Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kasus Ijon Bupati Situbondo Rp 4,21 M, KPK Menahan 5 Tersangka Baru

badge-check


					Inilah liam tersangka baru dalam kasus ijon pryek di wilayah kabupaten Situbondo, dengan moudus pembayaran fee 10 % untuk bupati dan kepada PUPR sebesar 7.5 %. Mereka ditahanh sejak 4 November 2025. Foto: Instagram@KPK
Perbesar

Inilah liam tersangka baru dalam kasus ijon pryek di wilayah kabupaten Situbondo, dengan moudus pembayaran fee 10 % untuk bupati dan kepada PUPR sebesar 7.5 %. Mereka ditahanh sejak 4 November 2025. Foto: Instagram@KPK

Penulis: Yoli Andi Purnomo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SITUBONDO–  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan lima orang tersangka dalam pengembangan penyidikan kasus korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk tahun 2021-2024.

Penahanan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus yang sudah berlangsung sebelumnya, dimana dua tersangka awal yakni Bupati Situbondo dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPP sudah lebih dulu ditetapkan dan divonis bersalah pada Oktober 2025.

Kelima tersangka ditahan mulai tanggal 4 November 2025 dan penahanan ini berlaku selama 20 hari pertama sampai 23 November 2025.

Kasus ini berhubungan dengan penerimaan suap oleh Bupati Situbondo periode 2021-2025, Karna Suswandi, dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Eko Prionggo Jati yang telah divonis bersalah pada Oktober 2025.

Modus Ijon

Modus korupsi melibatkan permintaan “uang investasi” (alias ijon proyek) sebesar 10% dari nilai proyek oleh Bupati dan komitmen fee 7,5% untuk Eko Prionggo atas pengkondisian dalam lelang proyek konstruksi yang dana awalnya melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kemudian diganti dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Total uang suap yang diberikan mencapai Rp 4,21 miliar, dengan detail pemberian dari para tersangka tersebut yang kemudian diserahkan kepada KS dan EPJ.

Para tersangka ditahan selama 20 hari pertama mulai 4 hingga 23 November 2025 di Rutan KPK Cabang Merah Putih.

Mereka dijerat dengan pasal korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.​

Lima tersangka yang ditahan oleh KPK dalam kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Situbondo adalah:
  1. Roespandi (ROS), Direktur CV Ronggo

  2. Adit Ardian Rendy Hidayat (AAR), Direktur CV Karunia

  3. Tjahjono Gunawan (TG), Pemilik dan pengendali CV Citra Bangun Persada

  4. Muhammad Amran Said Ali (MAS), Direktur PT Anugrah Cakra Buana Jaya Lestari

  5. AFB, Direktur PT Badja Karya Nusantara

Kelima tersangka ini merupakan pihak pemberi suap dalam kasus tersebut, dan mereka ditahan selama 20 hari pertama mulai 4 hingga 23 November 2025 di Rutan Cabang KPK Merah Putih.

Kasus ini terkait dengan pengaturan pemenangan proyek di Dinas PUPP Situbondo dengan modus pembayaran suap yang mencapai total sekitar Rp 4,21 miliar kepada Bupati Situbondo dan pejabat lainnya yang telah divonis bersalah sebelumnya.​

Kronologi Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Situbondo Tahun 2021-2024:

  • Pada Agustus 2024, KPK mulai melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Situbondo 2021-2024. Dua tersangka awal yang ditetapkan adalah Bupati Situbondo periode 2021-2025, Karna Suswandi (KS), dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPP, Eko Prionggo Jati (EPJ).

  • Pada Oktober 2025, KS dan EPJ divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya terkait tindak pidana korupsi pengelolaan dana PEN dan pengadaan barang dan jasa.

  • Pada November 2025, KPK mengembangkan penyidikan dan menahan lima tersangka baru yang merupakan para pemberi suap, yaitu para pengusaha yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di Situbondo.

  • Modus korupsi dilakukan dengan cara Bupati Situbondo bersama dengan pejabat terkait mengatur pengaturan pemenang proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meminta uang “ijon” atau investasi sebesar total 17,5% dari nilai kontrak proyek.

  • Total suap yang diterima mencapai sekitar Rp 4,21 miliar, berasal dari lima tersangka pemberi suap yang ditahan oleh KPK, yaitu Roespandi (CV Ronggo), Adit Ardian Rendy Hidayat (CV Karunia), Tjahjono Gunawan (CV Citra Bangun Persada), Muhammad Amran Said Ali (PT Anugrah Cakra Buana Jaya Lestari), dan AFB (PT Badja Karya Nusantara).

  • Penahanan dilakukan selama 20 hari pertama sejak 4 November 2025 di Rutan KPK Cabang Merah Putih bagi para tersangka pemberi suap ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius terkait tata kelola dana publik di Situbondo, dengan harapan perbaikan pengelolaan dana dan pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah daerah agar lebih transparan dan akuntabel.^^

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pelantikan APINDO Jombang: Sinergi Pemkab dan Pengusaha Genjot Investasi & Perluas Lapangan Kerja

4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Ketua DPK APINDO Jombang, Drs Fathurahman mengibarkan pataka APINDO, saat pelantikan di pendopo Pemkab Jombang, Kamis, 4 Juni 2026. Foto: ist

12 Jam Diperiksa, Kejaksaan Agung Langsung Menahan Dadan, Lodewyk dan Sony

3 Juni 2026 - 20:13 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Dekati Rp100 Ribu per Kg, Berikut Rincian Pangan Lainnya

3 Juni 2026 - 19:46 WIB

3 Warga Jombang Tewas Tersengat Listrik di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Duka Rp 50 Juta/ Orang

3 Juni 2026 - 16:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (12): Teror Suci dan Perang Agama Prancis

3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Detik-detik Tim Kejaksaan Agung Menjemput Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya

3 Juni 2026 - 12:39 WIB

Kejaksaan Geledah Kantor BGN, Beberapa Jam setelah Dadan Hindayana Dicopot

3 Juni 2026 - 11:37 WIB

Latihan Batalyon Infanteri 133, Dua Orang Terkena Peluru Nyasar di Kampus UNP

3 Juni 2026 - 10:09 WIB

Dadan Hindayana Dipecat, Nanik S. Deyang Menjadi Kepala BGN

2 Juni 2026 - 22:12 WIB

Trending di News