Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Mimbar Rakyat

Pantesan Aman, Pengawas Keuangan Negara Merangkap Komisaris Pertamina, Ini yang Dilanggar

badge-check


					Agustina Arumsari, Foto Cr:Stan Perbesar

Agustina Arumsari, Foto Cr:Stan

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-JAKARTA-Kritikus Faizal Assegaf memberikan kritik tajam terhadap pengelolaan di Pertamina, khususnya terkait rangkap jabatan yang terjadi di internal perusahaan.

Faizal menyoroti sosok Agustina Arumsari, yang menji di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sekaligus sebagai Komisaris Pertamina Patra Niaga.

“Pertamina jadi sarang kawanan maling,” ungkap Faizal melalui platform X @faizalassegaf (5/3/2025).

Baca juga
Beragam Keluhan Terkait Mutu BBM Mulai 2022, Pertamina Master Berbantah, Keluhan Berlanjut

Menurut Faizal, keberadaan rangkap jabatan semacam ini berpotensi menciptakan peluang bagi berbagai bentuk penyimpangan di perusahaan tersebut.

“Bagaimana mau dibersihkan bila pengawas rangkap komisaris? Sangat mencolok permainannya!,” ujarnya tegas.

Ia juga menyebut bahwa situasi ini mencerminkan adanya konflik kepentingan yang semakin memperburuk kondisi ekosistem bisnis di Pertamina.

Baca juga
Hindari Isi Pertamax, Motor Ratusan Ojol Malah Mogok Setelah Isi Pertalite, Sangat Kacau

“Modus ginian beri kesan kuat jeruk makan jeruk. Ujungnya jaringan mafia bebas berkuasa. Walhasil, ekosistem Pertamina semakin menjadi kotak hitam,” tambahnya lagi.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Agustina Arumsari, yang saat ini mengemban posisi sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), juga memegang jabatan Komisaris di PT Pertamina Patra Niaga.

Kondisi ini memicu berbagai pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan yang mungkin terjadi.

BPKP sendiri memiliki peran penting dalam melakukan audit dan pengawasan terhadap keuangan negara, termasuk sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina.

Beberapa pihak mempertanyakan apakah audit yang dilakukan BPKP terhadap Pertamina Patra Niaga dapat tetap berjalan secara objektif dan independen.

Baca juga
Keterbukaan DPRD Jombang dengan Syarat, Wartawan Harus Pakai Tiket Khusus

Terlebih lagi, salah satu pejabatnya memiliki jabatan di perusahaan yang diawasi.

Berikut adalah beberapa peraturan dan undang-undang yang mengatur larangan rangkap jabatan karena dapat menyebabkan konflik kepentingan:

1. Pasal 17 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan

Pasal ini melarang pejabat pemerintahan untuk mengaudit atau mengawasi entitas di mana mereka memiliki kepentingan pribadi, guna mencegah konflik kepentingan.

2. Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP
Peraturan ini menegaskan bahwa pegawai BPKP harus bersikap independen dalam menjalankan tugas pengawasan, sehingga tidak boleh memiliki kepentingan di entitas yang diawasi.

3. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

Pasal ini melarang direksi atau komisaris suatu perusahaan untuk merangkap jabatan di perusahaan lain yang berada dalam pasar bersangkutan atau memiliki keterkaitan erat, guna mencegah monopoli dan konflik kepentingan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru

Johor Bahru Gempar, 4 Orang Sekeluarga Siksa Wanita Buruh Indonesia

14 Juni 2026 - 16:23 WIB

Perempuan buruh asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dua pria dan wanita satu keluarga di Johor Bahru, Malaysia.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:21 WIB

Trending di News