Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Kakek Irman 70 Tahun Melapor Dana Rp 71 Miliar Hilang di Akun Mirae Asset Sekuritas

badge-check


					Kantor Mirae Assets Sekueritas di jakarta, Indonesia. Foto: Do/ist
Perbesar

Kantor Mirae Assets Sekueritas di jakarta, Indonesia. Foto: Do/ist

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Dana nasabah bernama Irman, seorang kakek berusia 70 tahun, dilaporkan hilang sebesar Rp 71 miliar dari akun sekuritasnya di Mirae Asset Sekuritas.

Nama petugas atau pejabat dari Mirae Asset Sekuritas yang dilaporkan dalam kasus ini adalah Tae Yong Shim (Direktur Utama), Tomi Taufan (Direktur), dan Arisandi (Direktur) PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

“Mirae Asset tidak akan ragu untuk mengambil langkah hukum apabila investigasi membuktikan adanya penyalahgunaan, laporan palsu, atau tindakan yang merugikan reputasi perusahaan,” ujar Manajemen dalam siaran persnya yang terbit Senin, 1 Desember seperti ditulis emintennews.com, Senin 1 Desember 2025.

Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 28 November 2025 dengan nomor laporan LP/ B/ 583/ XI/ 2025/ SPKT/Bareskrim Polri yang menyangkut dugaan akses ilegal dan transaksi tidak sah pada akun tersebut.

Terjadi transaksi mencurigakan pada 6 Oktober 2025, sekitar pukul 19.34 WIB, dimana portofolio saham asli korban seperti BBCA, BBRI, Telkom, BMRI, dan CDIA tiba-tiba hilang dan digantikan oleh saham lain yang tidak dikenal oleh korban, termasuk saham film dan NIYZ.

Pihak sekuritas mengakui bahwa transaksi tersebut bukan dilakukan oleh korban namun hingga kini hanya menyatakan sedang melakukan investigasi internal tanpa ada tindak lanjut yang jelas.

Kasus ini menjadi peringatan keras mengenai pentingnya keamanan akun investasi dan pengawasan ketat terhadap aktivitas transaksi di platform sekuritas.

Korban dan kuasa hukum sudah melaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan kejahatan akses ilegal dan penipuan di dunia investasi digital.​

Tindakan OJK

Sebagai lembaga pengawasa sekuritas, OJK berkoordinasi dengan penegak hukum dan tim pengawas pasar modal untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa OJK sudah berkomunikasi dengan para pelapor dan memastikan proses penanganan berjalan paralel dengan pengawasan pasar modal serta koordinasi dengan aparat penegak hukum.

OJK menegaskan bahwa keamanan sistem teknologi informasi adalah kewajiban perusahaan jasa keuangan dan tengah mengacu pada POJK No. 22 Tahun 2023 tentang perlindungan konsumen dalam menindaklanjuti kasus ini.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penahanan atau penangkapan terhadap petugas atau pejabat dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait kasus dugaan penipuan dan akses ilegal dana nasabah Rp 71 miliar.

Mirae Asset Sekuritas menyatakan sedang melakukan investigasi internal dan berkolaborasi dengan OJK serta aparat penegak hukum, sementara pihak korban telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri dengan laporan resmi.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum tanpa berita tentang penahanan atau penangkapan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perluas Investasi, Warsubi Pimpin Forkopimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang

13 Juni 2026 - 16:21 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakberas Jombang: Tengok Akar Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:20 WIB

Kepala BGN Nanik Deyang: Saya Memang Cupu-nya Presiden

13 Juni 2026 - 13:29 WIB

Andri Mulyono Partner Lodewyk Pusung, Mark Up Rp0,5 Triliun Proyek Motor Listrik BGN

13 Juni 2026 - 12:40 WIB

Kejaksaan Agung menahan Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), terlibat mark up proyek pengadaan motor listrik BGN.

Massa Aksi Mahasiswi UI Bubar Tertib dari Bundaran HI, Lampu Padam Masuk Kelompok Baju Hitam

12 Juni 2026 - 21:59 WIB

Aksi massa mahasiswa U, di Bundaran HI, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026

Pelatihan Kripik Pisang dan Tahu Krispi 21 Wanita Warga Plumbon Gambang

12 Juni 2026 - 21:16 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

Menelisik Akar Terorisme (16): Black Death Memangsa 50 % Populasi Eropa

12 Juni 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Jombang dan BPS Sinergi Sensus Ekonomi 2026: Dilaksanakan 15 Juni – 31 Agustus 2026

12 Juni 2026 - 16:21 WIB

Buoati Jombang, Warsubi memasang tag tanda resmi petugas pelaksana Sensus Ekonomi 2026.
Trending di News