Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Sekolah Rakyat Jombang Beroperasi 14 Juli 2025, Warsubi Teken MoU dengan Menteri Sosial

badge-check


					Bupati Jombang Warsubi teken kerja sama dengan Kementrian Sosial dalam penyelenggaraan sekolah rakyat, yang mulai beropreasi 14 Juli 2025. Foto: Jombangkab.co.id Perbesar

Bupati Jombang Warsubi teken kerja sama dengan Kementrian Sosial dalam penyelenggaraan sekolah rakyat, yang mulai beropreasi 14 Juli 2025. Foto: Jombangkab.co.id

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Bupati Jombang, H. Warsubi menghadiri langsung penandatanganan perjanjian pinjam pakai barang milik daerah dan barang milik universitas, di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Juni 2025.

Bupati Jombang, Warsubi, telah menandatangani MoU Sekolah Rakyat dengan Kementerian Sosial RI pada 10 Juli 2025 di Jakarta, menandai komitmen dan kesiapan Kabupaten Jombang dalam mendukung program nasional ini.

Jombang termasuk dalam 19 lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur yang akan diluncurkan serentak secara nasional pada 14 Juli 2025. Lokasi di Jombang menggunakan Gedung SKB Mojoagung sebagai fasilitas sementara, pada lahan  lahan 5,2 hektare yang disiapkan untuk pembangunan gedung permanen

Penandatanganan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa penanganan fakir miskin dan anak telantar adalah amanat konstitusi, sebagaimana diatur Pasal  31 ayat (1) dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.

Landasan ini diperkuat oleh UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin dan UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yang mewajibkan negara hadir untuk menjamin pendidikan layak bagi warga miskin.

“Program Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab kenyataan bahwa masih ada sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang belum pernah sekolah atau putus sekolah,” ujarnya.

Dengan Sekolah Rakyat, lanjut dia, negara menyiapkan fasilitas pendidikan terpadu berasrama, lengkap dengan kebutuhan hidup, perlengkapan belajar, layanan kesehatan, bahkan pemetaan potensi bakat.

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan fisik, tetapi rumah harapan bagi anak-anak Indonesia.

“Di negeri yang besar, anak-anak tidak boleh kecil impian hanya karena miskin orang tuanya. Negara boleh tidak mewariskan harta, tetapi tidak boleh gagal mewariskan harapan,” tegasnya.

Mensos saat itu melaksanakan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menandatangani dan mengawal langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Jakarta.

Program ini merupakan inisiatif prioritas pemerintah yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan model sekolah berasrama yang sepenuhnya gratis untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Simulasi Sekolah Rakyat telah dilaksanakan di Sentra Handayani, Jakarta Timur, pada 9-10 Juli 2025. Simulasi ini menjadi langkah awal sebelum pembelajaran resmi dimulai pada 14 Juli 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Mensos Saifullah Yusuf meninjau langsung proses simulasi dan menegaskan kesiapan Jakarta sebagai salah satu lokasi utama pelaksanaan Sekolah Rakyat. Sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, siap beroperasi mulai 14 Juli 2025.

Sisanya, 37 titik lain akan menyusul pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025. Pemerintah menargetkan total 200 titik Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga menjadi strategi terpadu pemberdayaan keluarga miskin. Orang tua siswa akan mendapatkan pelatihan keterampilan, dukungan usaha produktif, hingga bantuan perbaikan tempat tinggal.

Pemerintah juga memastikan adanya cek kesehatan gratis bagi seluruh calon peserta didik sebelum masuk asrama.

Mensos Saifullah Yusuf secara aktif memberikan arahan kepada kepala daerah dan kepala sekolah terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jakarta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan keberhasilan program ini.

Mensos Saifullah Yusuf telah menandatangani dan memastikan kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jakarta, sebagai bagian dari program nasional untuk memperluas akses pendidikan dan memberdayakan keluarga miskin secara menyeluruh.

Program ini akan mulai berjalan secara resmi pada pertengahan Juli 2025, dengan simulasi dan persiapan matang di berbagai lokasi, termasuk Jakarta. **

 

**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bus Gunung Harta Ludes Terbakar di Tol Nganjuk, Sopir dan 30 Penumpang Selamat!

1 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Jensen Huang Merevolusi Komputasi dari SaaS Jadi GaaS: Operasi Meningkat 500 Kali Lipat

1 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Viral Dilarang Melintas di Depan Kantor Kapolda Jatim, Hesty: Apa Ada Ranjau atau Intan Disana?

1 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Nobel untuk Shinya Yamanaka: ER-100 Meremajakan Manusia dari DNA

1 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kamu Tanya 10-50 Pertanyaan, AI Butuh Minum Segelas Air 500 Ml

31 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kata ESDM Soal Penyesuaian Harga Dex Series hingga Pertamax Besok

31 Juli 2026 - 17:24 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Trending di Nasional