Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Keluhan kepada MBG Miftahul Ulum Kesamben: Membagi Makanan Basi, Paket Dikembalikan

badge-check


					Lokasi dapur yayasan Mifahul Ulum, Kesamben, pemasok makanan MBG untuk sekolah di wilayah Kesambeng, Jombang. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto Perbesar

Lokasi dapur yayasan Mifahul Ulum, Kesamben, pemasok makanan MBG untuk sekolah di wilayah Kesambeng, Jombang. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan MBG yang diterima anak-anak mereka, bahkan diduga tidak layak konsumsi karena basi.

Keluhan tersebut disebut tidak hanya terjadi di satu sekolah, melainkan merata di beberapa wilayah penerima program MBG di Kecamatan Kesamben.

Salah satu wali murid berinisial LF mengungkapkan, menu MBG yang disuplai oleh SPPG Yayasan Miftahul Ulum menuai banyak protes dari orang tua siswa.

“Iya mas, menu MBG dari SPPG Miftahul Ulum banyak dikeluhkan. Tidak hanya di Desa Dero, Kedungbetik, atau Kesamben saja, tapi merata,” ujar LF saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

LF menuturkan, anaknya yang bersekolah di SD Candisari memilih tidak mengonsumsi makanan MBG karena mengaku makanan tersebut sudah dalam kondisi basi.

“Anak saya bilang nasinya dan lauknya basi, jadi tidak dimakan. Tidak mungkin anak kecil mengada-ada,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, sebagian siswa memilih untuk makan di rumah. Para wali murid pun berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG yang menyasar anak-anak sekolah tersebut.

Meski hingga kini belum ada laporan resmi terkait gangguan kesehatan siswa, keluhan yang meluas ini memunculkan kekhawatiran terhadap standar pengolahan dan distribusi makanan MBG di Jombang.

Sementara itu, sejumlah sekolah di Kecamatan Kesamben mengambil langkah antisipatif setelah menemukan paket Makan Bergizi Gratis yang diduga tidak layak konsumsi saat distribusi pada Senin (19/1/2026).

Kepala SMPN 2 Kesamben, Nur Khasanah, mengatakan pihak sekolah memiliki prosedur pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Setiap hari sebelum dibagikan ke anak-anak, ada tim yang mencicipi makanan. Saat itu lauknya tercium agak bau, lalu kami cek sampel lain dan hasilnya sama,” jelasnya.

Pihak sekolah kemudian langsung menghubungi pengelola dapur MBG. Sebagai tindak lanjut, paket makanan tersebut ditarik kembali guna mencegah risiko terhadap kesehatan siswa.

“Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah kami hubungi, pihak SPPG menarik kembali makanan dan berjanji mengganti,” tambahnya.

Perlu diketahui, persoalan kualitas paket Makan Bergizi Gratis yang diduga dikelola oleh dapur SPPG Yayasan Miftahul Ulum Dero, Kesamben, Jombang, bukan kali pertama terjadi.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, disebut sudah ada beberapa laporan serupa, termasuk lauk telur puyuh yang diduga basi.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dapur SPPG Yayasan Miftahul Ulum Dero, Fahmy Ardy Ansyah, belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kamu Tanya 10-50 Pertanyaan, AI Butuh Minum Segelas Air 500 Ml

31 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kata ESDM Soal Penyesuaian Harga Dex Series hingga Pertamax Besok

31 Juli 2026 - 17:24 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Sejahtera, Bupati Jombang Warsubi Minta Apraisal dari Tim Independen

31 Juli 2026 - 14:54 WIB

Bupati Probolinggo dan Suami Anggota DPR RI Dituntut 6 Tahun Penjara, Wajib Kembalilan Uang Rp147 M

31 Juli 2026 - 11:41 WIB

Menelisik Akar Terorisme (43): Para Budak Pun Merantai Dirinya Sendiri

31 Juli 2026 - 09:56 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

Reskrim Polres Jombang Mulai Selidiki KPRI Sejahtera, Kasus Dana Rp124 Miliar Tidak Cair

30 Juli 2026 - 19:00 WIB

Trending di News