Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Pengacara: Jokowi Utus Iparnya untuk Serahkan Ijazah Asli ke Bareskrim

badge-check


					Pengacara  Yukuf Hasibuan bersama Wahyu Andrianto, ipar Jokowi menyerahkan ijazah asli kepada Bareskrim sebagai langkah hukum klarifikasi gugatan dari dugaan ijazah palsu, Jumat, 9 Mei 2025. Instagram@Lbj_informasnia Perbesar

Pengacara Yukuf Hasibuan bersama Wahyu Andrianto, ipar Jokowi menyerahkan ijazah asli kepada Bareskrim sebagai langkah hukum klarifikasi gugatan dari dugaan ijazah palsu, Jumat, 9 Mei 2025. Instagram@Lbj_informasnia

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Hari ini, Jumat, 9 Mei 2025, kuasa hukum Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Yakup Hasibuan bersama perwakilan keluarga, secara resmi menyerahkan ijazah asli Jokowi beserta sejumlah dokumen terkait ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta.

Penyerahan ini dilakukan untuk memenuhi permintaan penyidik sebagai bagian dari proses klarifikasi atas isu dugaan ijazah palsu yang sedang diselidiki.

Ijazah asli tersebut dibawa langsung oleh perwakilan keluarga Jokowi, yaitu adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto, yang diutus secara khusus mengingat dokumen tersebut bersifat sangat sensitif dan perlu dijaga keasliannya secara ketat.

Yakup Hasibuan menjelaskan bahwa Jokowi tidak menyerahkan ijazahnya, secara langsung karena alasan keamanan dan sensitivitas dokumen tersebut.

Kuasa hukum menegaskan bahwa agenda hari ini hanya sebatas memenuhi permintaan Bareskrim untuk menyerahkan dokumen, termasuk ijazah asli, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik.

Mereka juga membawa beberapa dokumen tambahan sebagai antisipasi jika diperlukan oleh penyidik, namun fokus utama tetap pada penyerahan ijazah asli Jokowi.

Meski demikian, kuasa hukum menyatakan bahwa menunjukkan ijazah asli ke publik tidak akan menyelesaikan persoalan yang saat ini bergulir terkait tuduhan tersebut.

Penyerahan ijazah asli Jokowi ke Bareskrim Polri dilakukan dalam rangka pemeriksaan terkait dugaan kepemilikan ijazah palsu yang sedang diselidiki oleh polisi.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan Jokowi terhadap sejumlah pihak yang menuduh ijazahnya palsu.

Penyelidikan atas dugaan ijazah palsu ini dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri setelah menerima laporan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) pada April 2025. Penyerahan ijazah asli tersebut sebagai bukti untuk proses klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Utusan Jokowi ke Bareskrim Polri menyerahkan ijazah asli dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk ijazah SMA dan ijazah dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Yakup Hasibuan, menyatakan bahwa dokumen yang diserahkan meliputi ijazah dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, namun secara khusus disebutkan penyerahan ijazah asli SMA dan universitas terkait dugaan ijazah S1 palsu yang sedang diselidiki.

Ijazah-ijazah tersebut dibawa langsung oleh perwakilan keluarga, yaitu Wahyudi Andrianto, adik ipar Jokowi, karena sifat dokumen yang sangat sensitif.

Polemik Panjang

Isu ini pertama kali mencuat pada 3 Oktober 2022, saat Bambang Tri Mulyono mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Jokowi dalam pencalonan presiden 2019.

Gugatan tersebut mengklaim bahwa Jokowi melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyerahkan dokumen ijazah yang dianggap palsu atau mengandung informasi tidak benar. Namun, gugatan ini dicabut oleh Bambang pada 27 Oktober 2022.

Pada periode berikutnya, sejumlah pihak kembali mempertanyakan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi, termasuk munculnya gugatan baru di Pengadilan Negeri Surakarta pada April 2025 yang juga melibatkan KPU Solo, SMAN 6 Solo, dan UGM sebagai tergugat.

Rektor UGM dan Dekan Fakultas Kehutanan UGM secara resmi menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli dan Jokowi memang lulusan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, lulus pada 1985 sesuai ketentuan kampus.

Pada 25 April 2025, relawan Jokowi melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan isu ijazah palsu ke Polda Metro Jaya, kemudian pada 30 April 2025 Jokowi sendiri melaporkan lima orang terkait tuduhan tersebut ke polisi sebagai langkah hukum untuk menindaklanjuti isu yang dianggap fitnah dan merugikan nama baiknya.

Pada 9 Mei 2025, kuasa hukum Jokowi menyerahkan ijazah asli dan dokumen terkait ke Bareskrim Polri sebagai bagian dari proses penyidikan atas laporan dugaan ijazah palsu.

Isu ini telah berlangsung sejak 2022 dan terus bergulir hingga 2025 dengan berbagai gugatan dan laporan polisi, namun hingga kini pihak UGM dan Jokowi membantah keras tuduhan tersebut.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

SignAloud, Sarung Tangan Sakti bagi Tunarungu/Wicara

18 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Mobil Brio Tabrak Truk Angkut Gas Alam di Tol Sumo Terbakar, Satu Anak Tewas

18 Agustus 2026 - 09:26 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Gaya Anggun Angel Pieters di HUT Ke-81 RI Nyanyi Zamrud Khatulistiwa

17 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Purbaya Bakal Tarik Pajak Baru Tahun Depan, tapi Tergantung Ini

17 Agustus 2026 - 19:49 WIB

BI Gratiskan Biaya QRIS buat Semua Merchant Per 1 Oktober 2026

17 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Diduga Peras Warga Terkait Judol, Dua Oknum Polisi Diamuk Warga di Gresik

17 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Insiden di Rolak 9 Sidoarjo, Motor Sudah Ditemukam tapi Korban Masih Hilang

17 Agustus 2026 - 16:00 WIB

ASN Wonosobo Sembunyikan 600 Kartu PKH dan Kuasai Uang Bansos 2018-2026

17 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di News