Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

24 Jam Operasi SAR Evakuasi 8 Jenazah, Korban Helikopter Jatuh di Hutan Tapang Tingan Sekadau

badge-check


					Tim SAR Gabungan, mulai dari Basarna, TNI, Polri dan realawan berhasil melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya helikopter di desa Tapang Tingan, Swkadau, Kalimantan Barat, berlangsung dari Kamis-Jumat, 16-17 April 2026.. Foto: ist Perbesar

Tim SAR Gabungan, mulai dari Basarna, TNI, Polri dan realawan berhasil melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya helikopter di desa Tapang Tingan, Swkadau, Kalimantan Barat, berlangsung dari Kamis-Jumat, 16-17 April 2026.. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SEKADAU– Basarnas telah menyelesaikan evakuasi delapan jenazah korban kecelakaan helikopter Airbus H130 bernomor registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau (dekat Sanggau), Kalimantan Barat, pada Kamis malam hingga Jumat pagi 16-17 April 2026.

Saat ini tim Basarana di bantu TNI dan Polri serta relawan saling membantu untuk bisa melakukan evakuasi di lokasi kecelakaan helikopter itu. Mwedan terjal, dan berbukit bukit di kwasan hutan desa Tapang Tingang, Sanggau, Kalimantan Barat.

Wilayah ini merupakan hutan lebat pegunungan di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau (dekat Sanggau), tepatnya di Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang atau Nanga Kiungkang. Helikopter hancur tersebar di lereng bukit curam dengan vegetasi rimbun.

Helikopter hilang kontak dan jatuh di area pegunungan hutan yang sulit dijangkau. Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI, Polri, PMI Sanggau, dan BPBD, memulai pencarian sejak kemarin dengan tantangan koordinat awal yang rancu. Pengamat transportasi menduga faktor mekanis pada rotor utama atau sistem penggerak, karena cuaca saat kejadian cerah dan helikopter tampak berusaha mendarat daripada jatuh bebas.

Kamis malam (22.00 WIB), seluruh delapan korban (2 kru, 6 penumpang) diangkat dari puing puing. Jenazah diturunkan ke posko SAR Sanggau sekitar pukul 05.00 WIB Jumat, dipindah ke dalam delapan ambulans pukul 05.52 WIB, lalu dibawa ke Yonif 642 Sanggau dengan pengawalan polisi.

Semua korban meninggal dunia; kondisi jenazah sebagian besar dikenali, meski satu wajah hancur dan ada patah tulang. Jenazah dievakuasi akhirnya dengan Helikopter Super Puma TNI AU dari Kompi 642 Sanggau ke RS Bhayangkara Pontianak pukul 09.15-09.20 WIB untuk identifikasi dan diserahkan ke keluarga.

Basarnas menutup operasi SAR setelah evakuasi selesai Jumat pagi. Basarnas juga menemukan ekor helikopter sekitar 3 km dari titik hilang.

I Made (Kepala Kantor SAR Pontianak atau perwakilan Basarnas setempat): “Setelah tiba di posko, korban kemudian dipindahkan ke ambulans pada pukul 05.52 WIB. Sebanyak 8 unit ambulans dikerahkan untuk proses evakuasi lanjutan, yang bergerak menuju Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB dengan pengawalan dari Forider Polres Sanggau.”

Edy Prakoso (Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas) menambahkan: “Tim sudah bergerak,” terkait pengiriman tim SAR awal. Hasil pemantauan udara pada pukul 15.25 WIB ditemukan serpihan yang diduga ekor helikopter PK-CFX pada jarak kurang lebih tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak.”

Basarnas menyatakan operasi SAR ditutup setelah evakuasi 8 jenazah selesai pada Jumat sore (17/4/2026), karena hasil evaluasi tim gabungan menilai tidak perlu dilanjutkan.

Daftar Korban

Kru: Capt. Marindra Wibowo (Pilot) dan Harun Arasyid (Teknisi/EOB)

Penumpang: Patrick K (Warga Negara Malaysia), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, Sugito

Berikut kronologi point-to-point kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Sanggau, Kalbar, pada 16 April 2026, berdasarkan data dari Kemenhub, Basarnas, dan laporan terverifikasi.

  • 07.37 WIB (16/4): Helikopter lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1), dioperasikan PT Matthew Air Nusantara.

  • 08.39 WIB: Terdeteksi sinyal darurat (ELT) di wilayah hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau/Sanggau.

  • 08.00 WIB (perkiraan): Diduga meledak dan jatuh di Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang; lokasi sulit di hutan pegunungan.

  • 09.15 WIB: Dinyatakan hilang kontak resmi.

  • 10.43 WIB: AirNav Indonesia terbitkan NOTAM darurat (DETRESFA).

  • 15.25 WIB: Pemantauan udara temukan serpihan ekor helikopter ~3 km dari titik hilang.

  • Malam 16/4: Tim SAR gabungan (Basarnas, TNI, Polri, PMI) evakuasi 8 jenazah dari puing hingga Posko SAR Sanggau pukul 22.00 WIB.

  • 05.00 WIB (17/4): Jenazah tiba di Posko Lapangan SAR Sanggau.

  • 05.52 WIB: Dipindah ke 8 ambulans.

  • 06.05 WIB: Konvoi ambulans ke Yonif 642 Sanggau dengan pengawalan polisi.

  • 08.18 WIB: Helikopter Super Puma TNI AU berangkat jemput jenazah.

  • 09.12-09.15 WIB: Muat jenazah dan lepas landas ke RS Bhayangkara Pontianak untuk visum dan penyerahan keluarga.

  • Sore 17/4: Basarnas tutup operasi SAR; semua korban (2 kru, 6 penumpang) dikonfirmasi tewas. **

Lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX di Sanggau, Kalbar, berada di medan yang sangat menantang dan berbahaya bagi operasi SAR.

Deskripsi Medan

Tantangan Akses

  • Kondisi malam hari: Gelap total, evakuasi ditunda hingga pagi

  • Medan terjal: Jalur pendakian ekstrem, miring tajam

  • Vegetasi lebat: Pohon tinggi menghalangi pandangan dan akses

  • Minim pencahayaan: Hanya senter tim SAR, tanpa penerangan buatan

Kondisi Puing

Helikopter hancur berat di area perbukitan, dengan serpihan ekor ditemukan 3 km dari titik utama. Tim SAR bertahan di puncak bukit semalaman menunggu fajar untuk evakuasi manual.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Trending di News