Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dan Solar subsidi tidak akan naik. Hal ini ditegaskan usai harga BBM nonsubsidi Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan kebijakan untuk tidak menaikkan harga Pertalite dan Solar merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli dan melindungi masyarakat kecil.

“Karena itu presiden memerintahkan agar harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dijamin tidak naik, demi melindungi kelompok rentan, melindungi daya beli masyarakat kecil, serta menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya saat dihubungi detikcom, ditulis Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Anggia menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax sejak kemarin tidak lepas dari gejolak kondisi geopolitik global yang membuat harga minyak dunia bergerak sangat fluktuatif.

“Dan ini tentu mau tidak mau berpengaruh terhadap harga BBM di tanah air. Terutama untuk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax salah satunya, dan BBM nonsubsidi ini, penyesuaian harganya mengikuti mekanisme pasar, sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Anggia mengungkapkan bahwa dalam penetapan harga tersebut terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi harga keekonomian BBM, mulai dari harga produk BBM di pasar internasional, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga biaya distribusi, penyimpanan, dan perpajakan.

“Karena itu penyesuaian harga BBM NON subsidi, cepat atau lambat, tidak terhindarkan,” ujarnya.

Anggia mengatakan bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di Indonesia, negara tetangga di kawasan Asia Tenggara menurutnya lebih dulu menaikkan harga. Bahkan kenaikan harganya lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.

“Yang harus kita pahami bersama, seperti yang kita tahu juga di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, kenaikan harga BBM sejenis sudah lebih dulu terjadi, dan jauh lebih tinggi dari harga BBM sejenis di tanah air,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS Catat Harga Cabai di Jatim Turun Tajam, Rawit Merah Kini Rp45 Ribu per Kg

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

BMKG Ungkap Musim Hujan di Jawa Timur akan Berlangsung Selama Empat Bulan Saja

30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Trending di Nasional