Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Inflasi Jatim Oktober 2026 Capai 3,09% (YoY)

badge-check


					Pendorong inflasi Perbesar

Pendorong inflasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) di Jawa Timur sebesar 0,07% pada Oktober 2026. Selain itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,14% dan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada di angka 3,09%.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati menjelaskan kondisi cuaca di wilayah setempat yang belum memasuki musim hujan hingga Oktober 2026 memberikan tekanan pada pasokan dan harga komoditas pangan hortikultura, khususnya cabai dan tomat.

“Keterbatasan pasokan air dan kondisi cuaca yang tak mendukung berpengaruh signifikan terhadap produktivitas hasil panen petani,” ujar Herum dalam pemaparan berita resmi statistik BPS, Senin (2/11/2026).

Di sisi lain, Herum mengungkapkan dinamika berbeda terjadi pada sektor peternakan. Ketersediaan stok pasokan telur dan daging ayam ras sejatinya melimpah. Namun, penyerapan dan daya beli masyarakat yang belum mampu menyerap seluruh pasokan tersebut memaksa para peternak menurunkan harga jual.

“Jadi ketika supply-nya melimpah, kemudian konsumsinya tidak begitu meningkat juga sehingga ada oversupply. Ketika ada oversupply, ya hukum alam itu mengalami penurunan harga, tetapi itu biasanya juga temporer, nanti naik lagi [daya beli masyarakat],” ujarnya.

Secara bulanan (mtm), inflasi 0,07% terjadi di seluruh kabupaten/kota wilayah perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur. Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kabupaten Jember sebesar 0,27%, sedangkan yang terendah berada di Kota Kediri yakni 0,01%. Di skala nasional, Herum menjelaskan sebanyak 33 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi mtm pada Oktober 2026.

Pendorong utama inflasi bulanan Jatim datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,22% dengan andil sebesar 0,07%. Komoditas penopangnya meliputi cabai merah, cabai rawit, tomat, labu siam, serta ikan bandeng/ikan bolu.

“Sementara itu, komoditas yang menjadi penahan laju inflasi bulanan pada September adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan semangka. Sektor transportasi udara turut mencatatkan deflasi sebesar 1,81% dengan andil negatif 0,02%, didampingi komoditas emas perhiasan yang juga memberi andil negatif 0,02%,” bebernya.

Untuk inflasi tahun kalender (ytd), posisi 2,14% pada Oktober 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada Oktober 2025 yang sebesar 1,91%.

Herum menjelaskan Kota Madiun mencatatkan inflasi ytd tertinggi sebesar 2,54%, sedangkan Banyuwangi tercatat paling rendah sebesar 1,73%. Seluruh provinsi di Indonesia juga tercatat mengalami inflasi tahun kalender pada bulan Oktober.

Penyumbang utama inflasi ytd Jatim didominasi oleh kelompok transportasi dengan komoditas bensin dan angkutan udara, diikuti oleh bahan pangan seperti beras, daging sapi, serta minyak goreng. Sebaliknya, komoditas yang menahan laju inflasi tahun kalender pada Oktober meliputi telur ayam ras, bawang merah, kelapa, emas perhiasan, dan sepatu wanita.

Adapun inflasi tahunan (yoy) Jawa Timur yang sebesar 3,09% tercatat relatif lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional. Inflasi tahunan pada Oktober terjadi di seluruh kabupaten/kota IHK Jatim, dengan angka tertinggi di Madiun sebesar 3,50% dan terendah di Banyuwangi sebesar 2,52%.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama penggerak inflasi tahunan di Jatim dengan kenaikan mencapai 4,70% dan memberikan andil inflasi sebesar 1,30%.

Laju inflasi tahunan pada periode tersebut ditahan oleh penurunan harga pada komoditas telur ayam ras, bawang merah, kelapa, dan cabai merah. Sama halnya dengan inflasi tahun kalender, seluruh 38 provinsi di Indonesia tercatat mengalami inflasi tahunan pada Oktober 2026.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pajak Digital Dikhawatirkan Tekan Daya Beli Kelas Menengah, Ini Respons Airlangga

2 November 2026 - 21:22 WIB

Harga Pertamax November Ditahan, Aslinya Ditaksir Tembus Rp20.500

2 November 2026 - 21:04 WIB

Polres Gresik Kembalikan Motor Curian dan Tangkap 11 Tersangkanya

2 November 2026 - 09:21 WIB

Polres Gresik Sikat Peredaran Miras Ilegal di Ujungpangkah, Ratusan Botol Disita

2 November 2026 - 09:19 WIB

PIHPS Catat Harga Cabai di Jatim Turun Tajam, Rawit Merah Kini Rp45 Ribu per Kg

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

BMKG Ungkap Musim Hujan di Jawa Timur akan Berlangsung Selama Empat Bulan Saja

30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Trending di Nasional