Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Massa Bakar Gedung Grahadi, Khofifah Minta Polisi Bebaskan Demonstran yang Ditangkap

badge-check


					Massa aksi demo membakar gedung negara tempat kediaman resmi gubernur Khofifah Indar Parawansa dan perkantoran provinsi Jatim, Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Foto: istimewa
Perbesar

Massa aksi demo membakar gedung negara tempat kediaman resmi gubernur Khofifah Indar Parawansa dan perkantoran provinsi Jatim, Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Foto: istimewa

Penulis: Saifudin    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jawa Timur, terbakar parah akibat aksi pembakaran massa demonstran pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025.  Gubernur Khofifah beri pernyataan kepada massa.

Khofifah menemui massa demonstran di depan Gedung Grahadi sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu, 30 Agustus 2025, dan meminta agar massa aksi tidak bersikap anarkis dan tidak terprovokasi. Ia menyatakan harapannya agar aspirasi disampaikan secara damai tanpa menimbulkan kerusakan.

Khofifah juga berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya terkait pembebasan massa aksi yang ditahan selama kericuhan, dan meyakini bahwa masyarakat Jawa Timur yang terlibat adalah warga yang berkontribusi positif. Ia bahkan langsung menghubungi Kapolda Jatim untuk meminta pembebasan pendemo yang ditangkap.

Meskipun Khofifah berharap aksi tetap kondusif, kerusuhan berupa pembakaran di lima titik dan penjarahan tetap terjadi setelah pertemuannya dengan massa aksi. Selain itu, dia menegaskan pentingnya agar aksi demonstrasi dilakukan dengan tertib dan bertanggung jawab, tanpa merusak fasilitas publik atau mengganggu ketertiban umum.

Api membakar bagian atap dan beberapa ruangan penting seperti ruang kerja Wakil Gubernur dan press room. Selain kebakaran, sejumlah fasilitas dan barang di dalam gedung juga dirusak dan dijarah.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menyatakan bahwa kericuhan demo di Gedung Negara Grahadi Surabaya bukanlah cerminan aspirasi murni dari pengemudi ojek online (ojol).

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, memberikan pernyataan mengenai kericuhan di Gedung Grahadi pada Jumat malam, 29 Agustus 2025, tetapi aksi pembakaran terus berlanjut hingga Sabtu malam, 30 Agustus 2025 dan polisi tak mampu mencegah.

Ia menjelaskan bahwa aksi para pengemudi ojol pada dasarnya berlangsung tertib dan kondusif, dan aspirasi mereka diterima dengan baik oleh pihak kepolisian.

Menurut Kapolda, aksi ricuh yang merusak fasilitas umum dan membakar Gedung Grahadi terjadi karena adanya oknum yang tidak bertanggung jawab, dan mereka sedang melakukan investigasi untuk mengungkap pelaku sebenarnya.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga simbol kebesaran Provinsi Jawa Timur yang ada di Gedung Grahadi. Ia menegaskan bahwa polisi akan menangani kasus ini secara transparan dan memberikan informasi perkembangan kasus kepada publik.

Kebakaran di sisi barat Gedung Grahadi melalap seluruh struktur bagian tersebut dalam hitungan menit. Bagian yang terbakar total meliputi atap, dinding, dan seluruh interior ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur serta ruang-ruang di sekitarnya, termasuk ruang wartawan dan beberapa ruang biro.

Luas kebakaran mencakup hampir seluruh sisi barat gedung yang mengalami kerusakan parah, dengan api yang membumbung tinggi dan sulit dipadamkan dalam waktu cepat. Kebakaran ini menyebabkan banyak barang perkantoran dan fasilitas di sisi barat hangus terbakar dan sebagian lainnya dijarah massa yang hadir pada saat itu.

Situasi di sekitar Grahadi saat kejadian sangat ricuh dan tidak kondusif, dengan adanya lemparan batu, bom molotov, dan bentrokan antara massa dan aparat TNI.

Pemerintah daerah berusaha menenangkan massa dan situasi masih dalam pengawasan keamanan. Gedung Grahadi merupakan salah satu bangunan cagar budaya dan ikon sejarah di Surabaya yang kini mengalami kerusakan serius akibat insiden ini.

Bagian Gedung Negara Grahadi yang paling parah terbakar adalah sisi barat gedung, terutama ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Api dengan cepat melalap area tersebut dan merambat ke ruang-ruang di sekitarnya, termasuk ruang Kepala Biro Umum Setdaprov Jawa Timur dan ruang press room yang berada tepat di belakang ruang Wakil Gubernur. Selain itu, atap bangunan juga hangus terbakar akibat kobaran api yang besar.

Pembakaran ini membuat sebagian besar sisi barat gedung rusak parah dan mengalami kerusakan serius.

Bersejarah
Grahadi adalah sebuah gedung bersejarah yang terletak di Surabaya, Jawa Timur. Gedung ini dibangun pada tahun 1795 pada masa pemerintahan Residen Belanda, Dirk Van Hogendorps.

Awalnya, gedung ini berfungsi sebagai rumah kebun bagi pejabat Belanda dan menjadi tempat pertemuan atau pesta.
Seiring waktu, Grahadi berkembang menjadi rumah dinas resmi Gubernur Jawa Timur dan tempat penerimaan tamu kenegaraan serta upacara resmi.

Arsitekturnya bergaya kolonial Belanda dengan gaya neo klasik Perancis, menjadikannya salah satu simbol pemerintahan dan sejarah di Jawa Timur.

Kediaman Gubernur
Fungsi Gedung Grahadi adalah sebagai rumah dinas resmi Gubernur Jawa Timur dan sebagai tempat untuk menerima tamu kenegaraan, pemerintahan, serta tamu lainnya.

Selain itu, gedung ini juga digunakan untuk acara resmi seperti pelantikan pejabat daerah dan upacara peringatan hari-hari besar nasional, termasuk Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Gedung Grahadi juga berfungsi sebagai ikon sejarah dan budaya di Surabaya, menjadi tempat pembelajaran dan wisata sejarah yang merefleksikan perjalanan sosial dan politik Kota Surabaya serta Jawa Timur.

Saat ini, Gedung Grahadi juga terbuka untuk umum sebagai bagian dari warisan budaya kota Surabaya. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpam 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Jatim Catat 14 Kabupaten Berstatus Darurat

20 Juli 2026 - 19:14 WIB

Usaha Rumahan Ikut Didata, BPS Pastikan Bukan untuk Urusan Pajak

20 Juli 2026 - 18:54 WIB

Pengacara Muda Rocky Martin Napitupulu Tewas Terjatuh dari Tingkat 46 Apartemen Mastepiece Jakarta

20 Juli 2026 - 14:08 WIB

Trending di News