Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ekonom memprediksi harga keekonomian bensin RON 92 setara Pertamax mencapai sekitar Rp18.500—Rp20.500/liter, ketika PT Pertamina (Persero) menahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut pada periode penyesuaian awal November 2026.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mencatat harga minyak mentah dunia masih berada di rentang US$100—US$115/barel dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp18.000/US$.
Dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah, Josua meramal harga keekonomian Pertamax di kisaran Rp18.500—Rp20.500/liter atau jauh lebih tinggi dari harga jual saat ini sebesar Rp15.950/liter.
Lebih lanjut, Josua menegaskan kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah secara bersamaan meningkatkan biaya pengadaan BBM dalam rupiah.
Namun, Josua menegaskan harga minyak mentah tidak dapat langsung dijadikan dasar penentuan harga BBM, sebab Pertamina memperhitungkan harga produk BBM olahan di pasar Singapura, kurs rata-rata periode perhitungan, biaya pengadaan, distribusi, penyimpanan, margin, dan pajak.
“Artinya, meskipun harga resmi November masih ditahan, tekanan biaya yang belum diteruskan kepada konsumen berpotensi makin besar. Menurut kami, apabila penyesuaian nantinya diperlukan, kenaikan secara bertahap lebih tepat daripada menaikkan harga sekaligus secara tajam,” tegas Josua.
Keputusan Menahan
Dia meyakini keputusan Pertamina menahan harga BBM nonsubsidi tersebut lebih mempertimbangkan stabilitas inflasi, daya beli masyarakat, serta potensi perpindahan konsumen ke BBM bersubsidi.
Dengan kata lain, Pertamina dan pemerintah tak semata mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia dalam menetapkan harga BBM nonsubsidi November 2026.
“Meskipun demikian, tekanan terhadap harga keekonomian BBM semakin besar karena harga minyak Brent masih bergerak sekitar US$100—US$115/barel, sementara rupiah berada di kisaran Rp18.000/US$,” ujar Josua.
Sebagai informasi, seluruh harga BBM Pertamina per 2 November 2026 masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak awal September 2026 atau perubahan terakhir pada 2 September 2026.
Jenis BBM bersubsidi tetap dijual dengan harga yang sama, yaitu Pertalite seharga Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter.
Sementara itu, untuk varian BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax masih dibanderol Rp15.950/liter, Pertamax Turbo Rp19.600/liter, Pertamax Green 95 Rp19.150/liter, Dexlite Rp23.700/liter, dan Pertamina Dex Rp25.200/liter.
Sebagai catatan, harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta.
Adapun, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina per 1 November 2026:
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta:
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Green 95: Rp16.150
Pertamax Turbo: Rp19.600
Dexlite: Rp23.700
Pertamina Dex: Rp25.200
Riau dan Kepulauan Riau:
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp20.450
Dexlite: Rp24.750
Pertamina Dex: Rp26.300
Bengkulu, Nusa Tenggara Timur:
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Turbo: Rp20.000
Dexlite: Rp24.200
Pertamina Dex: Rp25.750
Bali, Nusa Tenggara Barat:
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Turbo: Rp19.600
Dexlite: Rp23.700
Pertamina Dex: Rp25.200
Aceh:
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Turbo: Rp20.000
Dexlite: Rp24.200
Pertamina Dex: Rp25.750
Sumatra Barat:
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp20.450
Dexlite: Rp24.750
Pertamina Dex: Rp26.300
Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Sumatra Utara:
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Turbo: Rp20.000
Dexlite: Rp24.200
Pertamina Dex: Rp25.750
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan:
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Turbo: Rp20.000
Dexlite: Rp24.200
Pertamina Dex: Rp25.750
Kalimantan Utara:
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp20.450
Dexlite: Rp24.750
Pertamina Dex: Rp26.300
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat:
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Turbo: Rp20.000
Dexlite: Rp24.200
Pertamina Dex: Rp25.750
Maluku, Maluku Utara:
Pertamax: Rp16.300
Dexlite: Rp24.200
Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan:
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Turbo: Rp20.000
Dexlite: Rp24.200
Papua Barat, Papua Barat Daya:
Pertamax: Rp16.300
Dexlite: Rp24.200
Pertamina Dex: Rp25.750
Free Trade Zone Batam:
Pertamax: Rp15.150
Pertamax Turbo: Rp18.550
Dexlite: Rp22.500
Pertamina Dex: Rp23.950
Free Trade Zone Sabang:
Pertamax: Rp14.950
Dexlite: Rp22.150.****
























