Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG- Sekitar 21 santri dari Pondok Pesantren Attaubah di Betek, Mojoagung, Jombang—terdiri dari 20 santriwati dan 1 santri—dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jombang.
Mereka diangkut menggunakan ambulans setelah mengalami gejala keracunan makanan massal. Persitiwa ini terjadi Kamis malam, 5 Maret 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.
Mereka diduga sakit setelah makan nasi rawon saat berbuka puasa, meski penyebab pastinya masih diselidiki polisi setempat.
Kapolsek setempat, Kompol Yogas, mengonfirmasi evakuasi santri tersebut ke rumah sakit terdekat. Video yang beredar di media sosial menunjukkan ambulans mengangkut mereka satu per satu dari pesantren.
Hingga Kamis malam, para santri sedang dirawat, dengan polisi menangani penyelidikan lanjutan terkait dugaan makanan terkontaminasi. Belum ada pembaruan kondisi terbaru mereka.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah santri secara bergantian dievakuasi oleh petugas ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil ambulans.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan adanya peristiwa itu. Dia menyebut, ada 21 yang keracunan. Terdiri dari 20 santri perempuan dan 1 santri laki-laki yang
“Mereka santri pondok pesantren Attaubah. Dibawa ke PKU Muhammadiyah,” kata Yogas, saat dkkonfirmasikan awak media.
Disebutkan gejala keracunan mulai dirasakan para santri setelah menyantap nasi rawon saat buka puasa. Belum diketahui pasti, apakah makanan itu yang menjadi penyebabnya.
“Kita belum bisa memastikan apakah karena nasi rawon tersebut, nanti saya kabari lagi,” kata Yogas, menutup.
Peristiwa keracuan massal tersebut sudah ditangani polisi. Petugas media masih melakukan perawatan terhadap para korban. **







