Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

21 Santri Pondok Attaubah Diduga Keracunan, Diangkut ke RS Muhhamdiyah Mojoagung Jombang

badge-check


					Beberapa unit ambulans bergerak cepat mengangkut santri yang diduga mengalami keracunan, setelah makan menu rawan, Kamis malam, 5 Maret 2026. Foto: Insgtaram@kabarjombangdotcom Perbesar

Beberapa unit ambulans bergerak cepat mengangkut santri yang diduga mengalami keracunan, setelah makan menu rawan, Kamis malam, 5 Maret 2026. Foto: Insgtaram@kabarjombangdotcom

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Sekitar 21 santri dari Pondok Pesantren Attaubah di Betek, Mojoagung, Jombang—terdiri dari 20 santriwati dan 1 santri—dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jombang.

Mereka diangkut menggunakan ambulans setelah mengalami gejala keracunan makanan massal. Persitiwa ini terjadi Kamis malam, 5 Maret 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Mereka diduga sakit setelah makan nasi rawon saat berbuka puasa, meski penyebab pastinya masih diselidiki polisi setempat.

Kapolsek setempat, Kompol Yogas, mengonfirmasi evakuasi santri tersebut ke rumah sakit terdekat. Video yang beredar di media sosial menunjukkan ambulans mengangkut mereka satu per satu dari pesantren.

Hingga Kamis malam, para santri sedang dirawat, dengan polisi menangani penyelidikan lanjutan terkait dugaan makanan terkontaminasi. Belum ada pembaruan kondisi terbaru mereka.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah santri secara bergantian dievakuasi oleh petugas ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil ambulans.

Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan adanya peristiwa itu. Dia menyebut, ada 21 yang keracunan. Terdiri dari 20 santri perempuan dan 1 santri laki-laki yang

“Mereka santri pondok pesantren Attaubah. Dibawa ke PKU Muhammadiyah,” kata Yogas, saat dkkonfirmasikan awak media.

Disebutkan gejala keracunan mulai dirasakan para santri setelah menyantap nasi rawon saat buka puasa. Belum diketahui pasti, apakah makanan itu yang menjadi penyebabnya.

“Kita belum bisa memastikan apakah karena nasi rawon tersebut, nanti saya kabari lagi,” kata Yogas, menutup.

Peristiwa keracuan massal tersebut sudah ditangani polisi. Petugas media masih melakukan perawatan terhadap para korban. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Setelah Sidoarjo, Keracunan MBG Terjadi Nganjuk: 53 Siswa dan Satu Guru SMAN 3 Dibawa ke Rumah Sakit

2 September 2026 - 21:00 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:09 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:27 WIB

Keracunan MBG Sidoarjo: 566 Santri/ Siswa Dirawat dari 19 Pondok dan Sekolah

2 September 2026 - 14:57 WIB

Trending di News