Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyebut pemerintah langsung meningkatkan kewaspadaan setelah menerima informasi awal mengenai penyebaran virus Ebola. Ia mengatakan langkah mitigasi dilakukan sebelum Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan status PHIC terhadap penyebaran Ebola tersebut.
Dante mengatakan informasi mengenai Ebola diterima melalui surat elektronik dan pesan singkat dari kolega kesehatan di Kenya. Ia menyebut informasi tersebut langsung diteruskan kepada Andi Saguni untuk segera ditindaklanjuti seluruh jajaran kesehatan nasional.
Menurut Dante, Andi Saguni langsung menggelar pertemuan bersama seluruh kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dari berbagai wilayah Indonesia. Ia mengatakan surat edaran kewaspadaan virus Ebola juga langsung diterbitkan pada hari yang sama tersebut.
“Pada hari itu juga Pak Andi Saguni ini, langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala BKK se-Indonesia. Pada hari itu juga Pak Andi Saguni memberikan SE, surat edaran, tentang kewaspadaan virus Ebola,” ujarnya.
Dante menegaskan pemerintah terus melakukan screening dan karantina untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya virus Ebola ke Indonesia. Ia memastikan kemampuan diagnosis Indonesia sudah mumpuni, meskipun hingga sekarang belum ditemukan kasus Ebola di dalam negeri.
“Kita akan skrining virus Ebola ini, dan sampai sekarang belum ada virus Ebola yang ada di Indonesia. Tapi kita sudah melakukan mitigasi, kemampuan kita melakukan diagnosis sudah mumpuni,” kata Dante.
Penyakit virus Ebola sendiri atau Ebola Virus Disease (EVD) merupakan penyakit pada manusia yang disebabkan infeksi virus Ebola. Penyakit ini pertama kali ditemukan di kawasan Afrika Tengah dan kini sempat mewabah di sejumlah negara Afrika, seperti Uganda, Sierra Leone, dan Kongo.***











