Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Oleh-oleh Presiden dari London: Deal Babcock Investasi Rp90 Triliun untuk Bangun 1.500 Kapal Nelayan RI

badge-check


					Presiden Prabowo berbincang pribadi dengan Pwerdana Mentri Inggeris, Keir Starmer Foto: bankom kepresidenen RI Perbesar

Presiden Prabowo berbincang pribadi dengan Pwerdana Mentri Inggeris, Keir Starmer Foto: bankom kepresidenen RI

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto, 24 Januari 2026, pulang dari lawatan kerja selama lima hari ke Inggris, Swiss, dan Prancis, yang menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis bernilai ekonomi tinggi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti komitmen investasi sektor maritim dari Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun sebagai pencapaian utama.

Kunjungan dimulai di Inggris pada 20 Januari 2026 dengan pertemuan Presiden Prabowo dan PM Keir Starmer di 10 Downing Street, menghasilkan kesepakatan maritim termasuk pembangunan 1.582 kapal nelayan yang dirakit di Indonesia.

Perjalanan berlanjut ke Swiss, lalu Prancis pada 23 Januari untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor.

Investasi Rp90 triliun ini bagian dari Maritime Partnership Programme (MPP) yang melibatkan perusahaan Babcock, menciptakan lapangan kerja di kedua negara serta mendukung galangan kapal dan revitalisasi nelayan Indonesia.

Kesepakatan ini melanjutkan komitmen G20 Afrika Selatan November 2025, dengan fokus pada pertahanan maritim dan ekonomi biru.

Selain maritim, lawatan membawa capaian di investasi, pendidikan, dan perdamaian global; Presiden kembali ke Indonesia pada 24 Januari 2026 via Garuda Indonesia.

Investasi Rp 90 Triliun

Investasi maritim senilai 4 miliar poundsterling (Rp90 triliun) dari Inggris difokuskan pada penguatan sektor kelautan Indonesia melalui Maritime Partnership Programme (MPP). Komitmen ini dipimpin perusahaan Babcock dan melanjutkan kesepakatan G20 2025.

Investasi utamanya dialokasikan untuk pembangunan 1.582 unit kapal nelayan (atau sekitar 1.500 unit menurut sumber lain), yang akan dirakit di galangan kapal Indonesia. Proyek ini mencakup produksi kapal tangkap ikan untuk mendukung nelayan lokal dan ekonomi biru.

Proyek diproyeksikan menyerap 600 ribu tenaga kerja: 30 ribu awak kapal, 400 ribu di produksi/perakitan, dan 170 ribu efek multiplier di sektor pendukung.

Di sisi Inggris, ini menciptakan 1.000 lapangan kerja baru, sambil memperkuat pertahanan maritim bilateral.

Komitmen investasi maritim senilai 4 miliar poundsterling (Rp90 triliun) dari Inggris terpusat pada Maritime Partnership Programme (MPP) di bawah perusahaan Babcock, tanpa daftar proyek terperinci yang disebutkan secara eksplisit dalam laporan resmi.

Proyek Inti

  • Pembangunan 1.582 kapal nelayan (atau sekitar 1.500 unit), dirakit di galangan kapal Indonesia untuk mendukung nelayan dan ekonomi biru.

  • Penguatan kemampuan maritim secara umum, termasuk peningkatan kapasitas angkatan laut dan revitalisasi industri galangan kapal.

Proyek ini diprediksi menyerap 600 ribu tenaga kerja Indonesia (30 ribu awak kapal, 400 ribu produksi, 170 ribu efek multiplier) serta 1.000 lapangan kerja di Inggris, melanjutkan kesepakatan G20 sebelumnya.

Peran Babcock

Perusahaan pertahanan ini memimpin Maritime Partnership Programme (MPP), menyediakan keahlian desain, teknik kapal, dan dukungan galangan kapal di lokasi seperti Rosyth, Bristol, dan Devonport. Mereka bertanggung jawab atas pembangunan 1.582 kapal nelayan yang dirakit di Indonesia, menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja di Inggris.

CEO Babcock, David Lockwood, menyebut program ini sebagai investasi strategis yang memperluas rantai pasok Inggris dan mendukung SME lokal. Kesepakatan ini melanjutkan komitmen G20 2025 dan memperkuat interoperabilitas maritim bilateral.

Pihak Inggris, melalui perusahaan Babcock dan komitmen pemerintahannya, yang berinvestasi ke Indonesia senilai 4 miliar poundsterling untuk proyek maritim.

Investasi ini mengalir dari Inggris ke Indonesia, dengan produksi dan perakitan 1.582 kapal nelayan dilakukan di galangan kapal Indonesia, menciptakan 600 ribu lapangan kerja lokal.

Sementara itu, Inggris mendapatkan sekitar 1.000 lapangan kerja baru dari rantai pasok dan dukungan teknis, memperkuat kemitraan maritim tanpa investasi sebaliknya dari Indonesia.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Serem Pencopotan Purbaya, Diinterupsi Lewat Telepon dari Prasetyo Hadi Saat Presentasi di Dewan

15 September 2026 - 00:17 WIB

Komite SMAN 1 Jombang Pasang Tarif Rp2,5 Juta, PMPP Rp165.000, Wali Murid: Bukan Sumbangan, tapi Paksaan

14 September 2026 - 21:38 WIB

Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal

14 September 2026 - 19:01 WIB

Gempa M 5,2 Malang Tak Begitu Dirasakan Warga, Ini Penyebabnya

14 September 2026 - 18:36 WIB

Resafel Kabinet, Prabowo Copot Purbaya Digantikan Suahasil Nazara

14 September 2026 - 16:45 WIB

Ombak Hantam Lambung Kanan, KM Virgo 8 Tenggelam: 129 Masih Dalam Pencarian

13 September 2026 - 21:18 WIB

Tragis Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Terbakar dalam Kamar di Simomulyo Surabaya

13 September 2026 - 20:14 WIB

,Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik, Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026

13 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Emas Antam Loyo, Turun Sedalam Ini Sepekan

13 September 2026 - 19:08 WIB

Trending di Nasional