Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kepsek Tampar Siswa Ketahuan Merokok, Orang Tua Lapor Polisi 630 Pelajar Demo

badge-check


					(kiri) Ny Tri Indah Alesti ibu Indra Lutfiana Putra (tengah). (Kanan) Kepala sekolah Dini Fitria. Siswa kedapatan merokok di sekolah SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten. Akibatnya kepala sekolah menampar korban, orang tua tidak terima dan melapor ke polisi. Terjadi aksi demo yang mengjhendaki agar kepala sekolah dilengserkan. Foto: kolase tankap layar video instagram@otakkanan Perbesar

(kiri) Ny Tri Indah Alesti ibu Indra Lutfiana Putra (tengah). (Kanan) Kepala sekolah Dini Fitria. Siswa kedapatan merokok di sekolah SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten. Akibatnya kepala sekolah menampar korban, orang tua tidak terima dan melapor ke polisi. Terjadi aksi demo yang mengjhendaki agar kepala sekolah dilengserkan. Foto: kolase tankap layar video instagram@otakkanan

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LEBAK- Siswa ketahuan merokok di lingkungan sekolah, lalu ditampar guru. Reaksinya, orang tua pelajar SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, melaporkan kepala sekolah ke Polres Lebak. Selain itu, pada  hari Senin, 13 Oktober 2025, terjadi aksi demo seluruh siswa menuntut agar kepala sekolah dilengserkan.

Siswa SMAN 1 Cimarga ketahuan merokok di lingkungan sekolah, bukan di dalam kelas. Kejadian ini terjadi pada saat kegiatan Jumat Bersih di lingkungan sekolah pada tanggal 10 Oktober 2025.

“Saya datang ke polres lebak untuk melaporkan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga yang sudah melakukan kekerasan kepada anak saya,” ujar ibu korban, Tri Indah Alesti, Indra Lutfiana Putra, 17 tahun.

Kepala sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, membenarkan ada insiden tersebut namun menyebut tindakannya spontan.

“Saya spontan menegur, bahkan sempat menampar pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras,” katanya, seperti dikutip dari akun instagram@otakkanan, Selasa, 14 Oktober 2025. Ia juga pernah diterpa tuduhan korupsi dana BOS di sekolah tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.

Sekitar 630 siswa melakukan aksi demo, menghendaki agar kepala sekolah dilengserkan, efek dari menampar siswa yang ketahuan merokok di sekolah, Senin 13 Oktober 2025. Foto: tangkap layar video Instagram@otakkanan

Kasus ini memicu aksi mogok oleh sekitar 630 siswa melakukan protes. Para siswa meminta klarifikasi dan pergantian kepala sekolah. Kegiatan belajar sempat terhenti, namun pihak sekolah menyebut situasi kini berangsur kondusif.

Para siswa itu memasang spanduk di pintu gerbang sekolah dengan tulisan: Kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengeserkan! Spanduk tersebut kemudian dicopot.

Beberapa pihak, termasuk seorang komedian lokal Andis Brighter, memberikan dukungan kepada kepala sekolah dengan alasan tindakan tersebut merupakan upaya mendisiplinkan siswa pelanggar aturan sekolah, namun dukungan ini juga menimbulkan kontroversi publik.

Kondisi SMAN 1 Cimarga saat ini masih sepi dan dalam suasana mogok sekolah oleh para siswa sebagai bentuk protes atas tindakan kepala sekolah yang menampar siswa karena ketahuan merokok.

Pada hari kedua mogok, Selasa 14 Oktober 2025, seluruh 19 ruang kelas dan sekitar 630 siswa tidak hadir di sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak berjalan seperti biasa.

Guru-guru tetap masuk sekolah namun hanya berkumpul di ruang guru tanpa mengadakan proses pembelajaran.  Para guru mencoba melakukan pendekatan kepada siswa agar situasi dapat kondusif kembali, namun aksi mogok masih berlangsung.

Ringkasan kronologi utama:

  • 10 Oktober 2025: Siswa tertangkap merokok, kepala sekolah menegur dan menampar siswa.

  • 10 Oktober 2025: Orang tua siswa melapor ke Polres Lebak.

  • 13 Oktober 2025: 630 siswa melakukan mogok sekolah sebagai protes.

  • Kasus masih dalam penyelidikan polisi.

Kasus ini menimbulkan diskusi tentang batas antara disiplin dan kekerasan di lingkungan pendidikan di Lebak. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Pengampunan Pajak Selama Masih Jabat

3 September 2026 - 18:37 WIB

Setelah Sidoarjo, Keracunan MBG Terjadi Nganjuk: 53 Siswa dan Satu Guru SMAN 3 Dibawa ke Rumah Sakit

2 September 2026 - 21:00 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:09 WIB

RI Posisi ke-4 Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia, di Bawah Timor Leste

2 September 2026 - 19:02 WIB

Sertifikasi Halal Berpotensi Buat Harga Kosmetik RI Naik

2 September 2026 - 18:50 WIB

Trending di Nasional