Menu

Mode Gelap

News

Sarasehan Tempat dan Tahun Lahir Bung Karno: Surabaya (1901) Vs Jombang (1902) di Sekretariat DPC PDI-P

badge-check


					RN Bayu Aji, dosen sejarah Unesa, juga pengurus Dewan Kesenian Surabaya (DKS) tampil sebagai pembanding sarasehan membahas tempat dan tanggal lahir Bung Karno. Acara dilaksanakan di sekretariat DPC PDI- Perjuangan Jombang, Senin 1 Juni 2026. Foto: kredonews.com/priyo suwarno Perbesar

RN Bayu Aji, dosen sejarah Unesa, juga pengurus Dewan Kesenian Surabaya (DKS) tampil sebagai pembanding sarasehan membahas tempat dan tanggal lahir Bung Karno. Acara dilaksanakan di sekretariat DPC PDI- Perjuangan Jombang, Senin 1 Juni 2026. Foto: kredonews.com/priyo suwarno

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG – Inilah pertemuan perdana dua kubu Surabaya (1901) dan Jombang (1902) dalam acara semi formal untuk mencari kepastian dimana dan kapan Bung Karno dilahirkan.

DPC PDI-P bertindak sebagai promotor sekaligus fasilitator untuk menggelar  sarasehan sejarah bertajuk “Bung Karno Lahir di Ploso, Jombang, 6 Juni 1902.

Sekitar seratus orang hadir pada acara digelar di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Senin malam (1/6/2026).

Acara berlangsung hangat dan penuh perdebatan ilmiah. Acara ini tercatat sebagai momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya secara formal, dua kubu peneliti sejarah yang berbeda pandangan—kubu Jombang dan kubu Surabaya—bertemu dalam satu panggung untuk memaparkan bukti dan argumen masing‑masing terkait tempat dan tanggal kelahiran Sang Proklamator, Ir. Soekarno.

Suasana sarasehan bertajuk: Bung Karno Lahir di Ploso, Jombang, 6 Juni 1902. Dilaksanakan di sekretariat PDI-P Jombang, Senin malam, 1 Juni 2026. Foto: kredonews.com/priyo suwarno

Sarasehan  ini menghadirkan tiga pemateri utama dari kubu Jombang, yakni:

  • Binhad Nurrohmat (Inisiator  Titik Nol Ploso),
  • Moch Faisol (Kompas Jombang),
  • dan Nasrul Ilah (TABC Jombang).
  • Sementara dari sisi akademisi yang mewakili pandangan sejarah umum, hadir Rojil Nugroho Bayu Aji, dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekaligus Pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya, yang bertindak sebagai penyanggah sekaligus pembanding argumen.

Dalam paparannya, tim Jombang melontarkan temuan baru yang dinilai sangat kuat dan berbasis dokumen resmi.

Mereka mengungkapkan bukti berupa Besluit atau surat keputusan/surat tugas Pemerintah Hindia Belanda tertanggal 28 Desember 1899, yang menugaskan ayahanda Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, untuk bertugas dan menetap di wilayah Ploso.

Berdasarkan dokumen tersebut serta penelusuran artefak tertulis dari arsip Belanda dan data yang dikumpulkan Institut Teknologi Bandung (ITB), kubu Jombang menegaskan: Bung Karno lahir di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Ploso, Jombang, tepatnya di wilayah RT 02 RW 05, pada tanggal 6 Juni 1902.

“Berdasarkan surat tugas tahun 1899 itu, Raden Soekeni sudah berdomisili resmi di Ploso. Enam bulan setelah kelahiran di tahun 1902 itulah bukti kuat bahwa Sang Proklamator lahir dan hingga sekolah Ongko Loro di tanah ini. Ini fakta baru yang kami tawarkan untuk melengkapi sejarah bangsa,” urai Binhad Nurrohmat dan kawan‑kawan dalam paparannya.

Pandangan Bayu Aji

Di sisi lain, Bayu Aji hadir membawa pandangan berbeda, mewakili pendapat sejarah yang selama ini banyak beredar dan dibukukan.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai penerbitan buku, koleksi artefak, serta referensi perpustakaan nasional maupun daerah, ia tetap mempertahankan argumen bahwa Bung Karno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901.

“Saya menyampaikan apa yang selama ini menjadi rujukan akademik dan penerbitan yang ada. Sejauh data yang saya telusuri dan miliki, catatan masih menyebutkan Surabaya sebagai tempat lahirnya pada tahun 1901, meskipun saya tidak merinci titik lokasi persisnya di mana,” jelas Bayu Aji di tengah diskusi yang berjalan cair namun kritis.

Perbedaan pandangan ini menjadikan sarasehan malam itu sangat menarik dan berisi.

Hingga sesi diskusi berakhir, belum ada kesepakatan tunggal yang diambil, atau dalam istilah awam disebut masih “fifty‑fifty”.

Kubu Jombang tampil membawa data arsip baru yang spesifik lokasi dan waktu, sementara kubu Surabaya berpegang pada rangkaian sejarah, buku, dan referensi yang sudah lama ada dan diakui umum.

Meski berbeda pendapat, pertemuan ini dianggap langkah maju pelestarian sejarah.

Ketua TACB Jombang Arif Yulianto menyerahkan foto fakta sejarah kepada ketua DPC PDI-P Jombang, Sumrambah. foto Mas Kiai Surosentono yang membantu proses kelahiran Soekarno di Ploso dan gambar Sumojani yang menanam plasenta Soekarno di Ploso. Lokasi Kabuh, 1925. Foto: kredonews.com/

Gedung Baru

Diskusi ini berlangsung di gedung sekretariat baru PDI Perjuangan Jombang di Jl. Wahid Hasyim No. 45. Gedung berlantai dua ini diresmikan 24 Januari 2026 lalu.

Ketua DPC, Sumrambah, menilai perdebatan ini adalah hal wajar dan ilmiah. “Pertemuan pertama ini membuktikan Jombang serius merawat sejarah. Fakta baru yang kami miliki menjadi tawaran berharga bagi sejarah nasional. Perbedaan pandangan justru memicu semangat meneliti lebih dalam lagi, demi kebenaran sejarah Bung Karno dan kebanggaan bangsa,” tegas Sumrambah.

Sarasehan ini ditutup dengan harapan agar perbedaan data ini menjadi pemicu penelusuran bukti‑bukti yang lebih lengkap lagi di masa mendatang, sehingga kelak kebenaran sejarah kelahiran tokoh bangsa ini dapat diketahui publik secara utuh dan pasti.

Malam itu, Ketua TACB Arief Yulianto menyerahkan kenang kenangan berupa bingkai foto kuno hasil blusukan tentang fakta sejarah kelahiran Bung Karni ‘Penyair’ Kuburan Binhad Nurrohmat.

Hadiah ini pun kemudian langsung direspon oleh Sumramnah, bahwa dirinya memesan patung Bung Karno saat masih kecil.

“Patung ini jika sudah selesai akan saya hadiahkan dan di tempat situs Titik Nol, Ploso Jombang,” kata Sumrambah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisne (11): Balas Dendam Tanpa Batas

2 Juni 2026 - 15:58 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Edukasi Investasi Emas kepada 100 Muslimat di Tuban

2 Juni 2026 - 15:13 WIB

Satu Pelaku Begal HP Tak Berkutik Dibekuk Polisi

2 Juni 2026 - 14:45 WIB

Dadan Hindayana: BGN Siap Jajagi Layanan MBG bagi 1500 Siswa RI di Arab Saudi

2 Juni 2026 - 09:05 WIB

Upacara Kelahiran Pancasila di Titik Nol, Gang Buntu Desa Rejoagung Ploso Jombang

1 Juni 2026 - 19:39 WIB

1 Juni Isyarat Memutar Kembali Nilai-nilai Luhur Pancasila

1 Juni 2026 - 16:23 WIB

Pabrik Pengolahan Serbuk Kayu Terbakar di Mojowarno, Kerugian Mencapai Rp350 Juta

31 Mei 2026 - 21:13 WIB

Indonesia Sedang Demam Veronika, Karya Verry Klau dari Malaka NTT

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Menelisik Akar Terorisne (10): Kaum Anabaptist dan Terror Millennium

31 Mei 2026 - 10:23 WIB

Trending di News