Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Kolaborasi ABMAS ITS Menciptakan Konsep Ahli Fungsi OTEC

badge-check


					Kolaborasi ABMAS ITS Menciptakan Konsep Ahli Fungsi OTEC Perbesar

KREDONEWS.COM, SURABAYA  – Transisi menuju energi terbarukan menjadi fokus utama demi lingkungan yang berkelanjutan. Mendukung hal tersebut, tim Riset dan Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi konsep alih fungsi fasilitas minyak dan gas bumi (migas) pascaoperasi menjadi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC).

Ketua tim Riset dan Abmas ITS, Prof. Mukhtasor M.Eng Ph.D menyampaikan bahwa pipa migas bawah laut yang sudah tidak beroperasi rupanya masih memiliki masa pakai lebih dari 10 tahun. Pipa-pipa tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjalankan sistem OTEC atau pembangkit listrik tenaga panas laut dengan kapasitas 20 kilowatt (kW). “Hal ini mampu menunjang kegiatan akuakultur, agrikultur, dan desalinasi di daerah terkait,” tuturnya.

Menurut Guru Besar Departemen Teknik Kelautan ITS ini, konversi pipa migas ke pipa OTEC mewujudkan poin ke-7 Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Energi Bersih dan Terjangkau. Hal tersebut dibuktikan dengan dapat ditekannya biaya konstruksi OTEC sebab menggunakan pipa yang sudah tersedia. Tak hanya itu, penggunaan kembali fasilitas migas dapat meminimalkan biaya penghentian operasi atau decommissioning migas yang mahal.

Mukhtasor menerangkan yang dilansir its.ac.id, Abmas ini adalah bentuk sosialisasi dari riset potensi edukasi, ekonomi dan pariwisata (edu-ekowisata) berbasis OTEC yang memanfaatkan fasilitas migas pascaoperasi. Dalam riset tersebut, ITS berkolaborasi dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Timur (Brida Kaltim), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Kaltim). “Puncak kolaborasi ini ditandai dengan terselenggaranya Focus Group Discussion (FGD),” lanjutnya.

Lebih lanjut, FGD yang diselenggarakan di ITK ini dibawakan oleh Dosen Departemen Teknik Kelautan Dr Dendy Satrio S ST. Forum ini membahas mengenai pengembangan edu-ekowisata berbasis OTEC. Dendy mengungkapkan, fokusnya adalah meningkatkan kapasitas badan usaha di daerah melalui konsep alih fungsi fasilitas migas pascaoperasi. “Dengan demikian, dapat memenuhi kebutuhan energi serta mendukung perekonomian dan pembangunan di wilayah pesisir,” ujarnya.

Dendy pun mengungkapkan bahwa FDG ini menuai antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Selain itu, para pemangku kepentingan yang hadir juga menunjukkan ketertarikan terhadap ide yang diusulkan melalui berbagai saran untuk pengembangan lebih lanjut. “Diantaranya mengenai liabilitas proyek dari Pertamina Hulu Kaltim serta izin penggunaan ruang laut dan pesisir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” sebutnya.

Tidak hanya mengadakan FGD, Dendy dan tim juga telah melakukan kunjungan lapangan guna mengumpulkan pandangan masyarakat terkait proyek ini. Kunjungan tersebut menyasar kepala desa, nelayan, petani lokal, serta pelaku pariwisata di Desa Semangko, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lebih lanjut, Dendy menjelaskan bahwa hasil kunjungan ini menunjukkan dukungan dan respons positif dari masyarakat terhadap inisiatif yang diusulkan.

Melalui dukungan dan masukan yang telah diperoleh, Dendy berharap ide ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pengembangan proyek ini pun diharapkan dapat menjawab kebutuhan energi sekaligus berkontribusi pada penguatan perekonomian dan pembangunan di kawasan pesisir. “Sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” tutupnya.

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Pengacara Muda Rocky Martin Napitupulu Tewas Terjatuh dari Tingkat 46 Apartemen Mastepiece Jakarta

20 Juli 2026 - 14:08 WIB

Pelaku Perampokan Bersenjata Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi, Kini Ditahan di Mapolda Banda Aceh

20 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menang di PTUN, Warga Mutiara Regency Total Hadapi Bupati Sidoarjo yang Ajukan Banding

19 Juli 2026 - 20:56 WIB

Trending di News