Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, LABUHAN BAJO- KM Putri Sakinah tenggelam di perairan antara Pulau Komodo dan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada 26 Desember 2025. Kapal juga membawa keluarga Fernando Martin, pelatih bola Spanyol, yang tenggelam di perairan dekat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
Dari total 11 penumpang kapal KM Putri Sakinah, tujuh orang telah dievakuasi hidup-hidup, termasuk istri Fernando (Andrea Ortuno) dan satu putrinya (usia 7 tahun), serta kru kapal.
Fernando Martin (44 tahun) dan tiga anaknya (usia 9, 10, dan 12 tahun) dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan. Istri Martin, Andrea Ortuno, serta putri mereka yang berusia 7 tahun selamat, begitu juga 4 awak kapal dan 1 pemandu.
Hingga 28 Desember 2025, operasi SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian, korban yang belum ditemukan.
Kapal berangkat pukul 20.00 WITA dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar dengan 11 penumpang: enam wisatawan Spanyol, empat kru, dan satu pemandu wisata.

Fernando Martin Carreras, tim pelatih Klub Valencia CF, termasuk di dalam perahu wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di laut Labuhan Bajo, Jumat 26 Desember 2025. Foto: murekgo
Sekitar pukul 20.30 WITA, kapal mati mesin, terbalik akibat ombak tinggi hingga 1,5 meter, dan tenggelam. Tujuh orang selamat dievakuasi dini hari oleh Kapal Nepton dan tim SAR: dua wisatawan Spanyol (ibu dan anak), satu pemandu, serta empat kru.
Identitas
Keempat korban hilang merupakan satu keluarga asal Spanyol: seorang ayah (pelatih tim Valencia CF Femenino B, Fernando Martín), satu anak perempuan, dan dua anak laki-laki. Istri/ibu keluarga tersebut selamat bersama anak lainnya.
Pada hari ketiga (28 Desember 2025 pagi), tim SAR gabungan melanjutkan operasi mulai pukul 06.30 WITA, tetapi hingga pukul 08.20 belum ada temuan korban. Kendala utama meliputi gelombang 0,25-1,5 meter, arus kuat, hujan lebat, dan visibilitas rendah; serpihan kapal ditemukan dalam radius <5 mil laut dari lokasi.
Basarnas Maumere di bawah Fathur Rahman memimpin upaya, dengan pemeriksaan keselamatan pelayaran sedang dilakukan.
Keempat korban hilang dari insiden kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di Labuan Bajo adalah satu keluarga asal Spanyol, yang hingga 28 Desember 2025 dikonfirmasi meninggal dunia oleh klub Valencia CF dan otoritas Spanyol. Mereka terdiri dari Fernando Martín Carreras (ayah, pelatih Valencia CF Femenino B) dan tiga anaknya.
Profil Fernando Martín
Fernando Martín Carreras lahir 27 Agustus 1981 di Valencia, Spanyol, mantan pemain sepak bola sebagai bek tengah di klub seperti Alcoyano dan Cartagena. Pada 2025, ia menjabat pelatih tim cadangan wanita Valencia CF Femenino B setelah 10 tahun di akademi klub tersebut. Ia meninggal pada 27 Desember 2025 usia 44 tahun akibat kecelakaan kapal di perairan Pulau Padar, Indonesia.
Tiga anak Fernando Martín tewas — tidak disebutkan nama lengkapnya secara publik. Satu anak perempuan dan dua anak laki-laki; istri/ibu dan satu anak perempuan lainnya selamat. Klub Valencia CF menyatakan duka mendalam atas kehilangan Fernando dan ketiga anaknya.
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025, menewaskan empat anggota keluarga wisatawan Spanyol. Kronologi dimulai dari keberangkatan kapal hingga evakuasi korban selamat, dipicu oleh mati mesin dan ombak tinggi.
Timeline Kejadian
-
Pukul 20.00 WITA: KM Putri Sakinah berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar membawa 11 orang (6 wisatawan Spanyol, 1 pemandu, 4 kru).
-
Pukul 20.30 WITA: Kapal mati mesin, terbalik akibat gelombang swell hingga 1,5 meter, lalu tenggelam cepat di lokasi koordinat 8°44’48″S 119°44’37″E.
-
Pukul 21.00 WITA: Laporan darurat diterima tim SAR; Kapal Nepton evakuasi 3 orang awal, diikuti tim SAR gabungan selamatkan 4 lainnya dini hari.
Tujuh selamat dievakuasi ke Labuan Bajo: ibu dan satu anak perempuan Spanyol, satu pemandu, serta empat kru. Empat hilang (Fernando Martín Carreras dan tiga anaknya) ditemukan puing kapalnya beserta barang pribadi, tapi cuaca buruk hambat SAR hingga 28 Desember. Basarnas Maumere pimpin operasi di bawah Fathur Rahman, dengan BMKG catat gelombang aman tapi swell tak terpantau. **






