Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Puskesmas Surabaya Buka 24 Jam? Saat Dewan Datang Mengecek Ternyata Tiga Puskesmas Tutup

badge-check


					(Kiri) Anggota Komisi D Kota Surabaya melakukan pengecekan jam operasi Puskesmas di wilayah Surabaya. Tampak mengecek tabung oksigen yang krannya bocok, sehingga tidsak ada gasnya. (Kanan) Puskemas Ketabang yang baru saja direnovasi dengan anggaran Rp 5 miliar, ternyata juga tidak memberi pelayanan 24 jam. Instagram@surabaya.1menit Perbesar

(Kiri) Anggota Komisi D Kota Surabaya melakukan pengecekan jam operasi Puskesmas di wilayah Surabaya. Tampak mengecek tabung oksigen yang krannya bocok, sehingga tidsak ada gasnya. (Kanan) Puskemas Ketabang yang baru saja direnovasi dengan anggaran Rp 5 miliar, ternyata juga tidak memberi pelayanan 24 jam. [email protected]

Penulis: Saifudin   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWWS.COM, SURABAYA– Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi telah menginstruksikan agar seluruh Puskesmas di kota tersebut beroperasi 24 jam. Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 1 November 2023, dengan tujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Surabaya.

Puskesmas yang buka 24 jam akan menyediakan layanan pelayanan umum bagi warga yang membutuhkan layanan medis tidak mendesak. Juga pelayanan media khusus untuk situasi gawat darurat.

Meskipun semua Puskesmas siap melayani sepanjang waktu, saat ini hanya dua jenis layanan tersebut yang dioperasikan pada malam hari.

Wali Kota Eri menegaskan pentingnya kolaborasi antara petugas kelurahan/ kecamatan dan Satpol PP untuk memastikan bahwa warga yang membutuhkan pertolongan medis atau penjemputan jenazah dapat segera dibantu. Ini merupakan langkah strategis untuk menanggulangi kebutuhan kesehatan masyarakat secara efektif.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan masyarakat Surabaya dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan kapan saja mereka membutuhkannya.

Bagaimana faktanya? Anggota Komisi D DPRD kota Surabaya, Arjuna Rizki Dwi Krisnayana, SH, M.Kn, melakukan peninjauan on the spot, ke beberapa puskesma di wilayah Surabaya, pekan lalu.

Tim Komisi D DPRD melakukan peninjauan on the spot ke lokasi Puskesmas yang bukan 24 jam  komisi D Lainnya, mencari puskesmas yang buka 24 jam.  Rombongan anggota dewan ini tiba di lokasi pertama  pukul 22.30 wib di lokasi. Di Puskesams Sitotopo Wetan.

Pada saat dewan datang ke Puskesmas itu suasana gelap. “Tutupan, gerbang di depan ditutup, pintu gerbang di dalam juga ditutup! Lampunya mati,” kata Riski  dalam sebuahvideo yang diunggah akun instagram@surabaya1 menit, pekan lalu.

“Kami masuk ke sana loket-loket kosong. Bahkan ada orang yang tidur di bangku ruang tunggu,” tuturnya, sambil memperlihatkan seorang pria tengah tidur di bangku.

Dia menyatakan saat itu juga melihat di bagian UGD, “Disana kami mengecek, apakah lengkap alat-alatnya. Obat-obatannya, apakah lengkap peralatanannya apakah proper untuk menangani 144 macam penyakit yang bisa dilakukan oleh puskesmas. Itulah peraturan BPJS yang baru,” tuturnya.

Saat melihat tabung oxigen, anggota dewan mencoba memutar kran gas, “jadi ibaratnya, ngocos lah! Ibaratnya. Keluar oksigennya,” kata dia.

Lokasi yang dikujungi adalah Puskesmas Peneleh. Lagi-lagi sama kondisinya, pintunya digembok. Anggota dewan pun terpaksa meminta penjaga puskesmas untuk membukakan pintu, “Tolong Mas dibuka, dari DPRD,”. Lalu petugas itu membukan pintu. “Kami tanya mengapa digembok?” Alasannya takut motor hilang dan beberapa macam alasan.

Ternyata menurut Riski, keluhanannya sama bahwa di  puskesmas itu tidak ada tenaga SDM yang cukup, “Jadi kecapaian,” kata dia.

Peninjauan dewan dilanjutkan ke Puskesmas Ketabang. “Kami melihat, pintu utama dikunci! Namun pada saat kami bisa masuk ke dalam, ternyata pintu UGD pun dikunci.” katanya mengeluh.

Dokter on Call di Puskesmas Ketabang

Dia dalam UGD ada penjaga, dan dewan bertanya apakah ada dokter yang jaga? Ternyata tidak ada dokter yang jaga. Di puskesmas itu, menurut petugas, dokternya harus on call. “Padahal untuk puskesmas berjalan 24 jam, maka harus ada dokter jaga selama 24 jam. Bukan cuma on call saja, kalau on call yan lebih baik besok saja,” tutunya.

Rizki menyebutkan bahwa Puskesmas Ketabang baru saja melakukan renovasi dengan dana Rp 5 miliar, “Seharusnya pelayanan kesehatannya harus maksimal.

Ternyata menurut Komisi D DPRD kota Surabaya, ternyata instruksi walikota Puskesmas buka 24 jam di Surabaya tidak terjadi, setidaknya di tiga puskemas sampel yang dikunjugi anggota dewan pada malam hari. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MBG Dihentikan Sementa saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Trending di Nasional