Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Raja India Ini Punya 10 Istri, 350 Gundik dan 44 Mobil Rolls Royce

badge-check


					Maharaja Bhupinder Singh Perbesar

Maharaja Bhupinder Singh

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTAKehidupan para raja yang penuh gemerlap dan drama kekuasaan kerap hadir dengan cerita yang tak kalah menarik untuk disimak.

Dari India, ada satu sosok yang menonjol dalam panggung sejarah. Dia adalah Maharaja Sir Bhupinder Singh dari Patiala, seorang tokoh yang dikenal karena gaya hidup super mewahnya dan kekuasaan besar yang ia genggam.

Namanya menjadi lambang kemegahan era akhir kerajaan-kerajaan pribumi India saat kekuasaan kolonial Inggris makin mencengkeram. Di balik segala kemewahan itu, tersimpan ironi tentang batas antara kenikmatan pribadi dan tanggung jawab sebagai pemimpin rakyat.

Melansir Times of India, Bhupinder Singh lahir pada 1891 dan harus memikul mahkota di usia belia, sembilan tahun, usai sang ayah wafat dalam kecelakaan berkuda.

Ia menghabiskan masa mudanya di Aitchison College, Lahore, tempat ia mulai mengembangkan kecintaan pada dunia olahraga, khususnya kriket dan polo, dua cabang yang menemaninya sepanjang hayat.

Pemerintahannya secara resmi dimulai pada 1910 ketika ia diberi kekuasaan penuh oleh Viceroy of India, menandai awal dari sebuah pemerintahan yang akan dikenang karena kemegahan dan kelebihannya.

Punya Banyak Wanita

Kehidupan pribadi Maharaja Bhupinder Singh tak kalah megah dari citra publiknya. Ia menikahi sepuluh istri dan memiliki harem yang terdiri dari 350 selir atau gundik, sebuah dunia pribadi yang penuh dengan kemewahan dan kesenangan. Dari keluarga besar ini, ia memiliki 88 anak, 52 di antaranya bertahan hingga dewasa.

Angka-angka ini saja sudah mencengangkan, tetapi mereka hanya menggambarkan sedikit dari gaya hidup mewah sang Maharaja.

Kecintaannya pada kemewahan tidak hanya terbatas pada hubungan pribadinya. Bhupinder Singh juga dikenal karena koleksinya yang terdiri dari 44 mobil Rolls Royce dan kegemarannya terhadap perhiasan eksklusif.

Ia terkenal karena mengenakan rompi yang dihiasi 1.001 berlian biru dan putih sekali setahun di hadapan istananya untuk menunjukkan kekuatannya. Selera makannya yang mewah juga menjadi legenda, dengan kabar bahwa ia bisa menghabiskan 40 hingga 50 burung puyuh tanpa tulang dalam sekali makan dan sup yang dibuat dari kaldu 24 ekor burung snipe.

Pengaruh dan kekayaan Bhupinder Singh terlihat jelas dalam kontribusinya terhadap kota Patiala dan sekitarnya. Ia membangun Chail View Palace dan mendirikan lapangan kriket tertinggi di dunia serta lapangan polo untuk timnya, ‘Patiala Tigers,’ yang terkenal sebagai salah satu pemain terbaik di India.

Kandangnya yang berisi 500 kuda polo menjadi bukti nyata kecintaannya pada olahraga tersebut dan keinginannya untuk unggul di dalamnya.

Ia juga memainkan perannya dalam Perang Dunia I, di mana ia meraih pangkat Letnan Jenderal Kehormatan, menunjukkan komitmennya pada sekutu-sekutunya. Namun, cerita tentang nafsu besarnya terhadap kemewahan menjadi bahan perbincangan di Eropa, menggambarkan seorang penguasa yang hidup tanpa batas.

Kecintaannya pada hal-hal mewah tidak lepas dari kontroversi. Pengeluaran yang berlebihan dan pilihan pribadinya sering kali menuai kritik dan ketertarikan dalam porsi yang sama. Pada 1928, ia menjadi berita utama ketika memesan kalung festoon dari platinum dari Cartier, yang dihiasi dengan permata bernilai mahal, termasuk berlian De Beers seberat 234 karat.

Sebagai penguasa, dampak Bhupinder Singh terhadap Patiala dan anak benua India secara keseluruhan sangat signifikan. Pemerintahannya adalah periode transformasi, di mana gema era negara-negara kepangeranan yang memudar bertemu dengan fajar modernitas.

Kisah hidup sang Maharaja adalah gambaran nyata tentang kompleksitas dan kontradiksi kehidupan kerajaan, di mana kelebihan pribadi berdampingan dengan tugas publik.

Pengaruhnya yang abadi pada warisan budaya dan olahraga Patiala terus dirayakan, memastikan bahwa sosoknya yang lebih besar dari kehidupan dan kontribusinya terhadap identitas daerah tidak dilupakan. Bhupinder Singh tetap menjadi simbol dari sebuah era yang penuh dengan kemewahan, kekuasaan, dan perubahan, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah India.

“Kehidupan Bhupinder Singh adalah cerminan dari zamannya – penuh dengan kemewahan, kekuasaan, dan kontradiksi,” kata seorang sejarawan. “Dia adalah sosok yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga meninggalkan warisan yang masih dirasakan hingga hari ini.”

Dengan segala kelebihan dan kontroversinya, Maharaja Bhupinder Singh dari Patiala tetap menjadi salah satu tokoh paling menarik dalam sejarah India, seorang penguasa yang hidupnya penuh dengan cerita yang menginspirasi dan mengundang refleksi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional