Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Update Gempa Flores: 47 Korban Tewas, 5.000 Orang Mengungsi

badge-check


					SAR, BPBD, TNI, Polri turun ke area kerusakan efek gemla mag 7.7 yang terjadi Florrs, NTT. Foto: antara Perbesar

SAR, BPBD, TNI, Polri turun ke area kerusakan efek gemla mag 7.7 yang terjadi Florrs, NTT. Foto: antara

Penulis; Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.CON, JAKARTA — Indonesia kembali berduka. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang perairan lepas pantai utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Hingga Minggu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 47 orang meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Gempa terjadi pukul 06.00 WITA. Pusat gempa berada sekitar 68 kilometer barat laut Kota Ende, pada kedalaman yang relatif dangkal.

Guncangan terasa sangat kuat di hampir seluruh wilayah Pulau Flores, memicu kepanikan massal. Warga berhamburan keluar rumah, banyak yang terbangun dalam kondisi gelap gulita akibat pemadaman listrik pascagempa.

“Yang terasa itu guncangannya lama dan keras sekali. Kami langsung lari ke luar rumah karena takut bangunan roboh menimpa kami,” ujar Abdul Mutas, 63, warga Desa Sikka yang semalaman tidur beralaskan terpal bersama keluarganya di tanah lapang.

“Air laut sempat terlihat naik mendadak, jadi kami semakin panik. Saya nyaris tidak sempat membawa barang apa pun, hanya pakaian di badan,” tambahnya kepada awak media.

Data resmi BNPB yang dirilis Minggu menyebutkan lebih dari 1.300 unit rumah mengalami kerusakan. Lebih dari dua pertiganya dikategorikan rusak berat atau hancur total.

Sejumlah fasilitas publik juga tak luput dari kerusakan: gedung sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga rumah ibadah di beberapa kabupaten mengalami kerusakan struktural yang cukup parah.

Jumlah korban luka-luka tercatat mencapai 113 orang, sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam keterangannya yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional.

Sementara itu, sekitar 5.000 warga yang rumahnya rusak atau berada di zona rawan terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat yang disiapkan pemerintah daerah maupun relawan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sesaat setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut dicabut beberapa jam kemudian setelah evaluasi data lapangan.

BMKG mencatat gelombang air laut setinggi kurang lebih 1 meter sempat teramati di wilayah pesisir Maurole, Kabupaten Ende, namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan di kawasan pantai.

Hingga berita ini ditulis, aktivitas kegempaan di wilayah tersebut masih terus berlangsung.

BMKG mencatat lebih dari 340 kali gempa susulan dengan berbagai kekuatan.

Tim SAR gabungan dari berbagai instansi masih bekerja melakukan pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun puing-puing bangunan.

BNPB menegaskan sebanyak 50.000 paket bantuan logistik dengan total berat mencapai 275 ton sedang didistribusikan melalui jalur darat maupun udara ke berbagai wilayah terdampak di Flores.

Medsos

Dalam peredaran informasi di media sosial, sempat muncul angka korban yang berbeda-beda — antara lain unggahan di platform tertentu yang menyebutkan 51 orang tewas.

Perbedaan angka semacam ini kerap terjadi pada fase tanggap darurat bencana, terutama karena tidak semua platform menerapkan standar jurnalisme yang mewajibkan pencantuman sumber data dan narasumber secara jelas.

Padahal, dalam prinsip jurnalisme, pencantuman sumber yang terverifikasi sangat penting untuk menjamin akurasi informasi publik, khususnya yang berkaitan dengan data bencana.

Prinsip “melindungi narasumber” hanya berlaku untuk informasi yang bersifat rahasia atau dapat membahayakan keselamatan narasumber

. Tanpa keterbukaan sumber, data bencana mudah dibesar-besarkan, dicampur dengan spekulasi, dan disebarkan tanpa jejak pertanggungjawaban.

Hingga Minggu malam, proses pendataan korban dan kerusakan masih terus berlangsung secara bertahap.

Angka resmi 47 orang meninggal dunia yang dirilis BNPB masih bisa berubah seiring berjalannya proses pembersihan puing-puing dan verifikasi data di lapangan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapur SPPG Puri Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Terluka

16 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Massa Pesilat Serang Desa Plumbon Gambang, Dua Warga Lukaluka Kaca Mobil Kades Pecah

16 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Gempa Mag 7,7 Guncang Flores, Pemerintah: Waspadai Tsunami

15 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Iran Mampu Bikin Dunia Krisis Teknologi bagi Dunia: Helium dan Hormuz

14 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Presiden Resmikan Jembatan Garuda Carangwulung Bersama 3.395 Jembatan di Indonesia

14 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Trending di News