Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Presiden Prabowo: 53 Sekolah Rakyat Diresmikan Tiga Bulan Kedepan, Rp 100 Miliar/ Sekolah

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto tegaskan dalam tiga bulan ke depan ada 53 sekolah rakyat diresmikan, tiap sekolah mendapat anggaran sebesar Rp 100 miliar, Jumat 21 Maret 2025. Instagram@lbj_jakarta Perbesar

Presiden Prabowo Subianto tegaskan dalam tiga bulan ke depan ada 53 sekolah rakyat diresmikan, tiap sekolah mendapat anggaran sebesar Rp 100 miliar, Jumat 21 Maret 2025. Instagram@lbj_jakarta

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa pemerintah akan membangun 200 Sekolah Rakyat pada tahun 2025, yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan 200 Sekolah Rakyat disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung pada Jumat, 21 Maret 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa program ini bertujuan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu dan memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia

Sekolah ini akan memiliki konsep asrama dan mencakup tingkat pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA. Setiap Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa, meskipun diharapkan bahwa jumlah tersebut dapat tercapai dalam enam bulan pertama setelah pembukaan.

Dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo menekankan bahwa program ini bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Ia menyatakan, “Anak orang kurang mampu tidak boleh miskin,” dan menekankan pentingnya memberdayakan anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah agar mereka tidak terjebak dalam siklus kemiskinan.

Sebagai langkah awal, Presiden Prabowo menargetkan agar 53 Sekolah Rakyat pertama dapat diresmikan dalam waktu tiga bulan ke depan. Kementerian Sosial telah memiliki beberapa gedung yang siap direnovasi untuk mempercepat realisasi program ini, sementara 147 sekolah lainnya akan menyusul.

Dalam jangka panjang, Prabowo berharap setiap kabupaten di Indonesia akan memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

Dana Rp 100 Miliar/ Sekolah

Pembiayaan pembangunan Sekolah Rakyat ini akan dilakukan melalui anggaran pemerintah, dengan estimasi sekitar Rp100 miliar per sekolah. Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan pembangunan 200 titik Sekolah Rakyat tersebar di seluruh Indonesia, di mana 45 lokasi di antaranya sudah siap untuk menyelenggarakan pendidikan.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menjelaskan bahwa sebagian besar lokasi yang diusulkan merupakan aset pemerintah daerah yang akan direnovasi untuk dijadikan sekolah.

Dari total 200 titik, lebih dari 160 lokasi telah diajukan oleh kepala daerah, dan beberapa di antaranya adalah lahan yang cukup luas untuk mendukung pembangunan sekolah.

Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan konsolidasi terkait kebutuhan anggaran dan memastikan bahwa semua aspek, termasuk sarana dan prasarana, dapat terpenuhi sebelum operasional dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perluas Investasi, Warsubi Pimpin Forkopimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang

13 Juni 2026 - 16:21 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakberas Jombang: Tengok Akar Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:20 WIB

Kepala BGN Nanik Deyang: Saya Memang Cupu-nya Presiden

13 Juni 2026 - 13:29 WIB

Andri Mulyono Partner Lodewyk Pusung, Mark Up Rp0,5 Triliun Proyek Motor Listrik BGN

13 Juni 2026 - 12:40 WIB

Kejaksaan Agung menahan Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), terlibat mark up proyek pengadaan motor listrik BGN.

Massa Aksi Mahasiswi UI Bubar Tertib dari Bundaran HI, Lampu Padam Masuk Kelompok Baju Hitam

12 Juni 2026 - 21:59 WIB

Aksi massa mahasiswa U, di Bundaran HI, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026

Pelatihan Kripik Pisang dan Tahu Krispi 21 Wanita Warga Plumbon Gambang

12 Juni 2026 - 21:16 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

Menelisik Akar Terorisme (16): Black Death Memangsa 50 % Populasi Eropa

12 Juni 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Jombang dan BPS Sinergi Sensus Ekonomi 2026: Dilaksanakan 15 Juni – 31 Agustus 2026

12 Juni 2026 - 16:21 WIB

Buoati Jombang, Warsubi memasang tag tanda resmi petugas pelaksana Sensus Ekonomi 2026.
Trending di News