Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Warganet: Cangkeme Mencla Menle, Bupati Pati Mohon Maaf Soal Aksi Demo 50.000 Warga

badge-check


					Akhirnya Bupati Pati, Sudewo menyampaikan permohonan maaf kepada warga Pati, terkaitnya tantangan aksi demo 50.000 orang. Kasus itu dipicu oleh kebijaksanaan bupati menikkan tarif PBB P2, sebesar 250 persen. Foto: Instragram@sudewoofficial Perbesar

Akhirnya Bupati Pati, Sudewo menyampaikan permohonan maaf kepada warga Pati, terkaitnya tantangan aksi demo 50.000 orang. Kasus itu dipicu oleh kebijaksanaan bupati menikkan tarif PBB P2, sebesar 250 persen. Foto: Instragram@sudewoofficial

Penulis: Adi Wardhono   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PATI- Bupati Pati Sudewo, Kamis 7 Agustus 2025, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pati, jawa Tengah, atas  kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 250 persen.

Ia juga menyesalkan ada kericuhan dan menegaskan bahwa kenaikan sebesar 250 persen bukan berlaku untuk semua wilayah, sebagian besar kenaikannya di bawah 100 persen atau 50 persen, Kamis 7 Agustus 2025 dalam sebuah pernyataan resmi.

Sudewo berjanji akan meninjau ulang kebijakan tersebut jika ada warga yang mengajukan keberatan. Selain itu, dia juga meminta maaf atas pernyataannya yang terkesan menantang massa untuk berdemo dengan jumlah besar, mengatakan bahwa maksudnya hanya agar aksi demo berjalan tertib dan aspiratif, bukan untuk menantang rakyat.

Kebijakan kenaikan PBB ini merupakan revisi setelah 14 tahun tidak ada kenaikan, dengan tujuan meningkatkan pendapatan asli daerah untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik. Namun, kenaikan tersebut memicu protes dan rencana demonstrasi besar-besaran dari masyarakat, termasuk tuntutan pencabutan kenaikan dan pengunduran diri Sudewo sebagai Bupati Pati.

Ringkasnya, Bupati Pati Sudewo meminta maaf atas kontroversi kenaikan PBB 250 persen dan pernyataannya yang kontroversial, dan berjanji untuk meninjau ulang kebijakan apabila ada tuntutan masyarakat serta berkomitmen agar demo berjalan dengan tertib dan aman.

Komentar warga atas permohonan maaf Bupati Pati Sudewo cukup beragam, tetapi mayoritas menunjukkan kekecewaan dan kritik tajam. Beberapa poin pentingnya:

  • Warganet terus mengkritik Bupati Sudewo karena pernyataannya yang terkesan menantang warga untuk demo, meskipun Bupati sudah meminta maaf dan menjelaskan maksud ucapannya agar demo berjalan tertib dan aspiratif, bukan menantang massa.

  • Penolakan dari warga sangat kuat terhadap kenaikan PBB hingga 250 persen. Terdapat aksi-aksi yang disiapkan oleh kelompok masyarakat Pati Bersatu dan protes besar-besaran yang membuat pemerintah akhirnya berjanji meninjau ulang serta menurunkan kenaikan tersebut sesuai tuntutan warga.

  • Meski Sudewo menyatakan permintaan maaf dan berjanji mendengarkan masukan untuk perbaikan, warga masih menunggu langkah nyata seperti pencabutan kenaikan drastis dan adanya evaluasi kebijakan.

Singkatnya, permohonan maaf Bupati Sudewo disambut dengan skeptisisme dan kritik dari masyarakat yang terdampak kebijakan kenaikan PBB, dengan tekanan untuk pembatalan kenaikan dan perubahan kebijakan yang lebih adil bagi warga Pati.

Beberap kutipan komentar netizen atas permohonan maaf, seperti diunggah dalam akun instagram@patisapore, Kamis, 7 Agustus 2025:

* andreaschristiana17: CANGKEM E MENCLA MENCLE
* nihanii9095: Wis mulai ketar ketir
* irvanmdn__: LENGSERKAN
* sekarayuslutf: taek pak, aku sing guduk warga pati ae gregeten. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aturan Baru Ojol 2026: Pengemudi Bebas Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Empat Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan di Tol Madiun

19 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Arab Saudi Umumkan Perpanjangan Penutupan Bandara Riyadh

19 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Diundur Jadi Oktober 2028

18 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Trending di Nasional