Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Membelah Rimba Sebangau Menemui Perkampungan Habitat Primata Orang Utan

badge-check


					Inilah primata unggulan penghuni alam liar Taman Nasional Sebangai, di Kalimantan Tengah. Saat ini populasi orang utan di kawasan itu mencapai  8.700 individu. Foto: Gandhi Wasono M Perbesar

Inilah primata unggulan penghuni alam liar Taman Nasional Sebangai, di Kalimantan Tengah. Saat ini populasi orang utan di kawasan itu mencapai 8.700 individu. Foto: Gandhi Wasono M

Penulis: Gandhi Wasono S | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KATINGAN-  Hutan rimba Taman Nasional Sebangau ada kemiripan dengan tayangan hutan Amazon, yang berada di sembilan negara kawasan Amerika Selatan. Karena itu wisatawan asing sangat bergairah menjelajah alam liar taman nasional milik bangsa Indonesia ini. Sebangau sebagai kawasan yang lahan gambut dan hutannya menyumbangkan karbon untuk lingkungan menjadi daya tarik tersendiri.

Suasana semakin terasa hening ketika senja mulai tiba saatnya kembali ke Talali, Punggualas. Namun untuk perjalanan kembali ini motor perahui sengaja dimatikan. Untuk melaju menyusuri sungai perahu mengandalkan aliran sungai yang mengalir perlahan. Sungguh suasana amat syahdu. Namun TN Sebangau yang saat ini vegetasinya termasuk keragaman hayatinya kembali normal sejarah panjang.

“Dulu kawasan ini rusak akibat illegal logging yang masif dan berlangsung lama,” kata Kepala Balai Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, Ruswanto, S.P, M.H, saat bertemu dengan wartawan Kredonews.com.

 

Taman nasional Sebangau seluas 533.000 hektare, ditetapkan sebagai taman nasional oleh pemerintah sebagai  taman nasional yang mengemban tiga mandat yang harus dijalankan. Pertama, melakukan reboisasi diatas kawasan yang gundul. Kedua, mengembalikan keragaman hayati yang ada di dalamnya khusunya tentang orang utan. Ketiga melakukan pemberdayaan masyarakat yang ada di kawasan taman nasional.

Untuk mandat pertama secara serentak lahan yang rusak tersebut dilakukan reboisasia atau penanaman kembali di lahan yang gundul. Reboisasi itu melibatkan banyak pihak, mulai taman nasional sendiri, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), NGO lingkungan, juga masyarakat. “Dari jutaan bibit pohon yang ditanam saat itu hasilnya seperti yang sekarang kita lihat ini,” jelas Ruswanto sambil jelaskan bahwa TN Sebangau 80 persen luas lahannya adalah gambut, yang menghasilkan karbon yang sangat bagus sekaligus menjaga cadangan air untuk tanaman di atasnya.

Selama proses pemulihan lahan itu dibuatlah 2600 kanal lebih. “Kanal itu fungsinya untuk mengatur agar air bisa menyebar ke kawasan gambut dan pohon yang baru ditanam,” papar Ruswanto yang arek Suroboyo tersebut.

Tentang mandat kedua, Ruswanto yang sudah dua tahun menjabat Kepala Balai TN Sebangau memaparkan bahwa dengan memperbaiki kondisi hutan serta menjaga agar tidak terjadi penangkapan orang utan secara ilegal,  maka populasi orang utan tentu akan meningkat. Dia sebutkan dari hasil survei yang dilakukan pemerintah bersama NGO yang dirilis tahun 2015 ada dugaan jumlah 6.000 orang utan tersebar di dalam TN Sebangau.

Setelah berjalannya waktu proses perbaikan hutan semakin membaik tahun 2023 sampai Juli 2024 dilakukan pengamatan lagi dan hasil pendugaan jumlah orang utan di TN. Sebangau, sebanyak 8.700 individu primata. Hal itu diketahui dari sarang yang ditinggali oleh orang utan.

“Lalu oleh pak Alue Dohong, Wamen Kementerian Lingkungan Hidup diumumkan secara resmi. Sekaligus dijelaskan dengan jumlah populasi orang utan sebesar itu menandakan kondisi hutan taman nasional sudah kembali normal. Artinya program ini sukses tak lepas partisipasi masyarakat kawasan hutan yang ikut membantu kelestarian satwa yang ada di dalamnya, ” puji Ruswanto. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Trending di Life Style