Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kades Lasiman: Setidaknya 100 Ha Sawah Terendam Banjir di Gedongombo

badge-check


					Hujan deras menyebab banjir di Jombang, hal ini menyebabkan sekitar 100 hektar sawah di desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, terendam air. Dipastikan petani mengalami kerugian, karena gagal panen. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto. Perbesar

Hujan deras menyebab banjir di Jombang, hal ini menyebabkan sekitar 100 hektar sawah di desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, terendam air. Dipastikan petani mengalami kerugian, karena gagal panen. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto.

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Intensitas hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan hektare sawah terendam banjir.

Kondisi ini memicu kekhawatiran petani akan ancaman gagal panen, khususnya di wilayah Kecamatan Ploso.

Luapan Kali Marmoyo menggenangi lahan pertanian di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, sehingga aktivitas pertanian terganggu.

Genangan air dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Banjir tersebut dinilai berisiko tinggi merusak tanaman padi yang rata-rata masih berusia sekitar satu bulan.

Petani khawatir, apabila genangan air bertahan lebih dari tujuh hari, maka tanaman padi berpotensi mati dan gagal panen.

Seorang petani setempat, Andi (38), mengaku mengalami kerugian akibat banjir yang tak kunjung surut.
“Sampai sekarang belum surut. Ya sudah pasti banyak yang merugi,” ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.

Kekhawatiran petani semakin meningkat karena sebagian besar dari mereka sebelumnya telah melakukan tanam ulang akibat banjir pada musim hujan sebelumnya.

“Di sini sudah langganan banjir. Kalau hujan deras, ancaman gagal panen itu nyata. Sebelumnya sudah kena banjir, sudah tanam ulang, sekarang banjir lagi,” kata Andi.

Sementara itu, Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, menyebutkan sedikitnya 100 hektare sawah terdampak banjir akibat luapan Kali Marmoyo.

Lahan pertanian tersebut tersebar di lima dusun, yakni Dusun Balong, Gedong, Kalianyar, Sukoanyar, dan Kalimati, yang seluruhnya telah ditanami padi.

Menurut Lasiman, banjir akibat luapan Kali Marmoyo merupakan persoalan klasik yang hampir selalu terjadi setiap musim hujan.

Ia berharap ada penanganan serius dari pemerintah, terutama melalui normalisasi sungai, guna meminimalisir dampak banjir yang berulang.

“Harapannya segera ada tindak lanjut normalisasi sungai supaya saat hujan deras genangan cepat surut. Dampaknya bukan hanya ke lahan pertanian, tapi juga ke permukiman warga,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di News