Menu

Mode Gelap

News

Ubur-ubur Ikan Lele Bocahe Wis Ketangkep Le! 65 Hari Polisi Mojokerto Kejar Pencuri Motor Sampai Kukar Kaltim

badge-check


					Inilah tersangka pelaku pencuri motor milik pelajar SMA Kutorejo, Mojokerto yang tewas kecelakaan 13 Desember 2024 lalu. Saat ini sudah ditangkap oleh  petugas Jatanras Polres Mojokerto,  di wilayah Kabupaten Kutai kartanegara, Kalimantan Timur. Instagram@ils_nusantara Perbesar

Inilah tersangka pelaku pencuri motor milik pelajar SMA Kutorejo, Mojokerto yang tewas kecelakaan 13 Desember 2024 lalu. Saat ini sudah ditangkap oleh petugas Jatanras Polres Mojokerto, di wilayah Kabupaten Kutai kartanegara, Kalimantan Timur. Instagram@ils_nusantara

Penulis: Wibisono  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Sukses menangkap buron adalah kepuasan tersendiri bagi satserse kepolisian. Berkat kerja keras tim buser  Jatanras Polres Mojokerto berhasil meringkus tersangka pelaku pencuri motor (Curanmor) di Mojokerto yang melarikan diri hingga ke wilayah kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun instagram@ikl_nusantara, Rabu, 19 Februari 2025, tampak dua pria sedang video selfie: “Ini dalam perjalanan dari Kukar (kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur)), kita sedang menuju ke Polres Mojokerto. Membawa oleh-oleh yang heboh viral itu lho,” tutur aparat pria agak tambun sambil menuding ke arah seseorang di sampingnya.

“Sepele…sepele!” katanya lalu muncul beberapa screen shoot kisah pelaku mencuri motor milik korban kecelakaan tanggal 13 Desember 2024, di Kutorejo, Mojokerto. Dimana disitu ada pria mengenakan kaos hijau tosca, sedang menuntun motor milik korban kecelakaan yang meninggal dunia.

Kata-kata hari ini Bos: “Ubur-ubur ikan lele, wis ketangkep le bocahe! (Ubur-ubur ikan lele, sudah ketangkap orangnya!)” begitu gembira petugas itu yang sudah susah payah memburu selama 65 hari mengejar pelaku menempuh perjalanan sejauh ribuan kilometer dari Mojokerto ke Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Inilah sosok petugas kepolisian Polres Mojokerto selama 65 hari memburui tersangka pelaku yang menggondol motor Scoopy milik pelajar SMA Kutorejo Mojokerto, yang tewas kecelakaan 13 Desember 2024. Instagram@ils_nusantara

Bukan pencurian biasa, melainkan tindakan tanpa perikemunisaan, saat seorang remaja pelajar SMA Kutorejo, bernama M Rama, 15, mengendari Scoopy kecelakaan dan meninggal dunia. Bukan menolong tapi malahnyolong dan membawa kabur motor milik korban. Kedua petugas itu berhasil mengamankan tersangka pelaku yang membawa lari motor Scoopy tersebut.

Kisah Pilu

Kilas balik peristiwa kecelakaan yang menyebabkan seorang siswa  Sekolah Menengah Atas (SMA) meninggal dunia di Jalan Raya Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Saat itu  M Rama gagal mendahului sepeda motor Honda Beat, sehingga tertabrak mobil pikap dari arah berlawanan.

Persitiwa ini terjadi  Jumat, pukul 11.11 WIB, 13 Desember 2024. Pelajar warga  desa Kepuharum, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini mengendarai sepeda motor Scoppy dari arah timur ke barat. Korban bermaksud mendahului sepeda motor Honda Beat.

Namun justru tertabrak oleh sebuah mobil pick up,  nopol N 8509 EG dari arah berlawanan yang dikemudikan Komang Tri Ivan Dersyah (23) warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Setelah kecelakaan lalu-lintas itu, motor korban M Rama yang meninggal dunia di lokasi, justru dibawa lari oleh orang.

Pada saat itu ada beberapa orang sempat memotret dan merekam kejadian itu, tampak satu bukti ada seorang pria mengenakan topi putih dan berkaos warna hijau tosca mendorong kendaraan itu. Dia pergi begitu saja.

Celakanya, kunci rumah menyatu dengan kunci motor yang dicuri orang tersebut, akibatnya jenazah M Rama  tidak bisa di semayamkan di rumah duka, sehingga terpaksa di rumah saudaranya.

Anggota Satlantas Polres Mojokerto datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Usai dilakukan identifikasi, jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Ridho Rinaldo Harahap mengatakan, kecelakaan lalu-lintas terjadi diduga karena kurang hati-hatinya korban saat berkendara. “Korban berkendara dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan arus lalu lintas yang ada didepannya,” ungkapnya.

Masih kata Kasat, pihaknya sudah sering menginfokan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Mojokerto untuk tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan. Terutama saat ke sekolah. Selain belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), juga dapat membahayakan keselamatan mereka dan orang lain. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Liquid Biopsy: Harapan Baru Melawan Kanker di Indonesia

29 April 2026 - 19:55 WIB

KAI Daop 8 Masih Batalkan Tiga Perjalanan KA Surabaya-Jakarta Imbas Kecelakaan di Bekasi

29 April 2026 - 19:33 WIB

Cuaca Panas Mendidih, BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026

29 April 2026 - 19:17 WIB

Presiden Prabowo Beri Bantuan Rp4 Triliun, Bangun 1.800 Flyover Perlintasan KA di 1.800 Titik

29 April 2026 - 15:20 WIB

Presiden Prabowo mrmbesuk pasien korban kecelakaan KA, yang terjadi di bekasi Timur, Rabu 29 April 206. Foto: Instagram@prabowo

BPBD Jombang Latih 100 Personal RSU Muhammadiyah Padamkan Kebakaran

29 April 2026 - 12:33 WIB

Ketika Rasa Aman Itu Ambyar di Daycare Little Aresha Yogyakarta

29 April 2026 - 10:31 WIB

Anggaran Rp12 M Cair, Sejumlah Kades di Jombang Sudah Beli Motor Dinas

29 April 2026 - 08:37 WIB

Setelah Bekasi di Blitar, KA Dhoho Hantam Truk Pasir di Sananwetan tak Ada Korban Jiwa

29 April 2026 - 01:34 WIB

Arinal Djunaidi Mengenakan Rompi Oranye, Dugaan Korupsi Rp 268 Miliar

28 April 2026 - 23:23 WIB

Trending di News