Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Penahanan Ijazah, Eri Cahyadi Dampingi 30 Pekerja UD Sentosa Seal Lapor ke Polres Tanjung Perak

badge-check


					Walikota Surabaya mendampingi 30 orang mantan karyawan UD Sentosa Seal melapor ke Polres Tanjung Perak Surabaya, atas kasus penahanan ijazah pekerjanya yang keluar sebelum lima tahun masa kerja. Instagram@ericahyadi_
Perbesar

Walikota Surabaya mendampingi 30 orang mantan karyawan UD Sentosa Seal melapor ke Polres Tanjung Perak Surabaya, atas kasus penahanan ijazah pekerjanya yang keluar sebelum lima tahun masa kerja. Instagram@ericahyadi_

Penulis: Saifudin   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Kamis,  17 April 2025 mendampingi 30 mantan karyawan UD Sentoso Seal yang menjadi korban dugaan penahanan ijazah oleh pemilik perusahaan  UD Setosa Seal, Jan Hwa Diana, melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Laporan ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan yang sudah viral dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota dan kepolisian. Eri Cahyadi menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan meminta polisi memberikan atensi khusus agar segera ada titik terang.

“Saya ini ingin agar persoalan ini selesai secara jelas. Satu sisi karyawan bilang ada penahanan ijazah, sementara pihak lain menyatakan tidak pernah menahan ijazah. Mana yang benar, karena ini di luar kewenang kami, maka saya melapor ke polisi.” kata walikota itu.

Ia juga menegaskan bahwa jika terbukti perusahaan tersebut menahan ijazah karyawan, izin operasional UD Sentoso Seal bisa dicabut dan tidak akan diberi izin lagi untuk beroperasi di Surabaya.

Selain itu, Eri memberikan dukungan moral kepada para korban dan menekankan pentingnya menjaga kondusifitas kota selama proses hukum berlangsung.

Pemilik UD Sentoso Seal, Jan Hwa Diana, sempat dipanggil oleh Disnakertrans Jawa Timur dan menyangkal keterlibatannya dalam penahanan ijazah tersebut, mengklaim adan kerja sama dengan pihak lain terkait penerimaan karyawan sehingga ia tidak terlibat langsung.

Sejak awal dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan penahanan ijazah, kenal saja dengan pelapor tidak. Di Disnaker, Dia tetap lantang bahwa dirinya tidak menahan ijazah itu. Termasuk pada saat hearing dengan DPRD Surabaya.

Bahkan pada saat hearing dewngan dewan, Diana, saat pembicaraa dewan memojokkan dirianya, dia menyatakan akan keluar dari pertemuan itu. Perempuan ini cara bicara luas dan tegas, tampak tidak ada rasa ciut nyali bicara dengan siapapun.

Dua Laporan ke Polisi

Kasus ini juga menyeret nama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, karena viralnya masalah ini di media sosial.

Secara keseluruhan, kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah kota Surabaya dan aparat kepolisian untuk memastikan keadilan bagi para korban dan menegakkan aturan ketenagakerjaan di wilayah tersebut.

Tanjung Perak karena perusahaan tersebut beroperasi di wilayah hukum yang masuk dalam cakupan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, yang menangani wilayah pelabuhan dan sekitarnya di Surabaya.

Selain itu, laporan awal terkait dugaan penahanan ijazah oleh UD Sentoso Seal juga sudah pernah diajukan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, sehingga pelaporan lanjutan dan pendampingan oleh Wali Kota Eri Cahyadi tetap dilakukan di sana untuk konsistensi penanganan kasus.

Pelapor pertama kasus penahanan ijazah oleh UD Sentoso Seal adalah Nila Handiarti, seorang pekerja asal Pare, Kediri. Laporan tersebut dibuat di Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin, 14 April 2025, dengan pendampingan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya.

Selain Nila Handiarti, kemudian puluhan mantan karyawan lain juga melaporkan kasus yang sama, termasuk 31 eks karyawan yang pada 17 April 2025 didampingi langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melapor ke polisi.**

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2931

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

13 Pelanggaran yang Masuk RUU Perampasan Aset

30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Trending di News