Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Puluhan Ibu dan Anak Diangkut ke RSUD Kalisari, Diduga Keracunan PMT dari Posyandu Rawabelang Batang

badge-check


					Puluhan warga Rawabelang, Batang, Jateng dirawat di RS Kalisari, diduga keracunan makan PNT olahan dari posyandu setempat. Foto: iat Perbesar

Puluhan warga Rawabelang, Batang, Jateng dirawat di RS Kalisari, diduga keracunan makan PNT olahan dari posyandu setempat. Foto: iat

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BATANG — Puluhan warga Dusun Rowosuko, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD Kalisari, Selasa pagi, 22 September 2026, setelah diduga mengalami keracunan massal.

Sebagian besar korban adalah lanjut usia dan balita yang sebelumnya mengonsumsi makanan tambahan dari kegiatan Posyandu setempat.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, kejadian bermula pada Senin sore, 21 September 2026, saat para kader Posyandu membagikan pangan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada warga yang hadir.

Menu yang disajikan berupa bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem. Tak berselang lama setelah dikonsumsi, sejumlah warga mulai mengeluhkan pusing, mual, diikuti muntah dan diare.

Keluhan semakin meluas hingga dini hari berikutnya, sehingga pada pagi harinya korban dibawa secara berkelompok ke RSUD Kalisari untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim medis yang menangani langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap para korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan kuat mengarah pada kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) yang terdapat pada salah satu jenis makanan yang dikonsumsi.

Namun, pihak medis menyatakan bahwa pemeriksaan sampel secara menyeluruh masih berlangsung di laboratorium untuk memastikan jenis bakteri, tingkat pencemaran, serta makanan mana yang menjadi sumber utama.

Keterangan dari orang tua korban menyampaikan bahwa mereka berharap ada kejelasan segera mengenai proses pengolahan, kebersihan, dan asal bahan makanan yang dibagikan.

Sementara itu para kader Posyandu menyatakan bahwa kegiatan pembagian makanan dilakukan seperti biasa dan belum mengetahui pada tahap mana terjadi pencemaran.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. H. Syaifuddin Zuhri mengonfirmasi kejadian, menyatakan sampel diperiksa, mengimbau warga telah menerima laporan kejadian dan sedang melakukan penelusuran di lokasi serta pengambilan sampel sisa makanan.

Belum ada kepastian apakah kasus ini akan ditingkatkan ke ranah pidana atau dinyatakan sebagai murni kelalaian higiene.

Perlu diluruskan pula bahwa hingga saat ini tidak ditemukan keterkaitan kegiatan ini dengan lembaga pendidikan tertentu.

Kegiatan pemberian makanan berpusat di Posyandu, sehingga anak-anak yang ikut serta adalah warga balita setempat, bukan kegiatan belajar mengajar sekolah. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi tim penyelidik sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut.

Kronologi

  • Senin sore, 21 September 2026 — Kader Posyandu membagikan PMT berupa bubur kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem kepada warga Dusun Rowosuko, Desa Rowobelang.
  • Senin malam hingga dini hari — Sebagian warga mulai mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan tersebut.
  • Selasa pagi, 22 September 2026 — Puluhan warga yang terdiri dari lansia dan balita dilarikan ke IGD RSUD Kalisari untuk mendapat penanganan medis.
  • Selasa siang — Pemeriksaan awal tim medis mengindikasikan dugaan kontaminasi bakteri E. coli; sampel dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Selasa hingga Rabu — Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan melakukan penelusuran di lokasi kejadian; hasil lengkap penyelidikan belum dirilis.
  • Sampai saat ini — Belum ada nama korban yang dipublikasikan; belum ada kepastian makanan mana yang tercemar; belum ada keterlibatan sekolah yang terkonfirmasi.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang, Holi Menguber dan Tabrak Pencuri Motor Miliknya Hingga Tewas di Ranuyoso

22 September 2026 - 20:34 WIB

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Trending di News