Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Sebelum Ledakan Amunisi Garut, Terjadi Perdebatan Antara TNI dan Sipil

badge-check


					Sebelum Ledakan Amunisi Garut, Terjadi Perdebatan Antara TNI dan Sipil Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap adanya perdebatan antara personel TNI dan koordinator pekerja sipil sesaat sebelum insiden ledakan amunisi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Perbedaan pendapat itu terkait metode penanganan sisa detonator.

“Terjadi perdebatan singkat antara Komandan Gapusmus dan koordinator pekerja warga atas nama Rustiawan terkait cara menangani sisa detonator,” ujar anggota Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Menurut Komnas HAM, perdebatan dipicu oleh perbedaan metode. Umumnya, sisa detonator dimusnahkan dengan cara dibuang ke laut untuk mempercepat proses disfungsi. Namun, pada hari kejadian, dipilih metode penimbunan menggunakan campuran urea.

“Biasanya peledak ditenggelamkan ke dasar laut, namun kali ini digunakan metode timbun dengan urea,” jelas Uli, dikutip dari Tirto

Pekerja kemudian menurunkan drum berisi detonator ke dalam lubang di tanah. Beberapa pekerja berada di dalam lubang, sementara lainnya berada di sekitar lokasi untuk mengangkut bahan peledak. Ledakan terjadi tiba-tiba saat proses ini berlangsung.

Akibat ledakan tersebut, 13 orang tewas terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil.

Komnas HAM menyatakan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, dilakukan dalam dua gelombang sepanjang 2025. Gelombang pertama berlangsung dari 17 April hingga 5 Mei 2025, dikerjakan oleh Gudang Pusat Amunisi I (Puspalad TNI AD). Gelombang kedua dilaksanakan oleh Gudang Pusat Amunisi III dari 29 April hingga 15 Mei 2025.

Menurut Uli, dalam kegiatan pemusnahan ini, biasanya dilibatkan satu peleton TNI AD, sekitar 30–50 prajurit. Mereka mendirikan tenda untuk tempat tinggal prajurit, penyimpanan amunisi, bahan pendukung, serta dapur umum.

Sebanyak 21 warga sipil turut dilibatkan sebagai tenaga harian lepas. Insiden ledakan yang menewaskan 13 orang terjadi pada hari terakhir dari gelombang kedua kegiatan tersebut.

Diketahui, ledakan terjadi pada 12 Mei 2025, setelah dua sesi pemusnahan amunisi berjalan lancar antara pukul 09.00 hingga 09.30 WIB. Ledakan yang menyebabkan korban jiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, diduga berasal dari sisa detonator yang hendak dimusnahkan dengan cara ditimbun.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

24 September 2026 - 03:23 WIB

351 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Keracunan MBG: 6 Rawat Inap 19 Kondisi Memburuk Dirujuk ke RSUD

23 September 2026 - 23:02 WIB

Siap Dibawa ke Ranah Hukum, Gus Ipul: Fitnah Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar 35 NU di Jombang

23 September 2026 - 22:25 WIB

244 Anak Siswa PAUD/ TK Kecamatan Bawang Batang Dibawa ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Masakan MBG

23 September 2026 - 21:48 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:07 WIB

KPK Geledah Kantor ATR/ BTN Mojokerto, Operasi Kelima setelah Bogor

23 September 2026 - 20:40 WIB

Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Hakim Jatuhkan Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman Pembunuh Adik Ipar

23 September 2026 - 15:40 WIB

Puluhan Ibu dan Anak Diangkut ke RSUD Kalisari, Diduga Keracunan PMT dari Posyandu Rawabelang Batang

23 September 2026 - 00:21 WIB

Trending di News