Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, ACEH– Warga korban banjir bandang di Langsa, Aceh, dilaporkan diminta membayar Rp 20.000 per jam untuk mengakses layanan internet Starlink melalui hotspot, meskipun layanan tersebut seharusnya gratis.
Keluhan ini pertama kali viral melalui unggahan di X pada 1 Desember 2025, lengkap dengan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan permintaan pembayaran sebelum password diberikan, bahkan hanya untuk konfirmasi keselamatan keluarga.
Oknum tak bertanggung jawab ini diduga menyalahgunakan terminal Starlink yang disediakan untuk bencana.
Starlink secara resmi menggratiskan layanan internet bagi korban banjir di Sumatra hingga akhir Desember 2025, baik untuk pelanggan baru maupun yang sudah ada atau ditangguhkan.
Perusahaan milik SpaceX ini mengonfirmasi melalui X dan email bahwa kredit layanan diterapkan otomatis tanpa perlu pengajuan, serta bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk relokasi terminal di wilayah terdampak. Kebijakan ini bagian dari standar SpaceX untuk bencana alam global, seperti ditegaskan Elon Musk.

Kutipan lewat medsos warga Langsa kena palak Rp 20.000/ jam, untuk akses hotspot Starling di wilayahnya. Foto: Instagram@kemenkurnews
Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 17 unit Starlink sebagai bantuan BNPB untuk memperlancar komunikasi di Sumatera Utara yang terdampak banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025.
Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 17 unit Starlink melalui BNPB utamanya untuk Sumatera Utara sebagai bantuan komunikasi darurat akibat banjir dan longsor, dengan distribusi disesuaikan kebutuhan lapangan di wilayah terparah seperti Tapanuli Tengah.
BNPB mengoperasikan perangkat ini di titik-titik pengungsian dan posko yang mengalami pemadaman listrik serta kerusakan jaringan seluler. Setiap unit mencakup genset pendukung dan dirancang melayani radius 100 meter untuk menghindari kerumunan pengungsi.
Di Aceh, Starlink aktif di lima wilayah paling parah: Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang, termasuk pengiriman udara ke Langsa dan Aceh Tamiang via Bandara Kuala Medan untuk membuka jalur komunikasi di area terisolasi.
Mobilisasi lanjutan ke wilayah lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sedang berlangsung, mencakup 11 dari 17 kabupaten/kota terdampak. Di Aceh Tenggara, Polres menyediakan WiFi Starlink untuk korban di Desa Lauser, Kecamatan Ketambe.
Banjir ini menyebabkan puluhan korban jiwa, ribuan pengungsi, serta pemutusan listrik dan telekomunikasi, menjadikan akses internet krusial untuk evakuasi dan informasi. Publik menyatakan kemarahan atas pungli ini, memicu klarifikasi cepat dari Starlink. **






