Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

5 Kebiasan Penyebab Otak Busuk dan 7 Cara Mencegahnya

badge-check


					Ilustrasi brsin rot, foto freepik Perbesar

Ilustrasi brsin rot, foto freepik

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-JAKARTA: Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendiksasmen), Ma’ruf El Rumi, menegaskan bahwa program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dapat membantu generasi muda terhindar dari brain rot, kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi otak akibat konsumsi konten digital berlebihan.

“Dalam tujuh kebiasaan yang berkualitas salah satunya terkait dengan bermasyarakat, seperti pelajar aktif dalam kegiatan bermasyarakat, seperti karang taruna, remaja masjid yang membuat mereka mengurangi intensitas dengan gawai,” kata Ma’ruf, Senin, 17 Maret 2025.

Selain itu, program ini juga mencakup kebiasaan positif lainnya, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, dan tidur cepat. Menurut Ma’ruf, anak muda saat ini lebih sering bersosialisasi melalui gim daring dibandingkan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.

Baca juga

Cukup Dua Porsi Seminggu Yoghurt Berpotensi Besar Melawan Kanker Usus Besar

Burung Gelatik Jawa di Jepang Ini Bisa Ramal Nasib Seseorang

Enam Kerusakan pada Tubuh Termasuk Mental Saat Anda Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula

Untuk mengatasi hal ini, sistem penerimaan murid baru kini mempertimbangkan domisili. Dengan bersekolah di lingkungan terdekat, siswa dapat lebih mengenal tetangga dan mengurangi ketergantungan pada gawai.

Selain program ini, Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk mengatur penggunaan media sosial bagi anak-anak dan pelajar yang belum cukup umur.

Apa Itu Brain Rot?

Brain rot adalah fenomena yang menyebabkan penurunan kognitif akibat konsumsi berlebihan konten berkualitas rendah di media sosial. Meskipun tidak diakui sebagai kondisi medis, brain rot berdampak nyata pada motivasi, fokus, dan produktivitas, terutama pada anak muda, dikutip dari Newportinstutut

Ketika seseorang terlalu lama menggulir media sosial, otaknya terus menerima rangsangan dopamin yang memberi efek menyenangkan. Lama-kelamaan, ini bisa berubah menjadi kecanduan perilaku.

Penyebab dan Contoh Perilaku Brain Rot

Penyebab utama brain rot adalah penggunaan teknologi secara berlebihan, seperti:
– Zombie scrolling: Menggulir media sosial tanpa tujuan jelas.
– Doomscrolling: Mencari berita negatif secara kompulsif.
– Kecanduan media sosial: Ketidakmampuan berhenti mengecek platform seperti TikTok dan Instagram.
– Bermain gim berlebihan: Kehidupan sehari-hari terganggu karena terlalu asyik di dunia gim.

Untuk mencegah brain rot, diperlukan keseimbangan dalam penggunaan teknologi dan kebiasaan positif seperti yang ditekankan dalam program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

70 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Penyakit Hati Kronis

3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Perempuan Singapura, Selingkuh Demi Karier

3 Juni 2026 - 19:36 WIB

Kasur, Ponsel, dan Gaya Hidup Baru Anak Muda

2 Juni 2026 - 18:40 WIB

Kebiasaan Minum Belasan Vitamin Sekaligus, Reizuka Ari Tuai Kritik

1 Juni 2026 - 20:13 WIB

Sensasi Pedas: Mengapa Cabai Jadi Favorit Banyak Orang

31 Mei 2026 - 21:30 WIB

Menguak Mitos Mata Berkedut Pertanda Buruk

31 Mei 2026 - 21:09 WIB

Irina Shayk Hanya Mengenakan Perhiasan Sebagai Atasan Tanpa Bra

29 Mei 2026 - 21:12 WIB

Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Minum Air Saat Musim Panas

28 Mei 2026 - 20:52 WIB

Trending di Life Style