Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, ISRAEL- Perang juga mengguncang dunia medsos Indonesia. Topiknya adalah benar atau hoaks isu tewasnya Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Isu sudah ada dan beredar luas di jagad maya. , Persoalannya apakah benar atau tidak? Saat ini masih saling silang.
Hingga hari Kamis, 5 Maret 2026, dunia maya masih bekutat pro-kontra informasi tewasnya Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Belum ada bantahan atau pun pernyataan resmi dari pihak Israel tentang kabar itu.
Berbeda dengan saat pemimpin tertinggi Islam, Ayatollah Ali Khamenei, hanya dalam tempto sehari, pihak Iran telan memberikan konfirmasi remi tentang gugurnya pemimpin beaar itu telah gugur.
Saat itu, tokoh Indonesia yang sudah resmi menyatakan bela sungkawa adalah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla saja. Sedangkan pemerintah resmi Indonesia, hingga saat ini belum menyampaikan sikap duka cita atas meninggalnya Aytollah Ali Khemenei.
Influencer Indonesia Mardigu, sejak Rabu 4 Februari 2026, mengutip isu atau kabar ddari dunia masya, ia mewartakan bahwa Netanyahu tewas oleh serangan rudal Iran. Namun kemudian dia menambahkan kalimat, bahwa kebenaran isu menunggu verifikasi dari pihak yang kompeten.
Sudah lebih tiga hari ini dunia medsos Indonesia sangat riuh memberitakan tewasnya Netanyahu. Satu pihak dengan menyuguhkan video, foto, dan narasi pembenaran atas tewasnya perdana mentri Israel itu. Sebaliknya, banyak pula yang menyebutkan bahwa berita itu hoaks.
Mereka menyatakan Netanyahu masih hidup dan baru-baru ini memberikan pernyataan publik terkait eskalasi konflik dengan Iran.
Rumor ini muncul sejak akhir Februari hingga awal Maret 2026 di platform seperti X (Twitter) dan Facebook, sering disertai video orang berduka atau cuplikan lama yang diklaim sebagai pemakaman Netanyahu.
Narasi menyebut Netanyahu tewas akibat rudal Iran saat rapat, dengan klaim palsu dari Al Jazeera yang cepat dihapus. Faktanya, Netanyahu berpidato pada 1 Maret 2026, menegaskan serangan Israel-AS ke Teheran akan berlanjut setelah kematian Ayatollah Khamenei.
Media mainstream Indonesia seperti Kompas, Suara.com, Viva, dan Antara News melaporkan serangan rudal Iran ke kantor Netanyahu pada 2 Maret 2026, tapi dengan cepat membantah klaim kematiannya sebagai hoaks.
Liputan Utama
Kompas.com menyiarkan klaim IRGC soal rudal hipersonik Kheibar Shekan yang menarget kantor Netanyahu, namun klarifikasi mereka tegas menyatakan Netanyahu masih hidup dan aktif hingga 3 Maret 2026, termasuk tinjauan situs serangan.
Misalnya Antara fokus pada cek fakta, menyebut video viral manipulasi dari hoaks Juli 2025 yang dipakai ulang.
Namun banyak pula website, akun instagram, faceboock dan tiktok serangan tanpa konfirmasi korban, Israel bilang “tidak ada luka”. Secara keseluruhan, media arus utama hati-hati, prioritaskan verifikasi, dan hindari sensasionalisme—sesuai standar jurnalistik Indonesia di tengah eskalasi Iran-Israel.
Pro dan Kontra Reaksi
-
Pro hoaks (senang/mendukung): Banyak pengguna pro-Palestina atau anti-Israel, seperti akun @blackrenge85717, merayakan dengan “Alhamdulillah iblis itu mati”, memicu doa dan euforia di kalangan tertentu.
-
Kontra hoaks (kecewa/menolak): Pengeceka fakta seperti IDN Times dan Radar Banyuwangi membantah keras, menunjukkan Netanyahu aktif; warganet lain mempertanyakan sumber dan menyerukan verifikasi untuk hindari misinformasi.
Konflik Israel-Iran memanas dengan serangan AS-Israel tewaskan Khamenei, tapi Netanyahu tetap memimpin dan ancam lanjutkan operasi. PBB kecam aksi itu sebagai ancaman perdamaian dunia. **







