahas evaluasi program-program ketahanan pangan yang telah berjalan, serta merencanakan program-program ke depan. Diskusi interaktif antar peserta menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penguatan ketahanan pangan dan penanganan kerawanan pangan di Jombang”, tutur Pj Bupati Jombang.

Teguh menyatakan bahwa Filosofi Satgas Ketahanan Pangan bukan hanya sebagai forum rapat, tetapi sebagai wadah untuk bekerja, berkolaborasi, dan mencapai target bersama.

Oleh karena itu, pembagian tugas yang detail, alokasi anggaran yang jelas, serta database terpadu untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok secara real-time menjadi krusial.

Selain itu, implementasi program makan bergizi gratis juga harus didukung oleh ketersediaan bahan pangan yang memadai, dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Dengan demikian, diharapkan setiap anggota Satgas memahami perannya masing-masing dan berkontribusi secara efektif dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Jombang”, tandas Pj Bupati Jombang.

Teguh menegaskan bahwa k egiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Jombang dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Melalui koordinasi yang baik dan informasi yang akurat, diharapkan Jombang dapat meminimalisir potensi kerawanan pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat.

“Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan pangan yang terjamin”, pungkas Pj Bupati Jombang.

Hasil Penelitian Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Sebanyak 84,97% desa di Kabupaten Jombang berstatus Tahan Pangan, dan secara umum Kabupaten Jombang dikategorikan Sangat Tahan Pangan. Capaian ini merupakan bukti nyata efektivitas program-program yang telah diimplementasikan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Karhutla Gambut Bisa Diprediksi Secara Sains

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trans Jatim Koridor Malang Raya Diluncurkan 30 Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Aturan Baru Ojol 2026: Pengemudi Bebas Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Trending di News