Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Anggaran PIK-PJU Rp 6 M, Bupati Warsubi: Lampu Mati segera Diganti, Jangan Nunggu Viral

badge-check


					Bupati Warsubi melakukan sidak ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Senin 28 Juli 2025. Ia pun langsung melakukan pemeriksaan ruang kendali lalu-lintas dan jalanan umum. Foto: Diskominfo Jombang Perbesar

Bupati Warsubi melakukan sidak ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Senin 28 Juli 2025. Ia pun langsung melakukan pemeriksaan ruang kendali lalu-lintas dan jalanan umum. Foto: Diskominfo Jombang

Penulis: Arief hendro Soesatyo  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Bupati Jombang, H. Warsubi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang pada Senin, 28 Juli  2025.

Kunjungan ini dilakukan menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait banyaknya titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati dan belum mendapatkan penanganan.

Dalam sidaknya, Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi itu langsung masuk ke ruang pengawasan CCTV Dishub, memantau sejumlah titik rawan, dan meninjau sistem pengendalian lalu lintas serta pemantauan jalur khusus ambulans.

Ia menegaskan, sistem ini seharusnya bukan hanya alat dokumentasi, tetapi menjadi alat penggerak keputusan cepat di lapangan.

“Saya datang ke sini bukan untuk mendengarkan laporan di atas meja. Saya ingin memastikan bahwa Dishub benar-benar hadir menjawab kebutuhan paling dasar masyarakat: terang di malam hari. Jangan sampai warga Jombang berjalan dalam gelap, baik secara harfiah maupun secara pelayanan,” ujar Warsubi dengan nada tegas.

Menurutnya, laporan masyarakat soal PJU yang mati sudah terlalu sering terdengar, namun respons yang diberikan masih belum secepat harapan warga. Ia menyebut kondisi ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kalau ada PJU mati, jangan tunggu seminggu, apalagi menunggu viral dulu di media sosial. Hari ini dilaporkan, hari itu juga harus ada tindakan. Kita bukan hanya pelayan publik di jam kerja, kita pelayan masyarakat setiap saat,” tegasnya.

Tahun 2025, Pemkab Jombang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar melalui program Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) dari APBD untuk pemasangan PJU baru di berbagai titik strategis.

Selain itu, Dishub juga bertugas menangani pemeliharaan PJU, termasuk di ruas Ploso yang beberapa waktu lalu mengalami kerusakan parah.

Pelebaran jalan provinsi Jombang–Ploso yang sedang berlangsung turut berimbas pada pemindahan beberapa titik PJU. Hal ini, menurut Warsubi, harus diantisipasi dengan pendataan yang akurat dan tindakan teknis yang cepat.

“Pemindahan tiang PJU jangan dijadikan alasan keterlambatan. Kita ini sedang berlomba dengan waktu dan tuntutan warga. Jangan tunggu didorong, baru bergerak. Saya ingin Dishub ini jadi institusi yang berlari, bukan sekadar berjalan,” tandasnya.

Selain memeriksa sistem penerangan jalan, Abah Warsubi juga meninjau kesiapan pemantauan jalur ambulans yang tersambung ke pusat kontrol CCTV Dishub. Jalur ini dinilai krusial untuk mempercepat layanan kesehatan darurat dan harus bebas dari hambatan.

“Ketika nyawa dipertaruhkan, detik itu pula pemerintah harus hadir. Jangan sampai ambulans terjebak macet karena tidak ada pemantauan atau sinergi lintas sektor. Ini soal nyawa, bukan statistik,” katanya.

Abah Warsubi juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan PJU yang rusak atau mati. Laporan bisa dikirim melalui layanan WhatsApp Dishub atau melalui Call Center 112 yang aktif selama 24 jam.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat sangat penting. Tapi setelah warga melapor, tugas kita adalah bergerak. Ukuran keberhasilan bukan pada jumlah aduan yang diterima, tapi pada seberapa cepat kita menyelesaikannya,” tutupnya.

Dengan sidak ini, Bupati Warsubi ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang digelontorkan benar-benar berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan masyarakat Jombang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

57 ASN di Kukar Terima Transferan Rp36,7 Miliar, BPK Kaltim: Bukan Kelebihan Bayar Biasa

15 Juli 2026 - 21:26 WIB

Trending di News