Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Oktober 2025, Windows 10 Akan Tamat

badge-check


					Sebaiknya migrasi Wndow 11 sebelum Oktober Perbesar

Sebaiknya migrasi Wndow 11 sebelum Oktober

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa dukungan untuk sistem operasi Windows 10 akan berakhir pada 14 Oktober 2025. Dengan berakhirnya dukungan tersebut, pengguna Windows 10 tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan, perbaikan bug, maupun fitur baru dari Microsoft.

Dikutip dari laman microsoft, langkah ini merupakan bagian dari strategi Microsoft untuk mendorong adopsi sistem operasi terbaru mereka, Windows 11, yang menawarkan berbagai peningkatan dalam hal keamanan, kinerja, serta antarmuka pengguna yang lebih modern.

Microsoft juga mengingatkan bahwa perangkat yang tidak memenuhi persyaratan minimum Windows 11 tidak akan mendapatkan pembaruan secara otomatis. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk memeriksa kompatibilitas perangkat mereka menggunakan aplikasi PC Health Check yang tersedia di situs resmi Microsoft.

Terlepas dari tenggat waktu tersebut, 32 juta perangkat atau sekitar 65 persen komputer di Jerman masih menjalankan sistem operasi ‘jadul’ ini. Begitupun dengan 35 juta lebih pengguna Austria dan Swiss, dan puluhan juta pengguna di belahan dunia lain, total akan ada 240 juta PC akan jadi sampah.

Ahli siber dari perusahaan Eset, Thorsten Urbanski mengatakan bahwa device-device ini terancam berpotensi diserang oleh oknum jahat siber jika tidak melakukan update ke Windows terbaru.

Hal ini terjadi karena Microsoft telah menutup dukungan mereka termasuk menutup perlindungan dan keamanan mereka pada sistem operasi tersebut.

“Kami sangat menghimbau pengguna untuk tidak menunggu hingga Oktober. Upgrade ke Windows 11 sekarang atau pilih sistem operasi alternatif jika perangkat kalian tak mendukung versi terbaru. JIka tidak, pengguna menghadapi risiko keamanan yang signifikan, termasuk serangan siber yang berbahaya dan pencurian data,” kata Urbanski, dikutip dari Betanews.

Apa yang Berubah di Windows 11?

– Desain antarmuka baru yang lebih bersih dan modern

– Peningkatan performa dan efisiensi daya

– Fitur keamanan berbasis hardware seperti TPM 2.0

– Dukungan untuk aplikasi Android melalui Microsoft Store

Bagi pengguna individu maupun perusahaan, transisi ke Windows 11 sebaiknya segera direncanakan guna menghindari risiko keamanan dan gangguan layanan yang mungkin terjadi setelah Windows 10 tidak lagi didukung.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Trending di Life Style