Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tiongkok Kembangkan Sawah Air Laut 667.000 Ha, untuk Pangan 200 Juta Penduduk

badge-check


					Yuan Longping, “Bapak Padi Hibrida” Tiongkok, kini memimpin lembaga Qingdao Saline-Alkali Tolerant Rice Research Centre, mengembangkan padi sawah air laut. Foto: BC Perbesar

Yuan Longping, “Bapak Padi Hibrida” Tiongkok, kini memimpin lembaga Qingdao Saline-Alkali Tolerant Rice Research Centre, mengembangkan padi sawah air laut. Foto: BC

Penulis: Jacobus E. Lato    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TIONGKOK- Para peneliti di Tiongkok telah mencapai terobosan besar dengan mengembangkan varietas padi tahan air laut atau “padi air laut,” yang mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi.

Lewat hasil penelitian ini,, maka  berpotensi mendongkrak ketahanan pangan dengan memberi makan tambahan ratusan juta orang pada akhir dekade ini.

Proyek ini pertama kali digagas oleh mendiang Yuan Longping, yang dikenal sebagai “Bapak Padi Hibrida” Tiongkok dan pelopor pengembangan padi unggul. Kini, penelitian tersebut dilanjutkan dan dipimpin oleh Qingdao Saline-Alkali Tolerant Rice Research Centre.

Para ilmuwan telah menguji lebih dari 200 varietas padi di daerah pesisir sekitar Laut Kuning. Mereka menemukan strain unggul yang tidak hanya bisa bertahan di media tanam yang mengandung air laut yang diencerkan, tetapi juga menghasilkan panen dengan produktivitas tinggi—dalam beberapa percobaan, hasilnya mencapai 10 ton per hektare, jauh melampaui rata-rata panen padi biasa.

Tahun 2022, varietas “22ZS-44” mencatat hasil panen 10,377 kg per hektare, meningkat 17,1% dari tahun sebelumnya.

Tiongkok memiliki hampir 1 juta kilometer persegi lahan yang terlalu asin untuk pertanian konvensional.

Peneliti memperkirakan bahwa dengan mengonversi hanya 10% dari lahan tersebut menjadi lahan tanam padi air laut, bisa menghasilkan sekitar 50 juta ton beras setiap tahun—cukup untuk memberi makan sekitar 200 juta orang.

Hingga akhir 2024, lebih dari 400.000 hektare telah berhasil ditanami padi air laut, dengan rencana untuk memperluas hingga 667.000 hektare dalam waktu dekat.

Keunggulan padi ini tidak hanya dari daya tahan terhadap salinitas tinggi, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit serta struktur tanaman yang kuat dan tahan rebah, sehingga meningkatkan produktivitas dan kestabilan hasil panen.

Selain memberikan solusi dalam mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang subur, pengembangan padi air laut menjadi strategi penting Tiongkok untuk menghadapi tantangan krisis pangan global yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Proyek ini juga telah menarik perhatian dan minat negara-negara lain yang memiliki lahan bercurat garam yang luas, seperti Uni Emirat Arab, di mana teknologi padi tahan air laut sedang diuji coba untuk mendukung swasembada pangan di wilayah gurun.

Secara keseluruhan, padi air laut diproyeksikan dapat meningkatkan produksi beras nasional Tiongkok hampir 20%, mengamankan ketahanan pangan bagi populasi yang besar, dan memberikan kontribusi signifikan bagi kestabilan pangan dunia. **


Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Membuka dan Menutup Muktamar ke 35, Presiden Prabowo Terima KTA NU dari KH Miftachul Akhyar

31 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Trending di News