Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Semburan Misterius Mirip Lapindo di Rungkut Surabaya yang Bikin Cemas Bukan Aktivitas Alam

badge-check


					Semburan gas di Rungkut bukan aktivitas alam (IST) Perbesar

Semburan gas di Rungkut bukan aktivitas alam (IST)

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Warga Surabaya mulai dibuat resah oleh kemunculan semburan gas dari dasar Sungai Rungkut, Kecamatan Rungkut Tengah, Surabaya. Kekhawatiran itu muncul karena fenomena tersebut mengingatkan warga pada peristiwa lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Salah satu warga, Ardi, mengaku mulai merasa cemas dengan fenomena tersebut. Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar tidak menimbulkan dampak lebih besar.

“Ya khawatir sih, takut kayak lumpur Lapindo. Harapannya bisa segera ditangani pemerintah,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).

Menanggapi kekhawatiran warga, Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat untuk tetap tenang. Berdasarkan hasil pengecekan sejumlah ahli dan petugas Perusahaan Gas Negara (PGN), semburan gas tersebut berasal dari saluran gas alam peninggalan Belanda dan dinyatakan masih dalam kondisi aman.

“Setelah dicek, semburannya tidak mengeluarkan lumpur atau air, hanya udara atau gas. Kandungan gasnya juga sudah diukur dan masih dalam batas aman,” jelas Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, saat meninjau lokasi.

Bukan Aktivitas Alam

Amien Widodo, pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyebut bahwa semburan bercampur gas di sungai kawasan Rungkut Madya bukan karena aktivitas alam.

Sebelumnya, Amien sempat menduga bahwa terdapat kebocoran gas akibat aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) yang dilakukan pada zaman Belanda.

“Karena kami dapat laporan kalau semburan gas muncul bukan karena pipa PDAM atau PGN. Sehingga kami hadirkan juga georadar untuk mengecek,” katanya, Jumat (17/10/2025).

Namun, berdasar pengecekan yang dilakukan oleh tim pakar ITS, semburan bercampur gas itu bukan aktivitas alam.

“Kalau dari pantauan bau, itu bukan gas alam. Karena kalau gas alam, baunya menyengat. Dari hasil pantauan georadar, yang ditemukan hanya pipa PGN,” tambahnya.

Amien menambahkan, kalau semburan bercampur gas itu merupakan aktivitas alam, seharusnya memiliki bau yang lebih menyengat seperti sulfur.

Pantauan di lapangan semburan bercampur gas di sungai kawasan Rungkut Madya telah berhenti sejak pukul 16.15 WIB.

Sementara sebelumnya, Muhammad Rais Effendi Division Head Regional Support and Service PGN SOR III menyebutkan kalau semburan bercampur gas di kawasan Rungkut, tidak ada indikasi bahwa gelembung tersebut muncul dikarenakan kebocoran jaringan pipa PGN.

Dia juga menyebut penyaluran gas ke pelanggan di sekitar lokasi tetap aman, dan tidak ada indikasi kebocoran dari jaringan pipa PGN.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Karhutla Gambut Bisa Diprediksi Secara Sains

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trans Jatim Koridor Malang Raya Diluncurkan 30 Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Aturan Baru Ojol 2026: Pengemudi Bebas Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Diundur Jadi Oktober 2028

18 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Untuk Keselamatan Kemenhub Perketat Pengawasan ODOL Tanjung Perak

18 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Trending di Nasional