Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Longsor Besar di Gunung Kuda Cirebon, Kapolsek: Ada Dugaan Sengaja Dilongsorkan!

badge-check


					Inilah detik-detik longosr besar di lokasi galian C Gunung Kuda, wilayah  Bobos, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat,  Selasa, 11 Feberuai 2025. Tangkap layar video Instagram@cirebon.banget Perbesar

Inilah detik-detik longosr besar di lokasi galian C Gunung Kuda, wilayah Bobos, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 11 Feberuai 2025. Tangkap layar video [email protected]

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CIREBON–  Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, longsor Selasa, 11 Februari 2025.  Ratusan ribu mungkin jutaan meter kubik material batu kapur runtuh dari ketinggian disertai suara gemuruh, dan peristiwa ini terekam video longsot itu kemudian viral di media sosial.

Menurut Kapolsek Dukupuntang, AKP Nuryana, longsor ini disebabkan faktor alam dan metode penggalian yang digunakan di lokasi, Rabu 12 Februari 20225. Pengelola tambang diduga memanfaatkan kondisi cuaca untuk mempercepat proses longsor yang sudah diperkirakan sebelumnya. Agar bisa mengeruk material tanpa membutuhkan alat berat.

Informasi mengenai identitas spesifik pengelola tambang Gunung Kuda tidak disebutkan secara rinci dalam hasil pencarian.  Akan tetapi, laporan-laporan tersebut menyebutkan bahwa pengelola tambang telah mengantisipasi potensi longsor dengan meliburkan pekerja dan menghentikan aktivitas pertambangan.

Kapolsek Dukupuntang, AKP Nuryana, juga menyebutkan bahwa pengelola diduga memanfaatkan kondisi cuaca untuk mempercepat proses longsor

Material  sengajaga dekeruk dari bawah, sehingga membenntuk cerukan karena tanah labil menyebab mudah  runtuh.  Sebelum kejadian, aktivitas pertambangan telah dihentikan sementara dan para pekerja diliburkan sebagai langkah antisipasi.  Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak berwenang terus memantau area galian untuk memastikan keselamatan lingkungan sekitar.

Gunung Kuda adalah lokasi tambang galian C, yang hasilnya sebagian digunakan untuk bahan baku semen, batu alam, maupun keramik.  Material batu kapur runtuh dari ketinggian.

Aktivitas pertambangan di Gunung Kuda memberikan dampak besar bagi masyarakat, baik dampak positif maupun negatif, tetapi pada dasarnya kegiatan pertambangan lebih besar menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa Universitas Sunan Gunung Djati, 2018, ada beberapa perusahaan mengelola area pertambangan batu alam Gunung Kuda, termasuk Yakin Al-Islah (5-6 hektar), Satori (2 hektar), Al-Jariah (4.49 hektar), dan Bumi Karya (5 Hektar)5.Namun, perlu dicatat bahwa pada tahun 2015, Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa penambangan di Gunung Kuda akan ditutup selamanya. Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menutup kawasan tambang batu tersebut..

Material diambil dari bagian bawah gunung, menyebabkan tanah di atasnya menjadi tidak stabil dan akhirnya runtuh. Kapolsek Dukupuntang, AKP Nuryana, menyatakan bahwa pengelola galian telah mengetahui indikasi longsor dan meliburkan pekerja sebagai langkah antisipasi’.

Gunung Kuda adalah lokasi tambang galian C, yang hasilnya sebagian digunakan untuk bahan baku semen, batu alam, maupun keramik.

Aktivitas pertambangan di Gunung Kuda memberikan dampak besar bagi masyarakat, baik dampak positif maupun negatif, tetapi pada dasarnya kegiatan pertambangan lebih besar menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial.

Beberapa perusahaan mengelola area pertambangan batu alam Gunung Kuda, termasuk Yakin Al-Islah (5-6 hektar), Satori (2 hektar), Al-Jariah (4.49 hektar), dan Bumi Karya (5 Hektar)5.Namun, perlu dicatat bahwa pada tahun 2015, Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa penambangan di Gunung Kuda akan ditutup selamanya. Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menutup kawasan tambang batu tersebut.

Perlu  dicatat bahwa pada tahun 2015, Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa penambangan di Gunung Kuda akan ditutup selamanya.  Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menutup kawasan tambang batu tersebut, namun penambang melalukan aksi kucing-kcuingan dengan aparat dan pemerintah, sehingga penambangan menjadi lestari hingga saat ini.

Berikut catatan kejadian longsor sebelumnya:

  • Sebelum 2025: Kejadian tanah longsor di area Gunung Kuda sudah terjadi berulang kali.
    2015: Telah terjadi longsor di lokasi penambangan yang mengakibatkan beberapa orang terkubur, yang diperkirakan terjadi karena teknik penambangan yang tidak tepat1. Dua orang ditemukan tewas dan lima lainnya diperkirakan tertimbun longsor.
  • 2023: Tersebar rekaman video yang memperlihatkan momen terjadinya longsor di Gunung Kuda dengan suara dentuman yang sangat jelas terdengar.
  • 2008: Longsoran batu ukuran besar mengakibatkan satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka berat. Menurut catatan, hampir setiap tahun selalu ada korban meninggal akibat longsoran batu sejak tahun 1960-an. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MBG Dihentikan Sementa saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Trending di Nasional