Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Perdebatan MBG: Makanan Ultra Olahan (UPF) vs Makanan Sehat

badge-check


					Ilustrasi UPF, sumber istimewa Perbesar

Ilustrasi UPF, sumber istimewa

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Saat ini terjadi perdebatan apakah makanan olahan ultra (ultra processed foods/UPF) seperti makanan beku atau produk instan dalam kemasan, bisa dimasukkan dalam menu MBG atau tidak.

Untuk diketahui produk UPF adalah produk pangan yang hampir tidak lagi mengandung bahan alami dan biasanya ditambahkan zat tambahan seperti pewarna, pengawet, pemanis buatan, atau penguat rasa.

Sebagian besar makanan memang mengalami proses tertentu. Namun, tidak semua makanan olahan berarti tidak sehat.

Proses dasar seperti perebusan, pasteurisasi, atau pengeringan justru membuat bahan pangan lebih awet dan aman dikonsumsi.

Oleh karena itu peneliti dari Universitas São Paulo, Brasil, mengelompokkan makanan berdasarkan tingkat pengolahannya melalui sistem NOVA Classification:

Grup 1: Makanan segar atau minim olahan (sayur, buah, kacang, biji-bijian).

Grup 2: Bahan masak olahan dari alam (minyak zaitun, garam, sirup mapel).

Grup 3: Makanan olahan dengan tambahan bahan dari grup 2 (roti segar, keju, buah dalam sirup).

Grup 4: Makanan ultra-olahan, yaitu produk industri yang hampir tidak mengandung bahan alami, misalnya mie instan, sosis, camilan manis, minuman bersoda, dan makanan beku siap saji.

Ciri khas makanan ultra-olahan adalah adanya bahan tambahan seperti protein terhidrolisis, pati termodifikasi, minyak terhidrogenasi, pemanis buatan, pewarna, dan pengawet.

Apa yang Termasuk Makanan Sehat?

Makanan sehat umumnya berasal dari bahan utuh dan padat gizi (nutrient-dense foods), seperti:

– Buah dan sayur segar atau beku tanpa tambahan gula

– Daging, ikan, ayam, telur, dan susu pasteurisasi

– Biji-bijian utuh seperti beras merah, quinoa, gandum

– Kacang dan polong

– Umbi-umbian seperti kentang dan ubi

Makanan ini minim pengolahan sehingga kandungan gizinya tetap utuh. Contohnya sup buatan rumah dari ayam dan sayur lebih bergizi dibandingkan sup instan dalam kemasan.

Perbedaan Utama

1. Kalori: Makanan ultra-olahan biasanya tinggi kalori. Misalnya, 100 gram keripik kentang mengandung 545 kalori, sedangkan kentang rebus hanya 95 kalori.

2. Gula Tambahan: Produk seperti sereal manis, minuman energi, atau soda sering mengandung gula berlebih.

3. Kandungan Gizi: Ultra-olahan cenderung rendah serat, vitamin, dan mineral, tetapi tinggi garam, lemak, dan aditif buatan.

Apakah Harus Dihindari?

Tidak perlu menghindari sepenuhnya. Makanan adalah bagian dari kesenangan hidup dan sosial. Yang penting, konsumsi secara seimbang dan jarang.

Riset menunjukkan pola makan kaya bahan segar seperti diet Mediterania dapat menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan memperpanjang umur.

Sebaliknya, pola makan tinggi makanan cepat saji, soda, dan camilan olahan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.

Kesimpulan

Makanan ultra-olahan memiliki sedikit bahan alami dan tinggi kalori, garam, lemak, serta gula tambahan.
Sebaliknya, makanan segar dan padat gizi lebih baik untuk kesehatan jangka panjang.

Tidak perlu menghindari olahan sepenuhnya, cukup batasi frekuensinya dan utamakan bahan makanan segar dalam pola makan harian.

Sumber: Healthline Processed vs Unprocessed Foods.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penggemar Sepakbola Takjub Lihat Kaki Jenjang Presenter

21 Juli 2026 - 19:07 WIB

Bukan Sekadar Cameo, Jung Ho-yeon Ukir Sejarah di Final Piala Dunia 2026

20 Juli 2026 - 18:37 WIB

Cinta Laura Beradegan Intim di Series WeTV ‘Sleeping With The Enemy’

17 Juli 2026 - 21:01 WIB

Rasa Nano-nano Pacar Bek Argentina Berkebangsaan Inggris

16 Juli 2026 - 20:24 WIB

Tate McRae Curi Perhatian saat Bawa Bola Pertandingan Piala Dunia

15 Juli 2026 - 20:24 WIB

Jalan-jalan Sambil Kentut”Rahasia” Penuaan yang Sehat

13 Juli 2026 - 20:33 WIB

Shakira Tampil Memesona di Miami, Penampilannya Jadi Perbincangan

12 Juli 2026 - 19:34 WIB

Demi Kung Fu Soccer, Dilraba Dilmurat Naik 9 Kg dan Bentuk Tubuh Atletis

9 Juli 2026 - 18:57 WIB

Wisata Jeep Merapi, Menikmati Alam dan Kisah di Balik Erupsi

8 Juli 2026 - 19:42 WIB

Trending di Life Style