Menu

Mode Gelap

News

Kiai Muda KH Dr M Shalmanhuddin Mempersunting Inayah Gus Dur, Nikah di Gulukguluk Semenep

badge-check


					Putri pasangan Presiden IV Indonesia KH Abdurrhaman Wahid dengan Ibu Shinta Nuriayah, Inayah Wulandari mengakhir masan lajang dipersunting oleh  Dr. KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits, pengasuh Ponpes Annuqayah di Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi mempersunting Nyai Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu almarhum Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada Minggu, 5 April 2026. Foto: ist/ keluarga Perbesar

Putri pasangan Presiden IV Indonesia KH Abdurrhaman Wahid dengan Ibu Shinta Nuriayah, Inayah Wulandari mengakhir masan lajang dipersunting oleh Dr. KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits, pengasuh Ponpes Annuqayah di Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi mempersunting Nyai Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu almarhum Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada Minggu, 5 April 2026. Foto: ist/ keluarga

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SUMENEP– Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, sebuah kisah cinta sederhana namun penuh makna terjadi di lereng bukit Ponpes Annuqayah, Gulukguluk, Sumenep. Dr. KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits atau akrab disapa Ra Mamak, kiai muda berjiwa sederhana, resmi mempersunting Nyai Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu Gus Dur, pada Minggu, 5 April 2026.

Pernikahan berlangsung di masjid utama Ponpes Annuqayah Lubangsa Raya dengan dihadiri ratusan santri yang duduk bersila. Ra Mamak tampak tegar saat mengucap ijab kabul, sementara Inayah yang biasanya flamboyan kini tampak anggun berbalut kebaya putih sederhana. “Ini bukan pernikahan politik, tapi ikatan cinta dan silaturahmi,” ujar salah satu pengasuh pesantren yang menyaksikan.

Kisah Cinta

Ra Mamak (44), putra ulama besar KH. Warits Ilyas, dikenal sebagai kiai yang merakyat—sering turun ke sawah bersama santri dan aktif berdakwah di media sosial.

Inayah (43), aktivis PBNU yang juga aktris teater, pertama kali bertemu Ra Mamak saat acara keagamaan di Jakarta. “Kami sering diskusi soal lingkungan dan pendidikan pesantren,” kenang Inayah dalam wawancara singkat pasca-akad.

Ponpes Annuqayah yang didirikan 1887 bukan sekadar latar, tapi saksi perjalanan hidup keduanya. Ribuan santri putra-putri memadati area pernikahan, menciptakan suasana seperti hari raya. Ibu-ibu santri memasak massal nasi jagung dan sayur daun singkong, sementara anak-anak bersorak riang saat walimah.

Inayah yang dulu bersinar di OK-JEK dan monolog “Negeri Sarung” kini menempati posisi Nyai di pesantren bersejarah Madura. “Saya belajar banyak dari Mbak Inayah soal aktivisme lingkungan,” cerita salah satu santriwati. Sementara Ra Mamak yang bergelar doktor ini justru belajar humor dan keberanian dari putri bungsu Gus Dur.

Keesokan harinya, 6 April 2026, foto pernikahan menyebar viral di Instagram dan TikTok. Netizen terpesona melihat “pertemuan dua dunia”—pesantren tradisional Madura dengan aktivis urban Jakarta. Banyak yang menyebut ini simbol harmoni NU dan semangat Gus Dur yang inklusif.

Pernikahan ini bukan akhir, tapi awal baru. Ra Mamak-Inayah berjanji melanjutkan kiprah masing-masing: dia berdakwah, dia aktivisme, tapi kini bersama demi Indonesia yang lebih baik.

Profil Inayah

Inayah Wulandari Wahid adalah putri bungsu Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Sinta Nuriyah. Lahir pada 31 Desember 1982, ia dikenal sebagai aktivis, aktris, dan tokoh di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ia mendirikan Positive Movement (PM) sejak 2006 untuk mendorong pemuda terlibat isu sosial seperti hak buruh migran (TKI) dan HAM. Sejak 2016, ia duduk di dewan pengawas Greenpeace Indonesia, fokus pada keadilan lingkungan dan pemberdayaan petani.

Inayah aktif di teater dan layar kaca, bintangi OK-JEK (2016–2018), serta pentas seperti Indonesia Kita, Tabib Suci (2022), dan monolog Negeri Sarung (2022) yang mengkritik politisasi agama. Ia lulusan Universitas Indonesia.

Baru saja menikah dengan Dr. KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits, pengasuh Ponpes Annuqayah di Sumenep, pada 5 April 2026.

Profile M Shalahuddin

Dr. KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits adalah kiai muda asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah di Desa Guluk-Guluk.

Lahir pada 16 April 1982 di Sumenep, ia merupakan putra ulama karismatik KH. Warits Ilyas. Akrab disapa “Ra Mamak” atau “Kiai Mama'”, ia memiliki gelar doktor (Dr.) dan M.Hum., mencerminkan dedikasinya pada pendidikan agama dan pesantren.

Pesantren Annuqayah yang dipimpinnya didirikan tahun 1887 oleh KH. Moh. Syarqawi, menjadi salah satu pesantren tertua di Madura dengan ribuan santri putra dan putri. Ia aktif dalam struktur pengurus Lubangsa Putri, bersama Nyai Hj. Shafiyah A. Warits.

Baru saja menikah dengan Nyai Inayah Wulandari Wahid, putri bungsu Gus Dur, pada 5 April 2026 di pesantrennya, menarik perhatian publik nasional.  **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

14 Jam Rudy Mas’ud Bertahan di Dalam Kantor, Saat Massa APM Kaltim Unjuk Rasa

22 April 2026 - 08:40 WIB

Tanker Gamsunoro Milik Pertamina Dikontrakan ke Pihak III, lalu Disewa oleh Pertamina Sendiri

21 April 2026 - 22:09 WIB

LPKJ 2025 Bupati Jombang, Dewan: 74 % Anggaran Masih Transfer Pusat, PAD Cuma 26 %

21 April 2026 - 20:36 WIB

Anang Sularso Dibunuh di Purwoasri, Dibuang di Keras Kediri, Ditemukan di Megaluh Jombang

21 April 2026 - 16:44 WIB

Kebakaran Gedung Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Dua Pegawai Luka Ringan

21 April 2026 - 14:20 WIB

4.975 Orang Aksi Massa 214, Paksa DPRD Ajukan Hak Angket terhadap Gubernur Rudi Mas’ud

21 April 2026 - 13:06 WIB

Gempa Mag 7.4 di Jepang, Tsunami 3 Meter Suasana Tenang

21 April 2026 - 12:03 WIB

Jual Aset Sitaan KSP Pandawa: Kejati Bandung Tangkap Oknum Jaksa Kejati Banten

20 April 2026 - 14:13 WIB

Trending di News